Sunday, 11 April 2021
More

    Latest Posts


    Sebar informasi palsu terkait COVID-19, Instagram hapus akun meme

    Instagram kabarnya menghapus akun meme @bestmemes yang memiliki hampir 14 juta pengikut, setelah memposting gambar tweet palsu mengenai presiden AS yaitu Donald Trump dan Barack Obama.

    Postingan gambar tersebut itu mengarahkan pengikutnya ke kampanye yang berupa penipuan yaitu menjanjikan pembayaran PayPal yang mencerminkan pembayaran stimulus yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Amerika.

    best memes coronavirus paypal scam

    Meme tersebut menampilkan tweet yang dirancang untuk terlihat seperti berasal dari presiden ke-44 dan ke-45, yang berbunyi, “Karena CoronaVirus, jika negara Anda saat ini sedang dikunci, Anda berhak mendapatkan $1000 melalui @PayPal dengan mengisi survei #StayAtHome. Tetap kuat semuanya.”

    Gambar ini juga menampilkan saldo Paypal sebesar $ 1,448.71. Pengikut diarahkan ke tautan dalam bio akun yang dibuka untuk survei tiga pertanyaan yang meminta alamat email.

    Setelah postingan itu tersebar, pada Minggu malam postingan tersebut menghilang dari @bestmemes. Dikutip dari laman, Dailydot, juru bicara Facebook mengatakan bahwa tweet palsu itu dihapus karena melanggar aturan platform tentang kesalahan informasi coronavirus.

    View image on Twitter

    Kemudian dikabarkan bahwa pada hari Minggu malam, tweet tentang Obama yang dinyatakan palsu muncul kembali setelah sebelumnya dihapus bahkan dalam sepuluh menit, ada ribuan pengguna yang menyukainya.

    Kemudian tak selang waktu lama, postingan itu menghilang lagi dan tautan di bio akun yang sebelumnya dilampirkan pun ikut menghilang. Dan pada akhirnya, di hari Senin pagi seluruh akun telah dihapus. Seorang juru bicara Facebook mengatakan kepada The Daily Dot bahwa akun @bestmemes dihilangkan karena “pelanggaran standar komunitas yang berulang kali”.

    Sebelumnya pihak Facebook telah berjanji untuk memerangi informasi yang salah selama pandemi coronavirus, dengan mengatakan “jaringan global pemeriksa fakta pihak ketiga kami terus mengkaji konten dan membantah klaim palsu yang menyebar terkait dengan coronavirus. Ketika mereka menilai informasi itu salah, kami membatasi penyebarannya di Facebook dan Instagram dan menunjukkan kepada orang-orang informasi yang akurat dari para mitra ini. Facebook juga mengirim pemberitahuan kepada orang-orang yang sudah berbagi atau mencoba membagikan konten untuk memberi tahu mereka bahwa informasi tersebut sudah diperiksa kebenarannya.” Ujar pihak Facebook.

    Dalam tweet yang dibagikan pada 6 Maret 2020 kemarin, pihak Instagram juga mengatakan bahwa mereka menghilangkan informasi palsu yang diketahui berbahaya terkait dengan COVID-19.

    Terkait wabah COVID-19 ini, banyak informasi palsu atau misinformasi yang tersebar luas, lho paradiva! Lebih waspada menerima informasi dan yang terpenting jangan lupa untuk dicek kebenarannya, ya! 

    Baca juga, Begini cara terhindar dari informasi palsu tentang Covid-19 di Internet

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR

    Error decoding the Instagram API json