Thursday, 2 July 2020

Aku, Oppo A92 dan Kim Tae Hee di Malam Takbiran

Aku bersama dengan Kim Tae-hee dan Oppo A92 di malam takbiran tahun ini. Karena lebaran tahun ini memang berbeda, demikian juga malam takbiran. Kita...
More

    Latest Posts

    Ikuti Tips ini untuk mengamankan akun Gmail dari hackers

    Belakangan ini, banyak terjadi kejahatan siber. Kali ini, paradiva ingin memberi kalian sejumlah tips untuk mengamankan akun Gmail kamu dari hackers. Beberapa bulan terakhir banyak...

    Samsung punya layanan ‘Sultan’ di Galaxy A11

    Buat paradiva pengguna Galaxy A11, kamu bakal dapetin layanan premium 'Sultan' dari Samsung, yaitu Samsung Visual Consultant. Di layanan ini, setiap pertanyaan mulai dari...

    Fitur baru WhatsApp, bisa Tambah Kontak Pakai QR Code

    WhatsApp resmi luncurkan fitur baru ke dalam platformnya, yaitu QR Code untuk menambah kontak. Sebelumnya, WhatsApp melakukan ujicoba pada versi beta beberapa bulan lalu. Fitur...

    Ikuti Mystery Box Nail Competition 2020, buat pecinta Nair Art

    Nail Art pastinya menjadi jenis perawatan yang paling populer dikalangan paradiva karena memiliki desain unik dan pilihan warna yang beragam. Nah, untuk paradiva pecinta...

    Benarkah COVID-19 bisa menular lewat baju? Ini jawabannya

    COVID-19 bisa menular. Sebelumnya, sebuah penelitian menemukan bahwa COVID-19 dapat menempel dan bertahan pada benda mati seperti, permukaan logam, plastik, kaca atau plastik hingga 9 hari. Namun, dapat dibersihkan menggunakan desinfektan hanya dalam 1 menit.

    Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah apakah COVID-19 bisa menular lewat baju yang kita gunakan? Pasalnya, hal tersebut kerap menjadi pertimbangan kita untuk keluar rumah selama pandemi ini. Salah satu artikel dari HealthDay mengungkap jawabannya yang berhasil Gadgetdiva rangkum. Simak ya, ulasannya!

    Benarkah COVID-19 bisa menular lewat baju?

    Jawabannya adalah tergantung dengan apa yang kamu lakukan selama meninggalkan rumah. Salah satu contohnya adalah himbauan yang diberikan oleh American Colllege of Emergency (ACEP) kepada para tenaga medis. ACEP menghimbau tenaga medis dan dokter untuk tetap mengingat bahwa rumah sakit adalah zona rawan menularnya COVID-19.

    Mereka menyarankan para medis untuk melepas semua pakaian mereka sebelum memasuki rumah, lalu segera mandi setelah sampai rumah. Selanjutnya, hal yang harus dilakukan adalah menjauhkan pakaian bekas kerja dengan pakaian lain, lalu bersihkan dengan air sabun yang panas.

    Namun, bagi orang biasa seperti kita, risiko terinfeksi COVID-19 melalui pakaian sangat rendah. Menurut, Elizabeth Scott selaku dekan dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Perilaku dan Kesehatan di Universitas Simmons Boston, mengungkap bahwa ia belum menemukan penelitian yang menunjukkan bahwa meninggalkan pakaian setelah keluar rumah adalah hal yang harus dilakukan.

    “Saya belum menemukan penelitian yang menunjukkan bahwa orang perlu menanggalkan pakaian, mencucinya, lalu segera mandi setelah pulang berbelanja,” ujar Scott yang juga pendiri dari Center of Hygine and Health in Home and Community. Menurut Scott, hal terpenting yang harus kita lakukan saat ini adalah menjaha kebersihan tangan, menggunakan masker dan tidak menyentuh wajah.

    Meskipun begitu, menurut Scott tak ada salahnya juga jika kita melakukan pencegahan dengan cara-cara tersebut. Khususnya bagi para karyawan toko, pekerja sanitasi atau mereka yang berhubungan langsung dengan publik. “Masuk akal sih untuk langsung melepas pakaian saat samapi di rumah, langsung mencuci bajunya atau membiarkan pakaiannya digantung sampai shift berikutnya,” jelas Scott, ia juga mengingatkan untuk mencuci tangan setelah melakukan akitivitas tersebut.

    Scott juga mengutip saran dari CDC dalam mencuci pakaian. Untuk mencuci pakaian, kita harus menggunakan air dengan temperatur yang setinggi mungkin. Lalu, keringkan secara menyeluruh. Kita juga dapat menggunakan pemutih untuk mensanitasi baju yang kita cuci.

    “Aku selalu menggunakan air panas untuk mencuci beberapa jenis kain. Kita juga bisa menggunakan pemutih untuk mensanitasi baju yang kita cuci dengan pemutih dengan mengikuti petunjuk yang tertera pada label,” tambah Scott.

    Selama pandemi, CDC juga menyarankan masyarakat untuk mencuci baju dengan mesin cuci. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus yang beredar di udara secara tidak sengaja. Dengan menggunakan mesin cuci dan pengering, dapat membuat virus tidak aktif lagi.

    Baca juga, covid-19 dapat menempel di ponsel, begini cara bersihkannya

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    Ikuti Tips ini untuk mengamankan akun Gmail dari hackers

    Belakangan ini, banyak terjadi kejahatan siber. Kali ini, paradiva ingin memberi kalian sejumlah tips untuk mengamankan akun Gmail kamu dari hackers. Beberapa bulan terakhir banyak...

    Samsung punya layanan ‘Sultan’ di Galaxy A11

    Buat paradiva pengguna Galaxy A11, kamu bakal dapetin layanan premium 'Sultan' dari Samsung, yaitu Samsung Visual Consultant. Di layanan ini, setiap pertanyaan mulai dari...

    Fitur baru WhatsApp, bisa Tambah Kontak Pakai QR Code

    WhatsApp resmi luncurkan fitur baru ke dalam platformnya, yaitu QR Code untuk menambah kontak. Sebelumnya, WhatsApp melakukan ujicoba pada versi beta beberapa bulan lalu. Fitur...

    Ikuti Mystery Box Nail Competition 2020, buat pecinta Nair Art

    Nail Art pastinya menjadi jenis perawatan yang paling populer dikalangan paradiva karena memiliki desain unik dan pilihan warna yang beragam. Nah, untuk paradiva pecinta...

    TRENDING