Tuesday, 18 May 2021
More

    Latest Posts


    Coca-Cola umumkan bakal hentikan penayangan iklan di media sosial

    Coca-Cola Company mengumumkan bakal menghentikan menangguhkan iklan di media sosial selama setidaknya 30 hari. Kebijakan pihak Coca-Cola ini disebabkan karena platform menghadapi perhitungan tentang bagaimana mereka menangani konten rasis.

    "You Can't Beat The Feeling!" - Coca Cola 1980s #vintageads #Ads #vintage #PrintAd #tvads #advertising #BrandScience #influence #online #Facebook #submissions #marketing #advertising

    James Quincey selaku CEO The Coca Cola Company menyampaikan bahwa kebijakan pihaknya melalui sebuah pernyataan pada laman resmi perusahaan minuman Coca-Cola.

    “Tidak ada tempat untuk rasisme di dunia dan tidak ada tempat untuk rasisme di media sosial,” jelas James.

    Pihak Coca-Cola mengatakan kepada CNBC bahwa kebijakan menghentikan iklan ini tidak berarti bergabung dengan gerakan yang diluncurkan pekan lalu oleh kelompok-kelompok masyarakat Afrika-Amerika dan masyarakat sipil.

    James juga menuliskan perusahaan media sosial yang diboikot oleh merek-merek besar lainnya dilakukan untuk memaksa perubahan dalam cara mereka menangani kasus rasisme yang penuh kebencian.

    Kabarnya, koalisi yang mencakup Association for the Advancement of Colored People (NAACP), telah mendesak perusahaan untuk berhenti beriklan di Facebook, menggunakan hashtag #StopHateForProfit. Hal ini bertujuan untuk mencapai regulasi kelompok yang lebih baik yang menghasut kebencian, rasisme atau kekerasan pada platform.

    Dalam kasus yang sama, Unilever PLC, brand dari Lipton tea dan Ben and Jerry’s ice cream ini lebih dulu mengatakan bakal melakukan kebijakan untuk hentikan iklan di platform Facebok, Twitter, dan Instagram di AS hingga akhir tahun 2020.

    Dikutip pada laman Ndtv, pihak Facebook mengatakan pada hari Jumat kemarin bahwa mereka akan melarang “kategori yang lebih luas dari konten kebencian” dalam iklan ketika raksasa media sosial yang diperangi itu bergerak untuk menanggapi protes yang meluas atas penanganan postingan yang merajalela.

    “Kami akan mengambil waktu ini untuk menilai kembali kebijakan periklanan kami untuk menentukan apakah revisi diperlukan. Kami juga mengharapkan akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dari mitra media sosial kami,” tulis James.

    Dalam kutipannya, James juga menekankan bahwa kebijakan perusahaan Coca-Cola ini bukan hanya berlaku di media sosial sekitaran Amerika Serikat (AS), tetapi kebijakan ini juga berlaku terhadap seluruh platform media sosial di seluruh dunia.

    Baca juga, Facebook cabut larangan peredaran iklan masker

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR