Thursday, 25 February 2021
[adrotate banner="3"]

Kolaborasi Grab dan KEMENPAREKRAF Dukung UMKM melalui #BeliKreatifDanauToba

Hari ini (22/2), Grab Indonesia secara resmi mengumumkan kolaborasinya dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) dalam mendukung kampanye #BeliKreatifDanauToba dan mempercepat...
More

    Latest Posts

    [adrotate banner="4"]

    Google Family Link, bantu orang tua awasi gadget pada anak

    Diva says – Google Family Link bisa membantu orang tua agar anak tak kecanduan gadget. Perkembangan teknologi di dunia menjadi hal yang menguntungkan bagi manusia saat ini. Penggunaan dengan sejumlah manfaat seperti kemudahan pencarian informasi, dan dapat berkomunikasi jarak jauh pun sangat membantu para pengguna.

    Namun, tidak selamanya penggunaan teknologi dikatakan sebagai hal positif, bisa jadi sebaliknya, khususnya bagi anak-anak. Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat mengakibatkan kurangnya interaksi sosial antar keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya itu, cahaya radiasi yang timbul dari smartphone, juga dapat mengakibatkan kerusakan pada mata.

    Untuk itu, Google mengeluarkan sebuah inovasi yang dapat membantu para orang tua mengendalikan smartphone milik anak-anak mereka. Family Link memberikan fitur laporan aktivitas penggunaan ponsel pada anak berusia di bawah 13 tahun dalam kurun waktu seminggu atau sebulan.

    Aplikasi yang dirilis pada akhir Maret lalu itu, nampaknya sangat berguna bagi para orang tua dalam meminimalisir penggunaan ponsel anak-anak terutama bagi mereka yang akan memasuki usia remaja. Setelah diperbaharui, Family Link memungkinkan para orang tua untuk menonaktifkan ponsel anak mereka, bahkan hanya dengan suara lewat Google Assistant. Setelah melakukan perekaman suara, sang anak akan diberikan waktu lima menit untuk menyelesaikan berbagai aktifitasnya sebelum layar ponsel tersebut mati.

    Sebelum itu, aplikasi ini mengizinkan para remaja untuk menonaktifkan fitur pengawasan penggunaan ponsel dari orang tua mereka. Meski begitu, Google memberikan sebuah notifikasi kepada para orang tua apabila anak mereka diketahui telah menonaktifkan fitur pengawasan tersebut.

    Dilansir dari laman dailymail.co.uk, pada akhirnya semua terserah masing-masing keluarga, yakni sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak. Hal ini disebabkan oleh pengguna akun berusia di atas 13 tahun atau yang dikatakan sebagai usia remaja dapat menonaktifkan fitur pengawasan yang terdapat di Family Link itu. Jika sudah dinonaktifkan, maka akun tersebut masuk ke dalam mode penguncian selama 24 jam.  Para orang tua pun tidak dapat mengubah kata sandi perangkat tersebut.

    Setelah sukses di perangkat Android, Family Link akan segera hadir di Chromebooks yang lengkap dengan fitur pengawasan untuk anak dan remaja. Secepatnya, para orang tua dapat mengatur aplikasi yang cocok digunakan oleh anak-anak mereka sebelum didapatkan dari Google Play Store.

    Lalu, bagaimana cara orang tua mengatur penggunaan ponsel bagi anak-anak mereka?

    Di usia 0 – 5 tahun:

    1. Jangan biarkan anak memainkan ponsel sebelum tidur;
    2. Hindari penggunaan smartphone sebagai alat untuk menenangkan sang anak apabila mereka sedang kesal. Jika ini dilakukan, kemungkinan mereka tidak dapat belajar mengatur emosi dengan sendirinya;
    3. Hindari penggunaan media digital apa pun pada anak berusia 24 bulan. Kecuali video-chatting;
    4. Batasi penggunaan smartphone dengan waktu satu jam per hari pada anak usia 2 – 5 tahun. Selalu dampingi mereka ketika sedang mengoperasikan aplikasi tersebut, juga bantu mereka untuk memahami apa yang dilihat dari konten-konten tersebut;
    5. Periksa terlebih dahulu isi dari aplikasi yang akan digunakan oleh sang anak, sebelum mereka mengoperasikannya;
    6. Biasakan untuk tidak menggunakan smartphone pada waktu makan, dan bermain bersama orang tua.

    Di usia 5 – 18 tahun:

    1. Tetap awasi anak saat menggunakan jenis media, informasi apa yang dikonsumsinya, dan seberapa lama mereka berhadapan dengan layar smartphone tersebut;
    2. Hindari penggunaan media di jam tidur;
    3. Istirahatkan penggunaan ponsel terutama pada waktu makan atau sekedar kumpul bersama keluarga;
    4. Memulai percakapan tentang penggunaan media atau internet yang sehat, juga pengertian cyberbullying, sexting, dan permohonan privasi.
    5. Beri tahu panduan ini kepada babysitter atau pengasuh lainnya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR