Twitter Hentikan Buka Link AMP di iOS dan Android

0
82
AMP Twitter
Foto: Unsplash/Benjamin Dada

Twitter diam-diam menghentikan dukungannya untuk Accelerated Mobile Pages (AMP) pada ponsel. Aksi ini ditemukan oleh konsultan SEO Christian Oliveira.

Dilansir dari The Verge, halaman dukungan yang ditemukan Christian tersebut awalnya merinci bagaimana Twitter akan secara otomatis mengirim pengguna aplikasi selulernya ke halaman versi AMP dari tautan yang diposting pada jejaring sosial.

Namun, di beberapa titik sejak 21 Oktober, Twitter memperbarui halaman dengan pemberitahuan yang mengatakan platform tersebut akan menghentikan fitur itu pada akhir tahun.

Menurut data dari SearchEngineLand, proses pensiun ini tampaknya telah selesai awal bulan ini. Sekarang, mereka mencoba mengunjungi halaman dari Twitter yang nampaknya mengarahkan pengguna langsung ke halaman web biasa, daripada versi AMP yang mungkin tersedia.

Meskipun Twitter mencatat bahwa AMP memungkinkan pengguna untuk menikmati “pengalaman web seluler yang dimuat dengan cepat, indah dan bekinerja tinggi”, teknologi ini telah terbukti kontroversial sejak Google memperkenalkannya pada tahun 2015.

Sebagaian besar kontroversi berpusat di sekitar kendali yang dirasakan Google atas proyek dengan beberapa kritikus yang mengklaim bahwa hal tersbeut sama dengan upaya Google untuk memperkuat kontrolnya terhadap web terbuka.

Akan tetapi, hal tersebut juga memiliki masalah interface pengguna yang lebih mendasar untuk platform seperti Twitter karena cara tersebut dapat mengacaukan URL, ketika membuat halaman tampak seperti dari Google terlepas dari situs web yang membuatnya.

Ini merupakan situasi menjengkelkan yang mengarah pada pembuatan ekstensi browser yang secara otomatis mengalihkan halaman AMP ke URL artikel asli untuk mengurangi kebingungan.

Dokumen dukungan Twitter tidak memberikan alaan untuk perubahan kebijakannya. Seorang juru bicara Twitter tidak segera tersedia untuk menanggapi permintaan komentar.

Langkah jejaring sosial ini mengikuti perubahan kebijakan dari Google sendiri pada Mei 2020 ketika mengumumkan bahwa mereka tidak lagi memerlukan situs berita untuk menawarkan versi AMP halaman mereka agar ditampilkan pada bagian Top Stories-nya pada mesin pencarinya.

Langkah ini memang sudah lama dilakukan setelah inisiatif Google diluncurkan pada Mei 2018 untuk mengambil apa yang telah dipelajari perusahaan dari AMP dan mengubah fitur-fiturnya menjadi standar web umum.

Baca juga: Cara Menyembunyikan Replies Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here