NASA Luncurkan Misi ke Asteorid Psyche Tahun 2022

0
326
Psyche
Foto: Unsplash/NASA

NASA mengungkap rencananya untuk mengunjungi asteroid logam aneh bernama Pysche. Rencana ini merupakan bagian dari peluncuran misi di tahun depan.

Ditetapkan untuk diluncurkan pada Agustus 2022, perjalanan ke asteroid logam aneh tersebut bakal menggunakan sebuah pesawat ruang angkasa yang juga bernama Psyche. Asteroid tersebut terletak di sabuk asteroid antara orbit Mars dan Jupiter.

Asteroid Psyche ini telah ditemukan sebagian besar terdiri dari nikel dan besi. Itu membuatnya sangat tidak biasa, karena sebagian besar asteroid pada dasarnya adalah sebuah batu. Sehingga, para peneliti ingin memahami apakah Psyche bisa menjadi inti dari planet yang sedang terbentuk.

“Jika ternyata menjadi bagian dari inti logam, itu akan menjadi bagian dari generasi pertama inti awal di tata surya kita,” kata Lindy Elkins-Tanton dari Arizona State University, peneliti misi Pysche dalam sebuah pernyataan.

“Tetapi kami tidak benar-benar tahu dan kami tidak akan tahu apapun dengan pasti sampai kami tiba di sana. Kami ingin mengajukan pertanyaan utama tentang materi yang membentuk planet. Kami dipenuhi dengan pertanyaan dan tidak banyak jawaban. Ini adalah eksplorasi nyata,” tambahnya lagi yang dikutip dari Digital Trends.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar asteroid, Pscyhe akan dipesenjatai dengan instrumen seperti magnetometer untuk mengukur medan magnet dan spektrometer yang menggunakan cahaya untuk menentukan terbuat dari apa asteroid tersebut.

Setelah diluncurkan tahun depan, dibutuhkan beberapa tahun bagi pesawat ruang angkasa untuk menempuh jarak 1,5 miliar mil ke target asteroidnya. Diperkirakan pesawat ruang angkasa Psyche akan tiba di asteroidnya pada akhir 2025, sebelum memasuki orbit di sekitarnya pada Januari 2026.

Lalu akan memulai pada orbit yang aman dan relatif jauh, sejauh 435 mil dari permukaan asteroid dan akan ebrgerak lebih dekat ke asteroid. Dari waktu ke waktu hingga tim dapat mengumpulkan data lebih rinci.

“Manusia selalu emnjadi penjelajah,” ujar Elkins-Tanton. “Kami selalu berangkat dari tempat kami berada untuk mencai tahu apa yang ada di atas bukit itu. Kami selalu ingin melangkah lebih jauh; kami selalu ingin membayangkan. Itu melekat dalam diri kita. Kami tidak tahu apa yang akan kami temukan dan saya berharap kami akan terkejut.”

Baca juga: Pelajari Asteroid Trojan, NASA Luncurkan Pesawat Ruang Angkasa Lucy

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini