OpenSea, Toko NFT yang Bikin Ghozali Kaya, Akui Ada Eror

0
252
OpenSea

Gadgetdiva — OpenSea, toko jualan NFT yang saat ini sedang naik daun di Indonesia mengakui adanya eror di situs tersebut yang menyebabkan banyak pengunjung tidak bisa menampilkan NFT yang telah dibelinya. Pengembang situs mengaku 200 teknisi IT-nya langsung bekerja melakukan perbaikan.

Diketahui, saat ini OpenSea memang sedang naik daun, paradiva. Hal ini gara-gara aksi seorang pemuda Indonesia bernama Ghozali yang mengaku mendapatkan kekayaan mendadak setelah menjual foto-foto selfie-nya di platform tersebut. Kabarnya, hasil penjualan foto selfie-nya telah mencapai angka Rp12 miliar.

Sejak saat itu, banyak netizen dari Indonesia langsung memenuhi OpenSea dengan foto yang beragam. Mulai dari foto produk, baik makanan maupun barang jualan lainnya, foto diri dengan KTP layaknya mengajukan pinjaman online, sampai foto-foto koruptor yang dijual untuk bisa mendapatkan mata uang kripto.

opensea

Dilansir melalui ZDNet, Jumat, 21 Januari 2022, eror-nya OpenSea membuat para netizen ramai teriak di Twitter. Banyak dari mereka yang mengabarkan jika platform tersebut tak bisa diakses. Eror untuk pertama kalinya ini membuat netizen mengubah nama menjadi ClosedSea.

Baca juga: OpenSea, Platform NFT Tak Bisa Diakses Gara-gara Ghozali dan Indonesia?

Menurut penuturan pihak OpenSea, eror ini terjadi pukul 6.05 dan sudah pulih kembali pada pukul 8.30 waktu setempat. Namun status update pada halaman situs tersebut menunjukkan jika pemadaman itu berlangsung lebih lama dari yang dilaporkan. Bahkan akses programatik ke API ini baru benar-benar aktif kembali pada 3.30 waktu setempat.

Mereka menjelaskan jika perbedaan waktu itu dikarenakan mereka tidak langsung mengaktifkan API programatik saat semua sudah diperbaiki. Mereka menunggu beberapa lama untuk memantau perbaikan dan memastikan jika situs bisa kembali aktif menampung para pengunjung.

“Kami langsung memperbaiki dan mengidentifikasi penyebab masalahnya. Kami tahu, sangat penting bagi sebuah situs untuk bisa meminimalisir downtime. Kami bekerja secepat mungkin untuk mencari segala cara memperbaikinya, termasuk memperbanyak tim teknisi kami menjadi lebih dari 200 orang di akhir tahun ini, mendesain kembali skalabilitas situs web, dan meningkatkan pelayanan ke pelanggan secepat mungkin,” ujar juru bicara platform tersebut.

Juru bicara juga mengakui adanya ledakan pengunjung dan transaksi sejak akhir tahun lalu pada ekosisten NFT. Tercatat, volume transaksi di marketplace NFT itu naik 600 kali di 2021. Data tradingplatforms.com juga menunjukkan jika penjualan NFT secara global tembus sampai USD4 miliar dalam 30 hari terakhir. Di sini, OpenSea memberikan kontribusi yang cukup signifikan, hampir 500 ribu transaksi dan penghasilan USD3 miliar. Transaksi di OpenSea juga disinyalir tumbuh 20 persen.

Tidak heran jika kemudian situs ini mengalami eror hari ini. Sejatinya, hal ini sudah diwanti-wanti oleh sang CEO, Devin Finzer. Dia mengakui jika tantangan ke depan bagi platform miliknya itu adalah stabilitas infrastruktur mengingat jumlah pengunjung yang terus meningkat dalam beberapa bulan belakangan.

“Saya menyadari bahwa dampak downtime sangat signifikan bagi mereka yang bergantung pada platform kami. Kami bertanggung jawab atas ketidakstabilan baru-baru ini. Saya juga ingin meminta maaf secara pribadi, menjelaskan, dan menguraikan rencana kami untuk mencegah hal ini mempengaruhi Anda di masa mendatang,” ujar Finzer dalam postingan di blog-nya dua pekan lalu.

Sebelumnya pada Oktober tahun lalu, perusahaan keamanan siber Check Point Research menenukan adanya kelemahan di marketplace NFT OpenSea yang memungkinkan hacker untuk bisa membajak akun pengguna dan mencuri semua dompet kripto yang dimiliki pengguna. Caranya mudah, hanya dengan mengirimkan NFT berbahaya yang telah disusupi virus dan sejenisnya.

Rupanya hal ini tidak disadari oleh netizen dari Indonesia. Mentang-mentang Ghozali sudah sukses menjual foto selfie-nya dan menjadi kaya raya dengan penghasilan miliaran, banyak orang yang menganggap mereka bisa melakukan hal serupa. Mendapatkan cuan secara instant hanya dengan menjual foto. Padahal NFT bisa lebih baik dari itu, bukan sekedar menjual ‘sampah’.

Kementerian Kominfo sendiri telah memerintahkan jajaran terkait untuk mengawasi kegiatan transaksi Non-Fungible Token (NFT) yang berjalan di Indonesia, serta melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Kementerian Perdagangan (Bappebti) selaku Lembaga berwenang dalam tata kelola perdagangan aset kripto.

Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat untuk dapat merespon tren transaksi NFT dengan lebih bijak sehingga potensi ekonomi dari pemanfaatan NFT tidak menimbulkan dampak negatif maupun melanggar hukum, serta terus meningkatkan literasi digital agar semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif, dan kondusif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini