PANDI Beber Kenaikan Pengguna Nama Domain .id

0
361
PANDI

PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) memaparkan bahwa mereka berhasil menutup tahun 2021 dengan melampaui target hingga 554.330 telah teregistrasi pada domain .id. Sebelumnya, target yang mereka tetapkan adalah 532.213.

Angka ini telah membawa domain .id menempati peringkat teratas nama domain terbanyak di Asia Tenggara. Hasil data yang diperoleh pada Juli 2021 kemarin, domain .id berhasil membalap Vietnam (.vn) dengan angka 534.876. Diikuti oleh Vietnam dengan angka 531.672 jumlah nama domain .vn, malaysia (.my) dengan jumlah 319.224 pengguna, singapura (.sg) dengan jumlah 191.579 pengguna, serta thailand (.th) dengan 74.302 pengguna.

Menurut Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, pihaknya mencatat bahwa per Kamis (27/1) kemarin, mereka telah berhasil mencapai sekitar 556.000 pengguna baru teregistrasi. Jumlah nama domain yang terdaftar ini jelas mengalami kenaikan. Pada 2021, angka ini domain .id naik 81.761 atau 17%, jika dibandingkan dengan jumlah nama domain pada 2020, dimana PANDI memiliki 472.569 nama domain terdaftar.

“Sekarang kita bisa mendeklarasikan bahwa .id sudah menjadi juara di tingkat ASEAN. Tentunya jangan lalu membuat kita berpuas diri karena Vietnam ini tidak jauh-jauh sama kita, jadi kita harus tetap menjaga ini,” jelas Yudho pada acara bersama media yang berlangsung di Jakarta, Kamis kemarin (27/1).

Sementara itu, untuk distribusi total nama domain yang teregistrasi dan aktif, domain .id paling banyak digunakan. Yakni, telah mencapai 232.238 pengguna, .my.id sebanyak 127.023, .co.id sebanyak 95.925, sch.id sebanyak 40.023 dan .web.id sebanyak 20.126.

Adapun, jumlah domain .com kini masih jauh berada di atas domain .id. Pada Juli 2021 lalu, domain .com mencapai 775.021 pengguna teregristrasi.

Meskipun begitu, Yudho tetap optimis domain .id bisa melampaui domain .com. Ia menambahkan, “Kita berharap, kalau nanti entah tahun ini, tahun depan, atau dua tahun lagi, kalau kemudian .id sudah menyalip .com, maka sebetulnya di situlah indikasi bahwa masyarakat kita sudah menjadikan .id sebagai tuan rumah di negeri sendri, sudah lebih memilih produk kita sendiri yaitu .id.”

Adapun target yang ditetapkan oleh PANDI di tahun 2022 ini adalah 702.372 nama domain .id yang terdaftar. Angka ini meningkat 148.042 dibanding 2021. Mereka juga ingin meningkatkan persentase pangsa pasar nama domain .id menjadi 38 persen dari total nama domain terdaftar di Indonesia.

PANDI

“Serta, meningkatkan jumlah nama domain .id yang terdaftar oleh registran internasional menjadi 10 persen [dari sebelumnya 4,53 persen] terhadap keseluruhan nama domain terdaftar pada 2022,” papar Yudho.

 

Menurut data dari Asia Pacific Top Level Domain Association (APTLD), nama domain Indonesia menguasai sekitar 33 persen pangsa pasar dalam negeri atau 419.648 pengguna pada Juli 2020. Jumlah naik pada Juli 2021 jadi 36 persen atau 534.021 pengguna. sementara, pesaing domain .com mencapai 52 persen 775.021 pengguna pada periode yang sama.

“Kenapa domain .com lebih banyak karena dia mulainya lebih awal. Orang-orang yang mendaftarkan nama domain, awalnya dulu semuanya .com. Tahun 1998-an, orang kalau bisnis internet bicaranya selalu dikaitkan dengan .com,” ujar M. Shidiq, selaku Cheif Registry Operator PANDI.

PANDI juga memaparkan kiat-kiat guna meningkatkan nama domain. Di antaranya adalah melakukan kolaborasi dengan para registar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Serta, membantu para registar untuk mempromosikan brand mereka.

Dirnya juga menambahkan bahwa pekerjaan rumah PANDI di tahun 2022 ini adalah meningkatkan awareness kepada masyarakat, industri dan lainnya untuk punya brand mereka sendiri di internet. Yakni, melalui sebuah nama domain.

“Tapi nanti kita harapkan kalau kita sudah memberi sebuah awareness kepada publik. Mereka (tak hanya) punya market place, sosial media akan tetapi, mereka juga punya nama domain yang bisa diintegrasikan kepada platform-platform media sosial yang ada,” tambah Shidiq.

Sementara itu, untuk menutup tahun 2021, PANDI berhasil mendaftarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk tiga aksara Nusantara. Di antaranya adalah Jawa, Bali dan Sunda pada November lalu.

“Pencapaian kami di tahun 2021, tidak luput dari mindset melayani masyarakat dengan teknologi terbaru dan termutakhir,” tutup Yudho.

Baca juga: VIDA Ajak Masyarakat Melek RUU PDP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini