Women20 Presidensi Indonesia, XL Axiata Siap Pimpin Perempuan Pulihkan Ekonomi

0
141
Women20 Presidensi Indonesia

Tahun ini, Women20 (W20) Presidensi Indonesia terus berfokus dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Mereka siap memimpin perempuan dalam pemulihan ekonomi.

Sebagai salah satu Engagement Group dari Group of Twenty (G20), Women20 Presidensi Indonesia ingin mendorong komitmen para pemimpin negara untuk menempatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai fokus diskusi global terkait pemulihan ekonomi pasca pandemi. Termasuk juga berkomitmen dalam mengurangi diskriminasi terhadap perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pemulihan di masa pandemi.

“W20 Presidensi Indonesia ingin mendorong komitmen para pemimpin negara/pemerintahan untuk menempatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai pusat diskusi global terkait pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Selain itu juga butuh komitmen untuk mengurangi diskriminasi terhadap perempuan untuk berpartipasi aktif dalam pemulihan masa pandemi Covid-19,” ujar Hardiani Uli Silalahi, Chair Women20 Indonesia. 

Women20 Presidensi Indonesia

Uli menambahkan bahwa W20 Presidensi Indonesia juga ingin mendorong para pemimpin negara dalam G20 untuk membuka akses perempuan. Agar mereka semua dapat berpartisipasi aktif dalam perekonomian.

Sehingga, tak ada lagi perempuan yang merasa termarjinalisasi dalam pemulihan pembangunan. Plus, perlunya membuka akses setara dalam layanan kesehatan bagi perempuan.

Misi Utama Women20 Presidensi Indonesia

Oleh karena itu, Uli melanjutkan, misi utama W20 Presidensi Indonesia adalah memengaruhi komitmen pada G20 Summit (Communique). Supaya menambahkan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di negara-negara G20 dalam agendanya.

“Misi utama W20 Presidensi Indonesia adalah untuk mempengaruhi komitmen tingkat tinggi yang akan dikeluarkan pada G20 Summit (Communique) agar memuat agenda pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di negara-negara G20. Apalagi, pada beberapa Kepresidenan G20 sebelumnya, fokus gender dalam keseluruhan deklarasi masih kecil, tidak pernah melebihi 8 persen,” imbuh Uli.

Menurut Uli, salah satu komitmen terkait kesetaraan gender pernah disampaikan dalam Komunike Pemimpin G20 pada tahun 2014. Saat itu, para pemimpin G20 menyetujui tujuan untuk mengurangi kesenjangan dalam tingkat partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan pada negara-negara G20 sebesar 25 persen pada tahun 2025.

Agenda Women20 Presidensi Indonesia Tahun 2022

Sementara itu, Dian Siswarini, Co-Chair W20 Preisdensi Indonesia menyatakan bahwa berdasarkan sudut pandang global diplomacy, dengan memegang presidensi G20 dan W20, berarti Indonesia sudah dapat menempatkan diri sebagai sentral diplomasi di antara 20 negara ekonomi terbesar dengan berpegang pada penyelesaian empat isu prioritas dari W20.

Women20 Presidensi Indonesia
Foto: doc. Karebanusa.com

“Engagement Group W20 ini juga diharapkan mampu mengaktifkan gerakan maupun pemikirin baru dari perempuan, bukan hanya di ranah global tapi juga di dalam negara anggota G20 sendiri dengan didukung oleh best practices sebagai katalis,” tambah Dian.

Dalam rangka wujudkan berbagai visi yang telah dipaparkan, agenda W20 Presidensi Indoensia mengangkat emapt isu prioritas. Pertama, mendorong kesetaraan, kemanan dan kesejahteraan dengan menghapus diskrimanisasi yang menghambat partisipasi perempuan dalam perekonomian.

Kedua, mencapai inklusi ekonomi dengan mendukung UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Ketiga, mengatasi kerentanan untuk meningkatkan ketahanan, dengan fokus pada perempuan penyandang disabilitas dan perempuan pedesaan. Keempat, tanggapan kesehatan yang setara gender.

Agenda W20 Presidensi Indonesia ini dibuat sebagai salah satu engagement group dalam G20. Rangkaian agenda tersebut akan segera dimulai dengan mengangat beberapa isu pemberdayaan perempuan.

Likupang Jadi Side Event Pertama W20

Dengan mengangkat beberapa isu terkait pemberdayaan perempuan, forum W20 akan dibagi ke dalam beberapa agenda utama yang disebut Women20 Summit dan agenda tambahan atau side event. Kawasan wisata Likupang di Minahasa Utara, Sulawesi Utara akan menjadi lokasi side event pertama W20 yang bakal berlangsung dari 14-16 Februari 2022.

Pertemuan pertama ini akan diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh sekitar 150 orang peserta. Termasuk juga pewakilan dari para negara anggota G20, yakni Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa.

Beberapa juga akan emmberikan opening presentation seperti Bathylle Missika yang merupakan Head of Division-Networks, Partnerships and Gender, OECD Development Centre. Pembicara lain adalah Prof Mari Miura yang merupakan Professor of Political Science Sophia University sekaligus committee member W20 Jepang.

Ada juga Salma Al Rashid, sebagai W20 Sherpa Arab Saudi, dan Martina Rogato, sebagai W20 Sherpa dari Italia. Selanjutnya, penyampaian perspektif dan rekomendasi akan dilakukan oleh Minah Kang dari South Korea, Nursyahbani Katjasungkana dan Andy Yentriyani dari Indonesia, serta Erin Watson dari Australia.

Selain itu, akan turut hadir secara langsung untuk memberikan opening speech di lokasi pertemuan adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Bintang Puspayoga, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, Co-Sherpa G20 Indonesia, Dian Triansyah Djani, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, dan Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo M.Pd.

Pemilihan Likupan menjadi lokasi side events dari W20 Presidensi Indonesia juga diharapkan dapat mengenalkan destinasi wisata unggulan ke dunia Intenasional. Likupang sendiri merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai destinasi wisata super prioritas.

Seluruh agenda W20 Presidensi Indonesia hingga Oktober 2022 nantinya akan digelar secara bertahap di beberapa titik destinasi prioritas di Indonesia. Pelaksanaannya bekerja sama dengan International Knowledge Partners, badan PBB, organisasi masyarakat sipil, akademisi, badan pemerintah hingga sektor swasta.

Setelah di Likupang, side events W20 Presidensi Indonesia hingga W20 Summit akan dilaksanakan di Batu, Jawa Timur, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Maret 2022, Manokwari, Papua Barat, pada Mei 2022, Danau Toba, Sumatera Utara pada Juli 2022, dan Denpasar, Bali pada September – Oktober 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini