Telkomsel Indico Dibentuk, Menteri BUMN Minta Result 6 Bulan

0
127
telkomsel indico

Gadgetdiva.id — Telkomsel Indico resmi dibentuk. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan memantau perkembangan Telkomsel Indonesia Digital Ecosystem (Indico), yang merupakan identitas untuk ekosistem digital di bawah naungan PT Telkomsel Ekosistem Digital (TED). Hal ini disampaikan Erick saat memberikan sambutan di peluncuran anak usaha baru besutan operator selular nomor satu di Indonesia itu.

Dalam sambutannya secara virtual, Kamis, 10 Maret 2022, Erick menyebut jika dia tidak ingin Telkomsel Indico hanya sekedar dilaunching tapi juga memberika karya nyata untuk bisa membantu Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi digital terbesar di dunia. Seperti yang dipaparkannya, Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar ke-4 di dunia pada 2025 nanti.

telkomsel indico

“Saya ingin melihat result Indico dalam enam bulan ke depan. Apa terobosan-terobosan yang dilakukan Indico karena saya tidak mau ini sekedar launching, wacana. Konkrit real-nya yang ingin saya lihat. Saya akan pantau setiap 3 bulan sekali, bagaimana perkembangannya. Saya akan bantu jika memang ada kendala,” kata Erick untuk Telkomsel Indico.

Dikatakan Erick, semua negara di dunia melihat Indonesia sebagai potensi yang luar biasa. Seperti mereka melihat China di tahun 1980. Sekarang eranya Indonesia. JIka bicara pertumbuhan digital ekonomi, Indonesia dipercaya akan terus meningkat. Pada 2025 saja, kata dia, nilai Indonesia masih di angka yang baik, yakni sekitar Rp1.700 triliun. Diprediksi ini akan terus meningkat.

“Itulah kenapa saya bilang kita harus berani bertransformasi. Tidak comfortable di posisi yang ada hari ini karena first wave, second wave, dan third wave, datang dengan cepat. Kita akan tertinggal jika berdiam diri,” katanya.

telkomsel indico

CEO PT Telkomsel Ekosistem Digital, Andi Kristianto menjawab terkait bukti nyata yang akan digelontorkan Indico dalam waktu dekat. Sebagai identitas ekosistem digital untuk engage ke stakeholder, mereka akan membuat platform yang menyediakan semua kebutuhan konsumen.

“Kami selalu berangkat dari aset dan kapabilitas yang Telkomsel punya. Kita harus memiliki diferensiasi. Kami punya 170 juta pelanggan, 300 ribu outlet dan melayani 514 kota di Indonesia. Tak banyak entitas yang memiliki kapabilitas seperti Telkomsel.

Saat ini, kata Andi, Indico telah memiliki 3 lini bisnis. Di Health-tech ada Fita, edutech dengan Kuncie dan games dengan Majamojo. Di situ bisa dilihat adanya market yang besar, dan tentunya kapabilitas Telkomsel. Untuk prosesnya, Indico akan mengandalkan NextDev untuk inkubasi startup, ada TINC sebagai akselerator, dan TMI untuk pembiayaan atau capital venture. Intinya, engagement dengan ekosistem bisa lebih tergapai dengan Indico.

“Sebagai langkah awal, kami akan meletakkan semua aset dan kapabilitas Telkomsel di platform, kira-kira seperti itu. Platform itu nantinya akan engage ke ekosistem. Misalnya memanfaatkan 300 ribu outlet Telkomsel untuk O2O (online to offline). Intinya kita membuka akses kapabilitas Telkomsel ke ekosistem,” kata Andi.

Telkomsel Indico tahap awal

Engage pertama, kata Andi, sudah pasti terhubung dengan Fita, Kuncie dan Majamojo. Ini juga ingin membuktikan jika dengan engagement aset itu related dengan edutech, health-tech dan games. Jika proven, kita maju lagi dengan ekosistem yang lain,” papar Andi.

Diketahui, PT Telkomsel Ekosistem Digital (TED) dibentuk sebagai wujud keseriusan dalam memperluas portofolio bisnis digital perusahaan. Sebagai anak perusahaan Telkomsel, PT TED akan diposisikan sebagai holding company yang menaungi beberapa anak perusahaan dari emerging portfolio bisnis vertikal Telkomsel di bidang sektor digital, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sinergi seluruh keunggulan ekosistem aset yang dimiliki Telkomsel.

Pembentukan PT TED juga ditujukan untuk membuka peluang serta mempermudah inovasi pemanfaatan teknologi digital terkini yang akan memperkuat ekosistem digital Indonesia, dan mengantar Indonesia menjadi digital powerhouse di Asia Tenggara.

Kuncie, Fita dan Majamojo merupakan lini bisnis vertikal TED. Kuncie, sebuah platform belajar beragam kemampuan praktis dari mentor-mentor terpercaya kini telah melayani lebih dari satu juta pengguna dan selalu menduduki peringkat 5 besar di Google Playstore kategori Education. Sementara itu, Fita, sebuah platform yang menggerakkan masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat juga telah dipercaya oleh lebih dari satu juta pengguna dan menduduki peringkat pertama di Google Playstore kategori Health & Fitness. Dan Majamojo bergerak di ekosistem game publisher.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini