Rayakan Hari Kartini, Kominfo Gelar Women in Digital Entrepreneurship #RecoverTogether

0
61
Women in Digital Entrepreneurship

Gadgetdiva.id — Women in Digital Entrepreneurship (WiDE) kembali dihadirkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika hari ini (21/4). Guna merayakan hari Kartini sekaligus menjadi upaya pemulihan ekonomi terdampak pandemi.

Acara hari ini merupakan kerja sama antara Kementerian Komoinfo dan IEEE Indonesia Section. Dimana juga selain digelar untuk merayakan hari Kartini, acara ini juga turut memeringati rangkaian perayaan puncak International Telecommunication Union (ITU) International #GirlsinICT Day yang berlangsung pada bulan April ini.

Berlangsung secara daring, webinar mengangkat tema Women in Digital Entrepreneuship: #RecoverTogether with Digital Entrepreneurship. Pada webinar tersebut Women in Digital Entrepreneurship tersebut membahas seputar UMKM yang menjadi tulang punggung dari bangkitnya pereknomian Indonesia pasca pandemi. Termasuk juga membuka peluang bagi perempuan Indonesia untuk meningkatkan keterampilan wirausaha digital.

Women in Digital Entrepreneurship

Webinar Women in Digitalpreneur: Aspiring Speech from Goverment

Webinar Women in Digital Entrepreneurship sendiri menghadirkan dua sesi panel pelatihan. Sesi pertama bertajuk “Women in Digitalpreneur: Aspiring Speech from the Goverment” yang diisi oleh stakeholeders pemerintah. Sesi pertama diisi untuk memperbaiki asimetris informasi mengenai dukungan pemerintah terhadap Digital Entrepreneurship.

Dalam sesi pertama webinar, pembicaranya adalah Menkominfo Johnny G. plate, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK Femmy Eka Kartika, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menparekraf Sandiaga Uno, serta Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid.

Women in Digital Entrepreneurship

Acara dibuka oleh sambutan yang diberikan oleh Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia. Dimana pada pidatonya tersebut, ia menyatakan bahwa kehadiran transformasi digital di Indonesia mendorong penyediaan dan menyetarakan akses khususnya bagi wanita untuk berwirausaha serta berkontribusi bagi ekonomi nasional.

Transformasi digital ini, lanjut Johnny, dapat membuat para wanita melebarkan sayap mereka. Agar dapat tampil setara dengan pria dalam hal pengembangan ekonomi digital.

“Ini (transformasi digital) menawarkan fleksibilitas peran perempuan sebagai ibu Rumah Tangga, sekaligus sebagai wirausaha dan bekerja. Ini juga menjawab harapan wujud dari aksi nondiskriminasi. Solusi atas ketidakpuasan banyak perempuan terhadap dunia kerja regula, solusi yang menawarkan kesetaraan peluang baik bagi pria dan juga wanita,” tambah Johnny.

Kini, perempuan memiliki peran utama selama masa tranformasi digital. Mereka memiliki kontribusi hingga 60 persen dari total 58 juta UMKM di Indonesia.

Women in Digital Entrepreneurship

Data ini juga diperkuat oleh pemaparan yang disampaikan Meutya Hafid. Ketua Komisi I DPR RI ini menyatakan bahwa sektor UMKM berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. UMKM sendiri menyumbang 61,1% PDB nasional dan mendominasi 99% lebih unit usaha di Indonesia.

Menurut laporan Kemenkeu tahun 2021 yang ia sampaikan tadi, sebanyak 64,5% dari total UKM dikelola oleh kaum perempuan. Angka tersbeut meningkat dibandingkan pada tahun yang berada di angka 43%.

“Mari kita bersama hantarkan para Kartini Modern untuk bermigrasi, bangsa dan masyarakat Indonesia memasuki ruang-ruang digital untuk kejayaan negeri dan raykat. Mari Kita kobarkan semangat juang Raden Ajeng Kartini dalam rangka mengabdi untuk bangsa,” tutup Johnny.

Pelatihan Women in Digital Entrepreneurship 2022

Pelatihan Women in Digital Entrepreneurship tahun ini dibuka untuk para pelaku wirausaha perempuan. Rentang usia yang ditetapkan adalah 15-35 tahun. Pendaftarannya sendiri telah dibuka pada 3-19 April 2022 lalu.

Kominfo menetapkan target sebanyak 60.000 orang pewira usaha untuk mengkuti pelatihan tahun ini. Tujuannya adalah untuk mencetak pewirausaha digital baru yang mana nantinya dapat mengembangkan kewirausahaan digital. Termasuk juga membantu perempuan Indonesia seperti ibu rumah tangga muda dalam memulihkan prekonomian keluarga selama masa pandemi dengan digital entrepreneur.

Program yang dijalankan oleh Kominfo adalah Digital Entrepreneurship Academy (DEA) dimana merupakan bagian dari Digital Talent Scholarship (DTA). Melalui program ini, diharapkan dapat menjadi jembatan terkait kesenjangan digital sekaligus mengurangi ketidaksetaraan terutama di masa pemulihan pandemi.

Women in Digital Entrepreneurship

Melalui program ini, juga menjadi salah satu bentuk dukungan dari transformasi digital. Dimana menjadi salah satu kunci bangkitnya keterpurukan di masa pandemi. Lapangan ekonomi digital emmerlukan partisipasi aktif dari prempuan untuk menjawab tantangan kreativitas dan kemampuan adaptasi utuk perubahan.

“Transformasi digital menjadi salah satu kunci utama untuk bangkit dari keterpurukan di masa pandemi. lapangan ekonomi digital perlu partisipasi aktif dari perempuan untuk menjawab tantangan kreativitas dan kemampuan adaptasi untuk perubahan. Untuk mendukung trasnformasi digital di bidang UKM ini. Maka, badan penellitian dan pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika menginisiasi suatu program yang kita namakan sebagai Digital Entrepreneurship Academy yang sudah dimulai tahun 2020,” jelas Hary Budiarto selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini