5G Diperkirakan Akan Lampaui 4,4 Miliar Pengguna Pada 2027

0

Amerika Utara diperkirakan akan memimpin dunia dalam penetrasi langganan 5G dalam lima tahun ke depan, dengan sembilan dari setiap 10 langganan di wilayah tersebut diperkirakan akan menjadi pengguna 5G pada tahun 2027.

Perkiraan tersebut dimuat dalam edisi terbaru Ericsson (NASDAQ: ERIC) Mobility Report, yang juga memprediksi bahwa langganan 5G global saat ini akan melewati capaian satu miliar pada akhir tahun 2022.

Secara global, 5G diperkirakan akan mencakup hampir setengah dari semua langganan pada tahun 2027, melampaui 4,4 miliar langganan. Selain itu, Ericsson – juga mengungkapkan bahwa lalu lintas data jaringan seluler global meningkat dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Perkembangan traffic ini didorong oleh peningkatan penggunaan smartphone dan broadband seluler, serta digitalisasi masyarakat dan industri. Beberapa ratus juta orang menjadi pelanggan broadband seluler baru setiap tahunnya.

Statistik dan perkiraan baru-baru ini menyoroti kuatnya permintaan konektivitas data dan layanan digital yang ada saat ini, dan yang diprediksi akan terjadi, terlepas dari pandemi Covid-19 yang mendunia dan ketidakpastian geopolitik.

Ericsson Mobility Report edisi Juni 2022 juga memverifikasi bahwa jaringan 5G berkembang lebih cepat daripada semua generasi teknologi seluler sebelumnya. Sekitar seperempat populasi dunia saat ini memiliki akses ke cakupan 5G.

"5G"

Selama kuartal I tahun 2022, terdapat penambahan sekitar 70 juta langganan 5G. Pada tahun 2027, sekitar tiga perempat populasi dunia akan dapat mengakses 5G, menurut laporan tersebut.

Sementara untuk Internet of Things (IoT), laporan tersebut mencatat bahwa pada tahun 2021, broadband IoT (4G/5G) mengambil alih 2G dan 3G sebagai teknologi yang menghubungkan bagian terbesar dari semua perangkat seluler yang terhubung dengan IoT, terhitung sebanyak 44 persen dari seluruh koneksi.

Teknologi IoT yang masif  (NB-IoT, Cat-M) meningkat hampir 80 persen selama tahun 2021, mencapai hampir 330 juta koneksi. Jumlah perangkat IoT yang terhubung dengan teknologi ini diperkirakan akan melampaui 2G/3G pada tahun 2023.

“Ericsson berkomitmen terhadap Indonesia dan kami berharap dapat memberikan manfaat penuh 5G di tanah air,” ujar Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia.

5G akan memainkan peran penting dalam mempercepat digitalisasi ekonomi dan mendorong inovasi generasi mendatang bagi konsumen dan perusahaan di Indonesia.

“Infrastruktur digital kuat yang sedang kami bangun di Indonesia akan membantu menjembatani kesenjangan digital, menciptakan peluang kerja, mendorong ekonomi, dan mewujudkan transformasi digital nasional,” tutup Jerry.

Ericsson saat ini memiliki 174 perjanjian dan kontrak 5G komersial dengan penyedia layanan komunikasi unik secara global, termasuk 125 jaringan 5G komersial yang sudah live.

Baca juga : Razer Umumkan Kerjasama dengan Ikon Streetwear BAPE

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini