2019, sudah ada 10 juta pelanggan 5G di dunia

Diva says – Girls, tau ga, kalau ternyata tahun ini sudah ada sekitar 10 juta pelanggan 5G. Di 2024 nanti jumlah orang-orang yang langganan internet supercepat  itu bisa mencapai 400 juta orang, loh. Ini bukan isapan jempol tapi merupakan prediksi dari vendor jaringan selular ternama, Ericsson.

Pada kuartal pertama 2019, total penggunaan data seluler meningkat hingga 82 persen. Dari angka ini, konsumsi meningkat sampai 131 Exabytes (EB) per bulan di 2024, dimana pada saat itu jaringan di atas 5G telah diimplementasi sebesar 35 persen. Secara global, terdapat satu miliar koneksi IOT berbasis seluler, sebuah angka yang diperkirakan dapat meningkat hingga 4,1 miliar pada akhir 2024.

Dari angka itu, 45 persennya dipresentasikan oleh Massive IOT. Berbagai industri yang menggunakan Massive IOT seperti utility dengan smart matering, healthcare dalam kaitannya dengan medical wearable, dan transportasi dengan tracking sensor.

Ericsson Mobility Report edisi Juni 2019 memperkirakan langganan 5G akan mencapai 1,9 miliar, mengalami peningkatan sebesar 27 persen dari 1,5 miliar, perkiraan pada November 2018. Di Asia Tenggara dan Oceania, pengguna data seluler per bulan di perkirakan akan tumbuh hingga tujuh kali dari 2,3 exabytes pada 2018 menjadi 16 exabytes pada 2024. Sementara masih di wilayah ini perkirakan akan mengadopsi 5G pada  akhir 2024.

Implementasi 5G lebih cepat

Sementara itu girls, beberapa perkiraan lainnya pun turut mengalami peningkatan signifikan akibat cepatnya penyerapan 5G. Pada akhir tahun 2024, jangkauan 5G mampu mencapai 45 persen dari populasi dunia. Angka tersebut dapat meningkat menjadi 65 persen, seiring dengan teknologi spectrum sharing yang memungkinkan implementasi 5G pada pita frekuensi LTE.

Penyedia layanan operator di beberapa pasar dunia kini telah mengaktifkan 5G seiring dengan hadirnya smartphone yang mendukung jaringan tersebut. Target ambisius merken adalah cakupan populasi hing 90 persen di tahun pertama.

Ronni Nurmal, Head Division of Ericsson Indonesia, menganalogikan teknologi tersebut sebagai gerbong kereta yang berisi orang sekaligus barang, tidak terpisah. “Jadi spektrum yang sekarang dipakai 4G bisa dipakai juga untuk 5G. Sesuai traffic requirement, itu bisa berubah.” katanya.

Komitmen yang kuat dari vendor ponsel dan chipset juga merupakan kunci untuk percepatan adopsi 5G. Seiring dengan meningkatnya sebuah peran 5G dan implementasi  yang semakin masif, total langganan 5G di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai lebih dari 10 juta pada akhir tahun 2019 secara global.

Amerika Utara diprediksikan akan menjadi wilayah tercepat dalam penyerapan 5G, dengan 63 persen pengguna ponselnya akan terhubung ke 5G pada 2024. Sementara itu girls, di posisi kedua adalah Negara-negara Asia Timur Laut 47 persen dan diikuti oleh Eropa 40 persen.

“Kami adalah pelopor jaringan 5G di 4 benua. 5G akan menjawab kebutuhan kinsmen dan membawa Internet of things ke level yang baru. Konektivitas tinggi menjadi syarat utama,” ujar Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.