Huawei Cloud Mulai Eksis di RI Garap Startup, UKM, sampai Enterprise

0
Huawei cloud
Country Manager IDC, Mevira Munindra

Gadgetdiva.idHuawei Cloud mulai memperkenalkan diri di Indonesia hari ini, Kamis, 29 September 2022. Percepatan transformasi digital di tanah air membuat semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan Cloud, juga AI dan 5G. Inilah yang mendasari Huawei kemudian memperkenalkan Huawei Cloud Indonesia.

Menurut Country Manager IDC, Mevira Munindra, saat ini hampir semua perusahaan menargetkan untuk mengadopsi teknologi cloud. Bahkan menurut riset perusahaannya, ada sekitar 80 persen perusahaan di Asia yang sudah mau menyisihkan investasi mereka sebagaian besar untuk membangun infrastruktur digital.

huawei cloud
Jacqueline Shi, President Global Marketing and Sales Service, Huawei Cloud

“Salah satu langkahnya adalah memperkokoh infrastruktur digital dengan cloud, baik iitu aplikasi berbasis cloud, atau cloud as a service. IDC memprediksi pada 2025 nanti ada 60 persen perusahaan global akan mengadopsi hybrid cloud, baik untuk penyedia fasilitas layanan atau gedung/bangunan. Ini dilakukan untuk merespons performa, keamanan, dan kewajiban pada industri,” ujar Mevira saat melakukakn presentasi di Huawei Cloud Summit 2022.

Cloud sebagai infrastruktur digital, kata Mevira, memungkinkan akselerasi transformasi digital. Pasalnya, cloud mampu mengurangi resiko keamanan sampai 74 persen, realibility sampai 60 persen, dan meningkatkan responsiveness sampai 49 persen.

huawei cloud
Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia

CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen mengatakan jika komitmen Huawei untuk membantu Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Bahkan selama 22 tahun eksistensinya, Huawei akan terus membantu pemerintah dan perusahaan di tanah air untuk ‘go digital’.

Lebih dari 60.000 orang telah mendapatkan manfaat dari program pengembangan bakat digital Huawei, lebih dari 1.000 siswa telah berpartisipasi dalam Kompetisi ICT Huawei, dan 90% karyawan di Huawei Indonesia adalah karyawan lokal. Pada tahun 2020, Huawei dan Kantor Eksekutif Presiden Indonesia menandatangani nota kerjasama pengembangan talenta, menjanjikan untuk melatih 100.000 talenta digital di kawasan ini melalui serangkaian proyek pengembangan talenta dalam waktu lima tahun.

Untuk mencapai tujuan ini, Huawei telah menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan bakat dengan lebih dari 70 universitas, lembaga penelitian akademik, dan lebih dari 20 lembaga pemerintah. Pada April 2022, lebih dari 60.000 orang di Indonesia telah merasakan manfaat dari program pengembangan bakat digital Huawei.

Region Baru Huawei Cloud Indonesia

Huawei Cloud sejatinya telah ada sejak lama, namun baru kali ini masuk Indonesia dan menjadi Region baru yang menawarkan infrastruktur digital, AI, media dan data. Akhir tahun ini, Region Huawei Cloud akan mencapai 29, dan zona ketersediaan (availability zone/AZ) akan berjumlah 75.

huawei cloud
Jonathan Zhou, Vice President of Huawei Cloud Marketing

“Kami menghubungkan pusat data ke pusat data, dan pusat data ke pengguna, dengan jaringan backbone berkecepatan tinggi yang didukung oleh 1700 jaringan operator. Layanan cloud kami dapat dijangkau dalam 50 milidetik di seluruh dunia, yang berarti pengalaman terbaik di kelasnya bahkan untuk layanan seperti multimedia real-time, game, dan kelas online,” kata Chen.

Sejak 2018, Huawei Cloud telah membangun 13 AZ di negara dan kawasan seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia untuk memberikan layanan kepada pengguna di Asia dengan latensi serendah 50 ms. Huawei Cloud akan meluncurkan Region baru di Indonesia pada bulan Oktober. Pusat data 3AZ, teknologi sinkronisasi database eksklusif, dan kerangka kerja DR memungkinkan Region baru untuk mencapai zero data loss dan peralihan beban kerja dalam hitungan menit.
“Region baru mendukung teknologi yang dibutuhkan generasi berikutnya, meningkatkan kinerja sebesar 30 persen untuk pengalaman yang lebih baik dalam skenario beban tinggi, seperti e-commerce, video pendek, game online, asuransi, dan keuangan,” ujar Chen.

Dalam event Huawei Cloud Summit 2022 tersebut, perusahaan asal China ini juga mengumumkan program untuk membantu para startup lokal, bernama Spark. Spark akan menyiapkan investasi sampai USD100 juta di Asia Pasifik sampai dua tahun ke depan. Mereka menargetkan 100 startup dan 5000 pengembang lokal sampai 2024 nanti.

Diketahui, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang mengadopsi Huawei Cloud. Selain perusahaan CT Corp ada juga Bank Neo Commerce, CBN, Surge, sampai logistik Anteraja dan J&T. Ke depan akan lebih banyak konsumen di kalangan startup dan UKM.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini