Bukit Algoritma Kelamaan, Sudah Ada Digital Hub Sinar Mas Land

0
digital hub sinar mas land

Gadgetdiva.id — Digital Hub Sinar Mas Land digadang akan menjadi ekosistem digital di dunia properti. Mereka telah membangun digital hub, yang fungsinya hampir sama dengan silicon valley. Daripada menunggu mimpi Bukit Algoritma, Sinar Mas sudah mulai dengan Digital Hub.

Pengguna internet yang kini sudah hampir 90 persen di Indonesia menginspirasi adanya digital hub Sinar Mas Land. Perusahaan menyadari pentingnya keberadaan teknologi digital dalam pengembangan properti. Perusahaan pun mulai fokus mendukung pertumbuhan property technology (proptech) yang berinovasi untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan properti masyarakat.

Menurut Irawan Harahap, Chief Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Pengembangan proptech merupakan salah satu upaya yang dilakukan Sinar Mas Land dalam transformasi township menjadi integrated smart digital city. Bukan hanya dari segi fisik atau keterbangunan, tapi juga mendorong pertumbuhan startup khususnya bidang proptech yang erat kaitannya dengan bidang usaha Sinar Mas Land, termasuk digital hub Sinar Mas Land.

digital hub sinar mas land
Irawan Harahap (Chief Digital Tech and Ecosystem Sinar Mas Land), Indira Shadrina (Co-Founder & CCO IDEAL), Bayu Seto (Partner Living Lab Venture), Maria Herawati Manik (Country Manager Rumah123.com), dan Mulyawan Gani (Chief Transformation Officer Sinar Mas Land) dalam acara Tech Media Workshop.

“Bersamaan dengan pembangunan Digital Hub, kami melakukan kampanye Digital Hub Next Action (DNA) yang menghadirkan berbagai program seminar, workshop inkubasi, dan akselerasi untuk memperkuat ekosistem digital serta menyiapkan para pelaku startup untuk bersaing di skala nasional maupun internasional,” ujar Irawan, dalam Tech Media Workshop bertema “The Next Wave Proptech Ecosystem in Indonesia” pada Rabu, 26 Oktober 2022, di Marketing Office BSD City.

Sinar Mas Land melakukan transformasi digital untuk memberikan pelayanan dan produk terbaik bagi masyarakat sejak tahun 2016. Dari segi infrastruktur, perusahaan menerapkan penyediaan jaringan fiber optic untuk internet berkecepatan tinggi, pengawasan lalu lintas melalui traffic command center, dan lain sebagainya.

Digital Hub Sinar Mas Land

Sinar Mas Land juga mengembangkan Digital Hub, sebuah kawasan seluas 26 hektare yang didedikasikan untuk komunitas, institusi pendidikan, startup dan perusahaan multinasional di bidang teknologi digital dan kreatif. Animo positif diterima untuk pembangunan ini dari perusahaan terkemuka seperti Traveloka, Unilever, NTT, Grab dan Apple yang kini telah masuk ekosistem digital Sinar Mas Land.

“Kami ingin menciptakan digital hub, bukan business district. Bedanya, ekosistem yang kami punya lengkap untuk mengembangkan perusahaan rintisan. Bukan lagi perkantoran, tapi menghubungkan semua ekosistem digital di dunia teknologi. Mulai dari institusi pendidikan untuk menciptakan talenta digital, berkumpulnya perusahaan startup atau perusahaan multi-nasional, ada juga venture capital di sini,” ujar Chief Transformation Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani.

Bahkan, lanjutnya, di kawasan tersebut juga ada content creator Hub yang akan menghubungkan semua konten kreator yang ada, mulai dari TikTokers, selebgram, YouTube dan lainnya. Di sana akan dibangun studio, kafe instagramable, dan juga ekosistem yang akan mendukung karya para konten kreator.

“Keseriusan Sinar Mas Land untuk mentransformasi ekosistem digital perusahaan mendorong kami untuk melakukan perpanjangan usaha dengan Living Lab Ventures (LLV). Ini merupakan investment arm yang kami siapkan guna mendorong inovasi teknologi melalui percepatan dan pendanaan startup di Indonesia. Sejak diluncurkan pertengahan tahun ini, LLV telah menerima respon positif dari startup proptech, mulai dari sisi pencarian properti, kredit properti, pembiayaan, hingga co-living. Kami harap inovasi yang mereka hadirkan dapat difasilitasi dengan baik oleh LLV guna memberikan solusi terhadap kebutuhan properti masyarakat,” kata Mulyawan.

Industri Proptech

Pergerakan ke arah new wave proptech juga berpengaruh ke industri turunan, salah satunya Rumah123.com. Menurut Country Manager, Maria Herawati Manik industri proptech sangat terdorong di masa pandemi Covid-19 padahal banyak industri lain yang malah mengalami penurunan.

“Kita juga menyaksikan pertumbuhan pasar properti di generasi milenial dan gen Z yang market share-nya kini mencapai 46%. Rumah123.com membantu konsumen dalam mencari properti, mulai dari listing properti primary dari developer, secondary dari pemilik properti dan bank sebagai penyedia jasa layanan pendanaan. Penjajakan di masa pandemi kami lakukan dengan transformasi ke digital untuk memudahkan konsumen mendapatkan properti yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Maria.

Co-founder & CCO IDEAL, Indira Shadrina menambahkan jika perusahaannya merupakan salah satu yang mendukung proptech. Mereka percaya proptech bisa membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan rumah yang ideal, dengan pendanaan yang bersifat responsible ending.

“Kami menyasar pendanaan properti karena hunian adalah kebutuhan pokok yang pasarnya besar dan sangat bisa bertahan saat pandemi Covid-19. Kami menghadirkan platform end-to-end yang menjamin keamanan data, mulai dari komparasi produk, simulasi dan pengajuan KPR secara digital langsung ketiga bank sekaligus dalam satu waktu,” tutup Indira.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini