ViewSonic Umumkan Strategi Terbaru di Hari Jadi ke 35

0
Viewsonic

tahun ini merayakan hari jadinya ke-35 dan mengumumkan strategi terbarunya yaitu “Ecosystem as a Service” (EaaS). Selama bertahun-tahun, ViewSonic telah berhasil melakukan transformasi dari perusahaan perangkat keras menjadi penyedia solusi.

Dengan pengalaman dan keahliannya, Viewsonic semakin berkomitmen melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan mitra-mitranya guna memperkuat seluruh ekosistem, mempromosikan kalangan industri bertransformasi ke arah yang lebih baik.

Dengan transformasi tersebut, ViewSonic juga telah memenangkan penghargaan sebagai pemenang dalam “Business Model Transformation” dan “ESG Special Award” dalam Ding-Ge Digital Transforming Award yang diselenggarakan oleh Harvard Business Review Global Traditional Chinese Edition.

Sebagai pengakuan terhadap transformasi ViewSonic dari perusahaan perangkat keras menjadi penyedia solusi, berbagai penghargaan tersebut juga menggarisbawahi kontribusi ViewSonic terhadap tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.

“Dengan visi menjadi inspirasi dunia untuk melihat perbedaan antara hal yang biasa dan luar biasa, kami terus melakukan kemitraan lebih dekat lagi dengan para pelaku industri guna mempercepat inovasi dan mengatasi permasalahan konsumen kami,” kata Eko Handoko Wijaya, Country Manager ViewSonic Indonesia.

Konsep Ecosystem as a Service (EaaS) adalah untuk mengikutsertakan para pemangku kepentingan di kalangan industri dalam proses pengembangan solusi dan untuk bersama-sama menciptakan layanan baru.

Dimulai dengan sektor pendidikan, ViewSonic telah membuat pencapaian luar biasa dengan strategi EaaS dan berencana akan menerapkan strategi tersebut di segmen lain guna memperluasnya secara global.

Di masa pandemi, ViewSonic menawarkan myViewBoard secara gratis kepada K-12, kalangan perguruan tinggi, dan universitas, guna mendukung pengajaran dan pembelajaran online selama sekolah-sekolah ditutup. Hingga saat ini, myViewBoard telah digunakan oleh lebih dari 6 juta pengguna di seluruh dunia.

ViewSonic

Meski demikian, model pembelajaran online saat ini masih terbatas akibat kurangnya interaksi, menyulitkan para pendidik untuk mengevaluasi keterlibatan siswa selama pembelajaran. Guna mengatasi permasalahan ini, ViewSonic meningkatkan pengalaman pembelajaran digital dari lingkungan pendidikan 2D ke lingkungan 3D yang imersif.

Melalui pengenalan terhadap UNIVERSE, sebuah metaverse bagi dunia pendidikan, para pendidik dan siswa yang memungkinkan pengajaran dan pembelajaran seperti halnya berada di ruang kelas sungguhan.

Dengan menggabungkan pengendali yang intuitif dan beragam peralatan, para guru dapat melibatkan siswa-siswanya dalam diskusi dan kolaborasi kelompok, menghasilkan umpan balik secara real-time.

Para siswa juga dapat mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan teman-temannya melalui avatar personal. UNIVERSE menghadirkan sebuah suasana saling memiliki baik bagi para guru dan siswa-siswanya yang belum pernah tersedia pada platform pembelajaran online lainnya.

Dengan berpusat pada kebutuhan konsumen, ViewSonic akan terus meningkatkan lini produknya, berinvestasi pada teknologi terbaru, dan menciptakan komunitas yang erat antara kalangan pendidik, kreator, dan gamer di berbagai pasar vertikal guna menginspirasi dunia dengan keunggulan visual.

Baca juga : Indosat Siapkan Kuota 50GB untuk Nonton Piala Dunia Qatar 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini