Pengiriman Smartphone Indonesia Menurun, OPPO Duduki Nomor 1

0
Smartphone
Foto: Unsplash

Gadgetdiva.id — Pasar smartphone Indonesia dikabarkan menurun 21%. Namun, menariknya OPPO tetap memimpin.

Menurut riset Monthly Indonesia Smartphone Channel Share Tracker dari Counterpoint, pengiriman smartphone di Indonesia menurun hingga 21% yoy pada kuartal ketiga 2022. Meski menurun, OPPO mempertahankan kepemimpinan dan tingkat pertumbuhannya di pasar smartphone Indonesia.

Penurunan pengiriman smartphone ini disebabkan oleh kondisi ekonomi makro dan mata uang. Dampak dari kondisi ekonomi ini telah berkurang selama COVID-19 tahun lalu dan pasar mengalami pertumbuhan yang signifikan. Namun, saat pembatasan dicabut, pengiriman turun lagi.

Pengiriman smartphone di Indonesia menurun

Permintaan smartphone yang tinggi pada Q3 2021 setelah pencabutan lockdown COVID-19 menghasilkan pengiriman yang lebih tinggi. Dimana membuat kuartal ini terlihat lebih buruk.

OPPO berhasil merebut kembali posisi teratas pada Q3 2022 yang dmotori oleh OPPO A16, OPPO A57 dan seri Reno. Pemasaran yang agresif dan model yang tersebar di seluruh rentang harga juga berkontribusi pada pertunjukan yang bagus.

OEM utama memotong pengiriman mereka kerena persediaan menumpuk. Di kisaran harga Rp. 2,5 – 3,9 jutaan, dominasi Samsung melemah. Sehingga, menempatkan vivo dan OPPO sebagai OEM utama dengan pangsa gabungan sebesar 51%.

Di sekitaran harga di bawah 2 jutaan, dipimpin oleh OPPO dan vivo dengan pangsa sebesar 34%. Infinix meningkatkan kehadirannya di segmen ini dengan memperkenalkan seri Hot 12.

Semntara, untuk smartphone di segmen harga lebih dari Rp. 7  jutaan kemungkinan tidak akan terpengaruh oleh hambatan ekonomi makro karena kapasitas kelompok konsumen untuk pengeluaran bebas. Oleh karena itu, OEM telah menambah opsi untuk rentang harga ini.

Smartphone

OPPO dengan seri Reno-nya pernah memegang mahkota di segmen Rp. 7,8 – 10 jutaan. Pada Q3 2022, Samsung dan OPPO memimpin segmen tersebut dengan pangsa 63%.

Mengomentari dinamikan kisaran harga, Analsi Febriman Abdillah menyatakan, “Segmentasi harga 7-10 jutaan dapat menjadi pasar uang menarik mengingat pertumbuhannya yang tinggi di masa ekonomi yang bergejolak.”

Menurut Febriman, di Indonesia sendiri OEM menawarkan spesifikasi seperti RAM 8-12GB, ROM 256GB, kapasitas baterai 4000-6000mAh dan kemampuan 5G. Spesifikasi seperti inilah yang dapat membantu dalam penargetan konsumen yang lebih baik.

Saluran online smartphone sendiri tumbuh 8% YoY pada Q3 2022 mencapai 22% dari keseluruhan pengiriman. Ketersediaan produk adalah salah satu pendorong utama yang memotivasi konsumen untuk mengunjungi platform online.

Sedangkan, pangsa pasar smartphone 5G mencapai 25% pada Q3 2022. Bisa dibilang lebih lambat dibandingkan dengan negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara. Pengiriman smartphone 5G tumbuh 42% YoY.

Pertumbuhan ini sebagian besar berasal dari kisaran harga 3 – 5 jutaan. Samsung dan vivo memimpin pertumbhan 5G dengan seri Galaxy A33, M33 dan vivo Y75.

Memasuki Q4 2022, Febriman menyatkaan bahwa ada optimisme akan kemungkinan peningkatan permintaan smartphone budget dan mid-range selama musim belanja. Penignkatan lebih lanjut dalam spesifiaksi di sini untuk model-model baru.

Hal tersebut dapat memicu permintaan melalui peningkatan smartphone. Terutama bila ada kemungkinan permintaan yang terpendam di Q4.

“Tantangannya adalah bagaimana menarik konsumen secara efektif. Konsumen akan memiliki banyak pilihan merek dan model smartphone dan akan lebih sadar akan fitur apa yang mereka butuhkan,” tutup Febriman.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini