7 Poin Lainnya Terkait Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender dalam Deklarasi Pemimpin G20

0
Deklarasi Pemimpin G20

Gadgetdiva.id — KTT G20 telah menghasilkan 52 poin Deklarasi Pemimpin G20. Terdapat 8 poin yang membahas isu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.

Salah satunya merupakan rekomendasi dari aliansi G20 Empower. Yakni, terkait isu pemberdayaan permepuan dan kesetaraan gender.

KTT G20 Bali menyatakan bahwa mereka akan terus memberi dukungan penyelenggaraan pada isu pemberdayaan perempuan ke depannya. Seperti yang tercantum dalam komitmen ke-46 dalam Deklarasi Pemimpin G20.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Bintang Puspayoga menegaskan bahwa ditetapkannya komitmen tersebut menunjukkan bahwa para anggota G20 memberi perhatian pada perempuan.

Bintang menyatakan negara-negara anggota G20 telah serius menempatkan perempuan dan anak sebagai inti dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut dia, mereka juga berkomitmen untuk membangun arsitektur perekonomian global yang bertitik tolak dari kesetaraan dan penghapusan ketimpangan baik dalam distribusi kerja domestik dan pengasuhan. Maupun, ketimpangan.

Deklarasi Pemimpin G20

Co-Chair G20 EMPOWER, Rina Prihatiningsih, mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi keputusan KTT G20 Presidensi Indonesia mendeklarasikan tujuh poin lainnya yang berkaitan dengan terwujudnya akses, partisipasi, mendapatkan manfaat dan kontrol yang inklusif, adil, setara dan berkelanjutan sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal.” 

Rina menambahkan bahwa terdapat total 8 dari 52 butir atau 15% isi deklarasi yang membahas mengenai isu ini. Ini artinya, ada kenaikan signifikan dari Presidensi G20 di Italia sebelumnya yang hanya mencapai 8%.

“Tentunya, ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor kementerian, engagement group Women of 20 (W20), lembaga swasta, organisasi perempuan, dan semua yang tergabung dalam forum EMPOWER, yang turut memastikan tercapainya deklarasi ini,” pungkas dia. 

7 Poin Lainnya dalam Deklarasi Pemimpin G20

Ada pun 7 poin lainnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Di antaranya sebagai berikut.

Poin 6

Menerapkan pendekatana One Health, mengintensifkan penelitian mengenai ilmu dan teknologi pangan. Serta, meningkatkan kapasitas seluruh elemen yang berkepentingan di sepanjang rantai pasokan pangan, khususnya perempuan, pemuda, petani kecil, petani marjinal dan nelayan.

Poin 25

Mendorong kolaborasi internasional untuk lebih mengembangkan keterampilan digital dan literasi digital untuk memanfaatkan dampak positif transformasi digital. Terutama bagi perempuan, anak perempuan dan orang-orang dalam situasi rentan dan mendukung lebih lanjut upaya untuk mengembangakn keterampilan dan literasi yang andal.

Poin 26

Menjadikan teknologi digital sebagai kunci pemulihan pemberdayaan di berbagai sektor, antara lain dalam membangun sistem pangan dan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan, menciptakan pekerjaan yang berkelanjutan dan layak serta pengembangan kapasitas manusia, mendukung perdagangan inklusif, industrialisasi dan investasi, meningkatkan produktivitas, serta membuka potensi ekonomi masa depan, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk start-up.

Lebih jauh, memastikan tidak ada yang tertinggal dalam upaya mengubah masyarakat ke arah digital, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemuda, perempuan, sektor bisnis, lembaga audit, parlemen, ilmuwan, dan buruh.

Poin 28

Mendukung Kerangka Kerja Inklusi Keuangan G20 tentang Memanfaatkan Digitalisasi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Mendorong Ekonomi yang Berkelanjutan dan Inklusif untuk Perempuan, Pemuda dan UMKM atau Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Yogyakarta dengan berpedoman pada Rencana Aksi Inklusi Keuangan G20 2020.

Poin 39

Memunculkan otomatisasi dan teknologi digital pada dunia kerja, serta memanfaatkan peluang dan tantangan. Mengatasi situasi pandemi Covid -19 yang telah memperburuk ketidaksetaraan yang sudah ada sebelumnya di banyak negara, di mana situasi tersebut terus memengaruhi perempuan, pemuda, pekerja lanjut usia, penyandang disabilitas, dan pekerja imigran secara tidak proporsional.

Poin 41

Berkomitmen pada pendekatan yang berpusat pada manusia, inklusif, adil, dan berkelanjutan yang mengarah pada keadilan sosial yang lebih besar, pekerjaan yang layak, dan perlindungan sosial untuk semua. Melanjutkan integrasi penyandang disabilitas, perempuan, dan kaum muda lintas sektor, serta mendorong pasar tenaga kerja yang inklusif.

Poin 44

Memberdayakan para aktor yang relevan di dalam dan di luar G20 untuk menghilangkan hambatan pendidikan, meningkatkan lingkungan pengajaran dan pembelajaran, serta mendukung transisi di dalam dan di semua tahap pendidikan, dengan penekanan pada perempuan dan anak perempuan. Menggarisbawahi pentingnya kesejahteraan peserta didik dalam persiapan mereka untuk bekerja dan partisipasi serta kontribusi yang bermanfaat untuk masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. 

Total tidak kurang dari 150 peserta yang hadir secara langsung pada Sherpa Meeting ke-4 G20 Presidensi Indonesia. Mereka adalah kepala Sherpa dari negara-negara anggota G20 yaitu, Argentina, Australia, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Rusia, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikan, Uni Eropa, Meksiko, Arab Saudi, Kanada, China, dan Brazil. Pertemuan terbatas ini turut dihadiri oleh perwakilan dari semua working groups G20, termasuk di dalamnya aliansi G20 EMPOWER sebagai bagian dari Sherpa.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini