News

Fitur Baru “View Counter” Twitter Tuai Banyak Protes Karena Ganggu Kenyamanan

post-img

Source : gadgetDiva

Gadgetdiva.id — Awal bulan ini, miliarder sekaligus CEO Twitter Elon Musk memperkenalkan sebuah fitur baru yang cukup kontroversil di Twitter. Fitur baru tersebut adalah “View Counter” yang dapat melihat jumlah tampilan pada setiap tweet.

Fitur ini sudah hadir di bagian sebelah kiri dari tombol like dan retweet. Kehadiran fitur baru ini dikatakan memang tidak cocok bagi semua pengguna, terlepas dari pernyataan Musk bahwa Twitter akan terasa lebih aktif dengan “View Counter” ini.

Musk telah mengumumkan perubahan baru bahwa pengguna akan dapat mematikan fitur View Counter. Pengaturan tersebut akan segera diperkenalkan, sehingga pengguna dapat memilih untuk menggunakan fitur tersebut atau tidak.

Sejak fitur View Counter ditambahkan, tampilan interface Twitter menjadi terlihat ramai, terutama di platform mobile. Selain itu, kerapihan dan keseragaman tampilan UX juga hilang. Hal ini menjadi pr bagi Musk untuk dapat merapihkan sosial media milikinya.

Musk mengklaim bahwa lebih dari 90% pengguna hanya membaca tweet, dan tidak benar-benar berinteraksi dengan menggunakan tindakan seperti like, reply atau retweet. Hal inilah yang membuat Twitter tampak terlihat tidak hidup.

Ambisi Musk dalam mengeluarkan fitur yang dapat menampilkan jumlah penayangan untuk tweet adalah untuk memudahkan para biro iklan atapun perusahaan yang mengiklankan produknya dalam menentukan target pelanggan.

Tweet yang dapat dilihat tampilan jumlah penayangannya ini merupakan taktik atau strategi pemasaran bagi Twitter yang juga digunakan oleh para platform pesaing mereka yaitu YouTube, Tiktok, dan Instagram, alih-alih sebagai pernyataan “menghidupkan” platform tersebut.

Dalam beberapa bulan terkahir. Musk dengan terbuka membicarakan tentang potensi Twitter sebagai platform penggerak ekonomi bagi para content creator. Dia dilaporkan bersedia untuk membayar para content creator sebanyak YouTube dan TikTok.

Hal ini tentu saja menarik minat yang tinggi bagi para content creator yang ingin membuat konten di Twitter. Senada dengan hal tersebut, Musk dilaporkan juga ingin menawarkan lebih banyak peluang monetisasi kepada mereka yang membuat konten.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News


author-img_1

Fikri Oktafian

Reporter

Lulusan sarjana Bahasa dan Kebudayaan Inggris Universitas Darma Persada. Gemar menonton film dan berolahraga. Memiliki pengalaman Content Writer. Live your life to the fullest.

Artikel Terkait

Indosat Dorong Pemanfaatan AI untuk Pertumbuhan Ekonomi di Luar Metropolitan
News

Indosat Dorong Pemanfaatan AI untuk Pertumbuhan Ekonomi di Luar Metropolitan

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) meluncurkan laporan khusus berjudul, “Empowering Indonesia Rep..

Kemenkes Beber Hasil Uji Coba Starlink di 3 Fasyankes
News

Kemenkes Beber Hasil Uji Coba Starlink di 3 Fasyankes

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa uji coba Starlink berlangsung dengan baik. Layanan terse..

Starlink Resmi di Indonesia, Berapa Harga Langganannya?
News

Starlink Resmi di Indonesia, Berapa Harga Langganannya?

Pemerintah Indonesia dan Elon Musk meresmikan Starlink untuk beroperasi di Indonesia pada Minggu (19..

Menkes dan Elon Musk Resmikan Starlink, Sediakan Akses Internet untuk Puskesmas
News

Menkes dan Elon Musk Resmikan Starlink, Sediakan Akses Internet untuk Puskesmas

Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Elon Musk resmi menghadirkan Starlink di Bali pada Minggu (19/5) kema..

Elon Musk Sudah Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink
News

Elon Musk Sudah Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink

Elon Musk tiba di Bali untuk meresmikan layanan internet satelit Starlink, yang akan merevolusi akse..


;