News

Pandangan ZTE dalam Pengembangan Data Center Cloud

post-img

Source : gadgetDiva

Gadgetdiva.id – ZTE berbagi pandangannya mengenai tren, peluang, dan tantangan dalam pengembangan data center pada acara Indonesia Cloud and Data Center Convention 2023.

Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis, 11 Mei 2023, di Hotel Shangri-La, Jakarta, dan dihadiri oleh lebih dari 1.000 pelaku industri TI dan profesional data center dengan membawa tema bagaimana infrastruktur digital dapat membantu membuka potensi besar Indonesia.

Sebagai pembicara utama dalam acara tersebut, Chu Yanli, Vice President ZTE Corporation, membahas tren dan aplikasi teknologi data center terbaru. Peningkatan data global mendorong perkembangan pesat data center di seluruh dunia, termasuk di Asia Tenggara.

Menurut Frost & Sullivan, tujuh negara di Asia mengalami pertumbuhan pendapatan data center yang signifikan, dengan Singapura sebagai pasar data center terbesar di Asia Tenggara, diikuti oleh Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Indonesia, khususnya, memiliki rata-rata pertumbuhan industri tertinggi di kawasan ini.

Volume data global sendiri diperkirakan akan mencapai 175ZB pada tahun 2025 dan mendorong percepatan perkembangan digital di Asia Tenggara.

Salah satu tantangan utama yang perlu dihadapi adalah Power Usage Effectiveness (PUE), yang mengacu pada rasio total daya yang digunakan oleh data center dengan daya yang dikirimkan ke peralatan komputasi.

Semakin tinggi PUE, semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan. Menurut data dari Uptime Institute, rata-rata PUE global telah menurun dari 2,50 pada tahun 2007 menjadi 1,57 pada tahun 2021.

Chu Yanli juga menekankan bahwa beberapa negara telah menerapkan kebijakan emisi karbon yang lebih ketat. Di Tiongkok, misalnya, kebijakan netralitas karbon pada tahun 2060 mengharuskan data center baru untuk memiliki PUE kurang dari 1,3 pada tahun 2025.

Di Jepang, kebijakan netralitas karbon pada tahun 2050 mengharuskan pengurangan konsumsi energi hingga 30% pada tahun 2030.

Di Indonesia, kebijakan zero-emissions pada tahun 2060 mengharuskan penggunaan data center ramah lingkungan dan teknologi hemat energi.

Untuk mematuhi kebijakan tersebut, diperlukan integrasi yang mendalam antara catu daya dan distribusi, koneksi yang disederhanakan, sistem pendingin yang lebih efisien, dan penggunaan Smart Management dengan Sistem AI.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News


author-img_1

Jundi Amrullah

Reporter

Artikel Terkait

Kaspersky Next, Solusi Terbaru Keamanan Siber Perusahaan
News

Kaspersky Next, Solusi Terbaru Keamanan Siber Perusahaan

Keamanan siber sangat penting bagi perusahaan untuk melindungi aset dari ancaman canggih. Kaspersky ..

Indosat Dorong Pemanfaatan AI untuk Pertumbuhan Ekonomi di Luar Metropolitan
News

Indosat Dorong Pemanfaatan AI untuk Pertumbuhan Ekonomi di Luar Metropolitan

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) meluncurkan laporan khusus berjudul, “Empowering Indonesia Rep..

Kemenkes Beber Hasil Uji Coba Starlink di 3 Fasyankes
News

Kemenkes Beber Hasil Uji Coba Starlink di 3 Fasyankes

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa uji coba Starlink berlangsung dengan baik. Layanan terse..

Starlink Resmi di Indonesia, Berapa Harga Langganannya?
News

Starlink Resmi di Indonesia, Berapa Harga Langganannya?

Pemerintah Indonesia dan Elon Musk meresmikan Starlink untuk beroperasi di Indonesia pada Minggu (19..

Menkes dan Elon Musk Resmikan Starlink, Sediakan Akses Internet untuk Puskesmas
News

Menkes dan Elon Musk Resmikan Starlink, Sediakan Akses Internet untuk Puskesmas

Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Elon Musk resmi menghadirkan Starlink di Bali pada Minggu (19/5) kema..


;