News

Pusat Data Terserang Ransomware, Pelaku Minta Tebusan Rp 131 Miliar

post-img

Source : Arget/Unsplash

GadgetDivaKementerian Komunikasi dan Informatika mengonfirmasi bahwa gangguan yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 diakibatkan oleh serangan Ransomware. Pelaku bahkan meminta tebusan sebesar USD 8 Juta atau sekitar Rp. 131 Miliar.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI Hinsa Siburian menyatakan bahwa gangguan pada Pusat Data Nasional yang berada di Surabaya. Insiden tersebut terjadi karena serangan siber berjenis Brain Chipper.

"Ransomware Brain Chipper tersebut merupakan pengembangan terbaru dari Lockbit 3.0. Jadi memang ransomware ini kan dikembangkan terus. Jadi, ini adalah yang terbaru yang setelah kita lihat dari sampel yang sudah dilakukan sementara oleh forensik dari BSSN," jelas Hinsa dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Kominfo, Jakarta pada Senin (24/5).



Dalam menanggulangi masalah tersebut, BSSN turut bekerja sama dengan Kemenkominfo, Cybercrime Polri dan Telkom Sigma terus melakukan investigasi secara menyeluruh serta kembali memulihkan layanan yang mengalami gangguan. Salah satunya ialah memecahkan enkripsi yang menyebabkan data PDN tak dapat diakses.

Direktur Network dan IT Solution Telkom Sigma Herlan Wijarnako menyebut bahwa pelaku serangan siber tersebut menyandera data. Ia meminta tebusan sebesar USD 8 Juta atau sekitar Rp. 131 miliar kepada pengelola PDN.

"Mereka meminta tebusan USD 8 Juta," ungkap Herlan.

Sebagai informasi, Pusat Data Nasional Sementara ini dibangun oleh Kominfo yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. Pusat data ini dikelola oleh Telkom Sigma untuk proses bisnis dan jalannya pemerintahan sembari menunggu Pusat Data Nasional dirampungkan.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal APTIKA Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan menyatakan bahwa gangguan PDNS 2 ini berdampak pada 210 instansi pemerintah pusat dan daerah. Instansi tersebut telah merelokasi data mereka di PDNS.

Salah satu instansi yang paling terdampak ialah imigrasi. Kendati demikian, layanan yang terdampak ini telah berangsur membaik.

Per hari ini, layanan imigrasi telah beroperasi dengan normal. Di antaranya ialah PISA dan izin tinggal, layanan tempat pemeriksaan TPI, layanan paspor, layanan PISA on arrival dan on boarding serta layanan manajemen dokumen keimigrasian.

"Dari data yang terdampak ada 210 instansi baik itu di pusat maupun daerah, yang terdampak itu tadi imigrasi berhasil melakukan relokasi dan menyalakan layanannya," tandas Samuel.

Baca Juga :

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.


author-img_1

Nadhira Aliya Nisriyna

Reporter

Bergabung di Gadgetdiva.id sejak Maret 2020. Gemar menonton film, drama dan series. Pernah jadi Editor di deCODE Magazine.

Artikel Terkait

Kominfo Nyatakan Layanan Imigrasi Mulai Beroperasi
News

Kominfo Nyatakan Layanan Imigrasi Mulai Beroperasi

Kominfo menyatakan layanan imigrasi yang terimbas gangguan Pusat Data Nasional Sementara 2 sudah mul..

SpaceX Rilis Starlink Mini, Tampil Seukuran Laptop
News

SpaceX Rilis Starlink Mini, Tampil Seukuran Laptop

Starlink Mini diperuntukan bagi para pengguna yang memiliki mobilitas yang tinggi seperti backpacker..

Starlink Beroperasi di Indonesia, Gimana Nasib Satria-2?
News

Starlink Beroperasi di Indonesia, Gimana Nasib Satria-2?

Plt. Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Tri Haryanto menyatakan bahwa Satelit Satria-2 kini..

Sekuya Saga, Anime MOBA akan Dirilis Pada Akhir 2024
News

Sekuya Saga, Anime MOBA akan Dirilis Pada Akhir 2024

Sekuya, perusahaan gaming web3 anime mengumumkan bahwa pada akhir 2024 Sekuya akan merilis versi Se..


;