News

Diminta Tebusan Data PDN Rp 131 M, Apakah Pemerintah Mau Bayar?

post-img

Source : Nadhira/Gadgetdiva.id

GadgetDiva – Pelaku serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) meminta uang tebusan sebesar USD 8 Juta atau sektiar Rp. 131 Miliar. Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Informatika Nezar Patria buka suara soal ini.

Wamen Kominfo Nezar Patria menyatakan bahwa Kominfo belum memutuskan akan membayar sejumlah uang tebusan untuk data PDNS yang 'tersandera'. Pihaknya masih berfokus untuk memulihkan sistem yang terdampak.

"Belum, belum diputuskan sampai sana. Kami saat ini sedang konsentrasi dulu pada data-data yang terdampak," ungkap Nezar yang ditemui awak media di Jakarta, Senin (25/6).

Menurut Nezar, kini pihaknya masih melakukan koordinasi secara intensif dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Telkom dan beberapa instansi terdampak lainnya. Mereka juga tengah berupaya untuk mengisolasi data-data yang terdampak sekaligus memulihkan sistem secepat mungkin agar layanan kembali pulih.

"Kami sedang melakukan koordinasi yang intensif antara BSSN, Telkom dan Kominfo dan beberapa instansi lain yang terdampak lagi. Kita identifikasi lagi dan bikin skalanya mana yang berat mana yang ringan, mana yang harus segera diprioritaskan untuk migrasi data dan lainnya. Kita lagi kerja,” imbuh dia.

Kabar terkini menyatakan bahwa gangguan yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara sejak Kamis (20/6) disebabkan oleh serangan siber Ransomware berjenis Brain Cipher. Serangan tersebut membuat 210 instansi pusat maupun daerah terganggu.

Untuk mendapatkan kembali data-data yang tersandera, pemerintah harus menebus sebesar USD 8 Juta atau sekitar Rp. 131 Miliar. Menanggapi hal tersebut, Kepala BSSN Letjen TNI Hinsa Siburian turut membuka suara.

Kini, pihak BSSN masih melakukan penyelidikan terkait siapa dalang di balik serangan siber ini. Kemungkinan, berasal dari luar negeri.

Di samping itu, per Senin (20/6) pagi, laporan Imigrasi menyatakan bahwa layanan yang terdampak perlahan mulai pulih dan beroperasi normal. Termasuk di antaranya ialah layanan VISA, izin tinggal, layanan tempat pemeriksaan imigrasi TPI, layanan paspor dan lainnya.

Baca Juga :

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Pusat Data Nasional Diserang Hacker, Mengenal Ransomware Braincipher dan Kasus Peretasannya!

author-img_1

Nadhira Aliya Nisriyna

Reporter

Bergabung di Gadgetdiva.id sejak Maret 2020. Gemar menonton film, drama dan series. Pernah jadi Editor di deCODE Magazine.

Artikel Terkait

Data Sidik Jari INAFIS Diduga Bocor, Ini Kata BSSN
News

Data Sidik Jari INAFIS Diduga Bocor, Ini Kata BSSN

FalconFeedsio menyatakan bahwa kebocoran data ini melibatkan beberapa data sensitif, bahkan disebutn..

Pusat Data Nasional Diserang Hacker, Mengenal Ransomware Braincipher dan Kasus Peretasannya!
News

Pusat Data Nasional Diserang Hacker, Mengenal Ransomware Braincipher dan Kasus Peretasannya!

Braincipher, ransomware baru yang menyerang PDNS Kominfo, melumpuhkan layanan publik. Kenali cara ke..

Pusat Data Terserang Ransomware, Pelaku Minta Tebusan Rp 131 Miliar
News

Pusat Data Terserang Ransomware, Pelaku Minta Tebusan Rp 131 Miliar

Pemerintah mengonfirmasi bahwa gangguan yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara 2 diakibatka..

Kominfo Nyatakan Layanan Imigrasi Mulai Beroperasi
News

Kominfo Nyatakan Layanan Imigrasi Mulai Beroperasi

Kominfo menyatakan layanan imigrasi yang terimbas gangguan Pusat Data Nasional Sementara 2 sudah mul..


;