News

Hacker Brain Chiper Sebut Sudah Berikan Seluruh Data PDNS 2

post-img

Source : Towfiqu Barbhuiya/Unsplash

GadgetDivaPeretas Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 telah menyerahkan seluruh data yang "disandera"-nya. Data tersebut dicurinya pada 20 Juli 2024 lalu.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh akun perusahaan siber @stealthmole, geng peretas tersebut juga turut menghapus seluruh data PDNS 2 yang ada di server. Data-data tersebut di antaranya ialah database, logs dan email.

"Kami mengonfirmasi bahwa kita telah menghapus semua data yang kita miliki. Database, logs, email. Kami sudah cukup mendapat kepercayaan dari semua orang," tulis mereka dalam situs Breachforums dikutip pada Rabu (10/7).

Brain Chiper sebelumnya menyatakan bahwa mereka akan menghapus data-data tersebut saat telah mendapatkan jawaban dari pemerintah soal kunci tersebut. Namun, mereka berubah pikiran dan akan menghapus data-data ini tanpa mendapat respon tersebut.

"Kami takkan menunggu jawaban dari pusat data. Kami yakin kalau kunci (yang kami berikan) berhasil bekerja dan kami berharap para ahli siber di sana bisa memulihkannya kembali tanpa ada masalah," imbuhnya.

Lebih dari itu, Brain Chiper turut menyinggung seputar data-data yang dijual. Mereka menghimbau jika ada yang menjual data-data tersebut dengan mencatut nama mereka, hal tersebut merupakan penipuan dan mereka hanya menerima komunikasi lewat email atau area klien yang telah ditentukan sebelumnya.

"Siapapun yang mencoba menjual data menggunakan nama kami, itu semua tidak benar alias bohong. Semua komunikasi, hanya melalui 'Client Area' atau email," kata dia.

Mereka juga meminta semua pihak untuk move on dan menyelesaikan masalah tersebut.

Sebelumnya, Brain Chiper telah memberikan akses kunci deskripsi data-data di PDNS 2 secara gratis. Akses tersebut diberikannya pada Rabu (4/7) malam.

Dalam pernyataannya, Brain Chiper menegaskan bahwa keputusan mereka untuk merilis kunci PDNS 2 secara cuma-cuma ini dilakukan dengan ikhlas. Padahal, harusnya pemerintah membayarnya seperti perusahaan-perusahaan lain.

Pihak Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengklaim bahwa mereka sudah dapat mengakses kembali data-data tersebut.

"Kita sudah coba di spesimen kita, memang berhasil dibuka. Tapi, kita belum tahu karena kan yang dikunci banyak. Itu masih lagi dikerjakan teman-teman teknis. Jadi, itu juga jangan ditanya terlalu dalam, ya," ungkap Dirjen APTIKA Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan dalam acara Konferensi Pers pengunduran dirinya di Jakarta, Kamis (4/7).

Baca Juga :

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Microsoft Larang Karyawannya Gunakan Android, Kenapa?

author-img_1

Nadhira Aliya Nisriyna

Reporter

Bergabung di Gadgetdiva.id sejak Maret 2020. Gemar menonton film, drama dan series. Pernah jadi Editor di deCODE Magazine.

Artikel Terkait

Inisiatif Indibiz Telkom: Digitalisasi Pendidikan di Jawa Barat
News

Inisiatif Indibiz Telkom: Digitalisasi Pendidikan di Jawa Barat

Indibiz Telkom mengadakan Indonesia Digital Learning di Jawa Barat untuk meningkatkan kompetensi gur..

Microsoft Larang Karyawannya Gunakan Android, Kenapa?
News

Microsoft Larang Karyawannya Gunakan Android, Kenapa?

Raksasa teknologi Microsoft melarang karyawannya menggunakan smartphone Android di China. Alih-alih,..

Moana Kembali! Dwayne Johnson Siap Berpetualang di Live-Action Disney Bulan Depan!
News

Moana Kembali! Dwayne Johnson Siap Berpetualang di Live-Action Disney Bulan Depan!

Dwayne Johnson mengumumkan adaptasi live-action “Moana” mulai produksi Agustus ini, rilis pada J..

Nintendo Tolak AI: Tetap Fokus pada Pengalaman Gaming Unik
News

Nintendo Tolak AI: Tetap Fokus pada Pengalaman Gaming Unik

Nintendo memilih untuk tidak menggunakan generative AI dalam pengembangan gamenya, tetap fokus pada ..


;