Digitalisasi, Satu dari Tiga Kunci Penting BUMN bisa Menari Lebih Lincah

Digitalisasi, Satu dari Tiga Kunci Penting BUMN bisa Menari Lebih Lincah
News

Digitalisasi, Satu dari Tiga Kunci Penting BUMN bisa Menari Lebih Lincah

Elephant Learns Flamenco

Elephant Learns Flamenco # Sumber : GadgetDiva.id

GadgetDiva – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengibaratkan BUMN seperti gajah, tubuhnya besar, tambun, dan lambat. Sebagai menteri yang ditunjuk President Joko Widodo untuk mentransformasi BUMN agar lebih agile dan mudah beradaptasi.

Panjang perjalanan Erick Thohir mentransformasi Holding BUMN tertuang dalam buku berjudul “Elephant Learns Flamenco” ditulis oleh Yuswohady serta didukung penulis andal lain Dyah Hasto Palupi dan Teguh S. Pambudi.

Ada Mobil Bisa Muter 359 Derajat, Ini Teknologi Rahasianya

Asal tahu saja, aset BUMN kita mencapai Rp8.978,1 triliun dan pendapatan Rp2.292,5 triliun, jadi BUMN Indonesia lebih besar daripada Temasek Holdings di Singapura. Kontribusi besar ini menunjukkan potensi BUMN untuk menjadi pilar dan katalis utama dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Untuk itulah Indonesia Brand Forum (IBF) yang didirikan Yuswohady bekerja sama dengan PT Balai Pustaka di Pos Bloc Jakarta (24/7/2024) menggelar acara "BUMN Soko Guru Indonesia Maju: Menuju Visi Indonesia Emas 2045".

Arya Sinulingga, Staf Khusus III Kementerian BUMN, yang hadir pada acara ini menjelaskan bahwa BUMN memiliki dua peran utama yaitu sebagai “lokomotif ekonomi” (value creator) sekaligus sebagai “benteng ekonomi” (agent of development). “Dan peran-peran inilah yang didorong Pak Erick Thohir selama 5 tahun masa kepemimpinan beliau,” dia menandaskan.

Menurut Arya peran inilah yang disebut sebagai peran ambidekster BUMN: peran value creator dan agent of development. Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama PosIND yang juga hadir dalam konferensi pers mengamini bahwa Erick Thohir dalam kepemimpinannya selama hampir lima tahun ini telah berupaya menciptakan momentum bagi BUMN untuk menjalankan peran ambidekster tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ditambahkan Achmad Fachrodji, Direktur Utama Balai Pustaka, peran tersebut bisa berhasil diraih lewat pendekatan strategis berupa Transformasi, Digitalisasi, dan Kolaborasi antar seluruh BUMN yang ada.

“Indonesia Brand Forum atau IBF hadir sejak 2013. Berawal dari kegelisahan saya melihat brand lokal belim mendapat tempat di rumahnya sendiri, belum jadi tuan rumah di negeri sendiri. Maka itu saya mendorong building brand lokal, cirinya, setiap luncurkan buku ada merah putih di cover buku saya. Tahun ini memgambil topik BUMN yang mengutip yang disampaikan Pak Erick bahwa BUMN harus bisa menari lincah,”kata Yuswohady.

Digitalisasi, Konsolidasi dan Kolaborasi masive dilakukan BUMN-BUMN ini demi mendorong perusahaan plat merah ini menjadi besar dan mendunia. Hanya saja, menurut Arya yang lulusan ITB dan mengaku banyak belajar marketing dari buku-buku Yuswohady, tidak mudah mentransformasi BUMN dari 144 menjadi 41 perusahaan, harus disetujui DPR beda dengan swasta.

“Buku ini hasil riset langsung dari direksi-direksinya (BUMN), mulai dari pak Erick baru masuk menjadi menteri, membangun  roadmap BUMN. Mau tahu, apa yang pertama kali pak Erick lakukan setelah dilantik menteri tahun 2019? Dia mengajak direksi BUMN ke Singapura, membuka mata mereka bagaimana membawa BUMN mendunia,” ungkap Arya

Kemudian pandemi Covid-19 melanda, bukan dianggap halangan, Erick malah melihatnya sebagai berkah, kondisi serba terbatas kala itu dijadikan momen untuk transformasi BUMN sehingga bisa leluasa konsolidasi dan reformasi.

Arya mengungkapkan bahwa Erick Thohir sangat intens dalam koordinasi di setiap unit BUMN, terutama dilakukan melalui banyak Group Whatsapp.  “Komunikasi dan koordinasi cepat via WA, kami pernah mendapat persetujuan ET lebih dari 1 hari dan pak Erick sangat mengenal masing-masing bisnis BUMN. Balai Pustaka (BP) misalnya, menurut pak Erick bisnis percetakan adalah bagian dari masa lalu, jadi BP harus bertransformasi diarahkan ke bisnis IP (intelektual property),” terangnya.

Salah satu karya film sedang bersiap tayang dengan judul Siti Nurbaya, diambil dari karya sastra lama dari penulis Marah Roesli terbitan BP. Di sini digitalisasi pun harus dilakukan agar IP karya-karya besar yang lahir dari BP bisa dikembangkan lebih maksimal untuk bisa mendorong revenue perusahaan.

Faizal. Dirut PosIND dalam kesempatan yang sama mengungkapkan sebagai perusahaan warisan masa lalu, PT Pos Indonesia kimi telah bertransformasi menjadi Figital platform (fisikal, digital platform), langkah  besar yang dilakukan PosIND berkelanjutan di tengah persaingan bisnis logistik yang sangat ketat.

Dalam paparannya, Faizal mengatakan milestone ke depan Pos Indonesia akan fokus menjadi perusahaan logistik. Perusahaan yang berkantor pusat di Bandung ini tengah dalam proses transformasi menuju menjadi perusahaan logistik, setelah sebelumnya sukses bertransformasi dari network company ke platform company.

Terlebjh biaya logistik Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Indonesia beradadi angka 23% untuk biaya logistik nasional, sementara rata-rata negara di dunia hanya berada di angka 12%. Angka ini menunjukkan tidak adanya efisiensi dalam manajemen logistik nasional.

Maka itu Faizal mengatakan PosIND mengemban tugas menurunkan ongkos logistik dengan mengorkestrasi 37 perusahaan logistik milik negara dengan  target utamanya melayani logistik pemerintah dan BUMN, caranya dengan memaksimalkan infrastruktur di dalamnya.

Melalui pembentukan BUMN Klaster Logistik, Faizal menjelaskan terdapat potensi terbentuknya layanan logistik secara end-to-end yang dimiliki oleh anggota Klaster BUMN Logistik, sehingga menjadi keunggulan kompetitif untuk memperkuat posisi layanan BUMN dalam pasar logistik nasional. Bisnis PosIND pun difokuskan pada 3 segmen yaitu Segmen ritel (post paid), Segmen UMKM dan Segmen korporasi.

Pekerjaan rumah yang berat terlebih PosIND telah diiminta roadmap oleh Erick Thohir untuk 5 tahun ke depan, di tengah kondisi market share yang baru 1% kurang.

“Dalam 5 tahun ke depan PosIND bukan jadi pemain pinggiran lagi,” tandas Faizal.  Dia menargetkan market share PosIND mencapai 5%, ini capaian luar biasa jika bisa diraih, katanya, mengingat market share terbesae pemain di bisnis logistik adalah 15%.

Dengan fokus pada segmen dan fokus pasarnya yaitu melayani BUMN dan pemerintahaan, mestinya target tersebut bisa dicapai terlebih entitas plat merah tersebut memiliki 2000 gudang lebih 40% saja isinya. “Kami harus memaksimalkan aset, bagaimana agar meningkatkan supaya bisa menjadi tambahan revenue,” ujar Faizal.

Kuncinya, Global Logistics Indonesia Platform yang berbasis web, jadi digitalisasi di PosIND merupakan kunci kebeehasilam transformasi. “Global Logistics Indonesia Platform sudah running, sudah berjalan tracing management syatem, logistics management systems,” ungkapnya.

Jadi PosIND bukan saja bertransformasi menjadi perusahaan logistik, juga ditetapkan menjadi PMO (Project Management Officer) untuk Klaster Logistik BUMN, sebelum nantinya menjadi Holding Logistik BUMN.

Baca Juga :

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.


author-img_1

Herning Banirestu

Reporter

Memiliki pngalaman panjang sebagai jurnalis di Majalah SWA dan SWA.co.id, dengan jaringan kuat di berbagai industri bisnis, bukan saja di teknologi. Telah banyak menulis tokoh bisnis ternama dan CEO perusahaan besar baik lokal maupun global. Suka lari, baca, menulis dan melamun.

Artikel Terkait

Banting Harga 13 Produk Xiaomi untuk Pelajar, Berlaku Sampai 31 Juli 2024
News

Banting Harga 13 Produk Xiaomi untuk Pelajar, Berlaku Sampai 31 Juli 2024

Penawaran khusus bagi para pelajar ini untuk mendukung kembalinya proses belajar mengajar dengan mem..

Ada Mobil Bisa Muter 359 Derajat, Ini Teknologi Rahasianya
News

Ada Mobil Bisa Muter 359 Derajat, Ini Teknologi Rahasianya

Di dalam Yangwang U8, tertanam E-4 Platform sebagai teknologi unggulan BYD, yang mampu meningkatkan ..

Mengenal Architecture Electric Platform AION, EV Lebih Ramah Lingkungan
News

Mengenal Architecture Electric Platform AION, EV Lebih Ramah Lingkungan

AION memiliki keunggulan melalui Magazine Battery dan Architecture Electric Platform (AEP), sebuah d..

IM3 Hadirkan Paket Kuota Data Baru Mulai dari Rp 15 ribu saja
News

IM3 Hadirkan Paket Kuota Data Baru Mulai dari Rp 15 ribu saja

Paket harian dan mingguan dari paket kuota data baru IM3 ini menghadirkan 100% kuota utama yang berl..


;