Studi: 98% masyarakat gunakan satu dari seluruh aplikasi Facebook

Facebook meluncurkan studi baru mengenai dampak sosial dan ekonomi dari Facebook, Instagram dan WhatsApp di kesempatan Facebook Indonesia Summit 2019 kemarin.

Studi yang berjudul “Connecting Indonesia: Facebook Social and Economic Impact in Indonesia”, menerangkan temuan dan kisah sukses dari komunitas, bisnis dan pemerintah di seluruh pelosok Indonesia serta bagaimana mereka memanfaatkan Facebook, Instagram dan WhatsApp untuk membantu mereka bertumbuh dan berkomunikasi dengan lebih efektif.

Studi yang dilakukan oleh Facebook Indonesia bersama dengan Price waterhouse Cooper (PwC) Indonesia dan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dirumuskan berdasarkan temuan dari survey offline yang melibatkan 1.200 individu, 1.033 entitas bisnis, 565 organisasi dan komunitas serta 410 Aparatur Sipil Negara (ASN) di 34 provinsi di Indonesia.

“Studi Connecting Indonesia: Facebook Social and Economic Impact in Indonesia ini menunjukkan bahwa cepatnya pertumbuhan konektivitas dan adopsi perangkat mobile di Indonesia telah mendorong perubahan perilaku dan aspirasi masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan salah satu temuan studi dimana 98% masyarakat Indonesia menggunakan minimal satu dari seluruh aplikasi Facebook. Dari sinilah kemudian muncul beragam interaksi dan peluang baru bagi komunitas, pelaku usaha dan pemerintah, yang detailnya dapat ditemukan di dalam studi ini,” ujar Ruben Hattari, Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia.

Dampak sosial ekonomi Facebook di Indonesia yang dipaparkan dalam studi ini dapat dilihat dari tiga irisan, yaitu bisnis, individu dan komunitas serta pemerintah. Di sektor bisnis, studi ini menunjukkan bahwa 50% dari seluruh pelaku usaha yang disurvei memulai usahanya melalui aplikasi-aplikasi Facebook.

Studi ini juga mengungkapkan bagaimana para pelaku UKM dapat mengembangkan usaha mereka dengan lebih baik melalui seluruh aplikasi Facebook. Sebanyak 74% pelaku UKM mengatakan bahwa aplikasi-aplikasi Facebook dapat membantu mereka mengurangi seluruh hambatan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Adapun di level individu, 82% dari mereka yang disurvei mengaku bahwa mereka dapat berinteraksi dengan teman dan anggota keluarga dengan lebih efektif dan efisien melalui aplikasi-aplikasi Facebook.

Di samping itu, aplikasi-aplikasi Facebook juga telah membantu mereka untuk meningkatkan keterampilan, 79% keterampilan digital, 75% kemampuan literasi, 73% keterampilan bahasa, 69% keterampilan vokasi dan 69% keterampilan vokasional.

Bagi para penggiat komunitas dan organisasi, aplikasi-aplikasi Facebook telah membantu mereka untuk saling berinteraksi antarsesama anggota (97%) sekaligus menambah anggota baru untuk bergabung ke dalam komunitas dan organisasi (87%).

Kehadiran aplikasi-aplikasi Facebook di Indonesia juga dimanfaatkan oleh instansi pemerintah untuk mendukung komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. 95% ASN yang disurvei mengatakan, bahwa aplikasi-aplikasi Facebook memudahkan penggunanya untuk menjangkau masyarakat, 67% mengatakan mereka menggunakannya untuk memantau sentimen dari masyarakat, serta 88% untuk menerima dan menjawab masukan dari masyarakat.

“Temuan dari studi ini memberikan kami semangat baru untuk terus menjalankan komitmen Facebook dalam membangun komunitas dan mendukung para pelaku usaha besar maupun kecil melalui beragam inisitatif dan program dengan bekerjasama bersama berbagai pihak. Facebook ada di Indonesia untuk mendukung semua orang di Indonesia menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif untuk masa depan bersama yang lebih baik,” ujar Ruben.

Baca juga, 5 fitur rahasia di Facebook, kamu pasti baru sadar kalau ternyata ada

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.