Tuesday, 11 May 2021
More

    Latest Posts


    Jarak Street View di Google Maps setara keliling dunia 400 kali

    Jarak Google Maps ternyata panjang juga. Tahukah kamu, kalau jalanan yang sudah terekam di Street View Google Map telah mencapai jarak 10 juta mil? Angka tersebut sama dengan aksi keliling dunia yang dilakukan seseorang sebanyak 400 kali, bolak-balik.

    Dilansir melalui Hindustan Times, Selasa, 17 Desember 2019, Google mengungkap hal ini dan bangga dengan pencapaian platform peta buatannya. Mereka mengklaim jika platform peta dalam format Street View maupun Google Earth telah menjadi kebutuhan bagi banyak orang di dunia.

    Selain itu, data lain menunjukkan jika Google Earth telah memungkinkan pengguna untuk menemukan jalan dengan gambar high-definition berbasis satelit dengan total jarak lebih dari 36 juta mil persegi. Angka itu mencakup 98 persen seluruh populasi yang ada di dunia, untuk bisa melihat bumi dari atas langit.

    “Foto-foto yang menakjubkan juga bisa kita lihat dan temukan di belahan dunia manapun, tempat yang tidak pernah bisa kita kunjungi sekalipun. Selain itu, jarak Google Maps secara akurat bisa memperlihatkan betapa bumi berubah setiap waktu,” ujar Senior Product Manager Google Maps, Thomas Escobar.

    Kisah Street View

    Escobar menjelaskan jika ide Street View muncul sejak 12 tahun lalu, sebagai bagian dari tujuan Google untuk memetakan seluruh dunia. Perusahaan kemudian mengumpulkan gambar tiap lokasi dan merekamnya menggunakan mobil khusus Street View.

    Mobil itu cukup unik karena masing-masing dilengkapi dengan sembilan kamera di atasnya. Ini digunakan untuk bisa menangkap gambar dengan jelas dari berbagai sudut, atau hampir 360 derajat.

    “Kamera-kamera di mobil ini dibuat athermal, artinya bisa bertahan di kondisi cuaca apapun, bahkan suhu ekstrim sekalipun tanpa mengubah fokus, sehingga mereka bisa berfungsi di lingkungan yang berbeda,” kata Escobar.

    Setiap mobil Street View memiliki pusat pemrosesan foto sendiri dan sensor lidar yang menggunakan sinar laser untuk mengukur jarak secara akurat. Ada juga Street View ‘trekker’, ransel yang diletakkan dipunggung seorang backpaker atau hewan transportasi. Dia bisa mengumpulkan citra dari tempat-tempat yang tidak bisa dilalui kendaraan.

    Tas ransel ini diangkut dengan perahu, domba, unta, dan bahkan pasukan pengintai untuk mengumpulkan foto berkualitas tinggi dari berbagai sudut, di beberapa tempat di dunia yang paling sulit dipetakan.

    Pada tahun 2019, gambar Street View dari komunitas Google Maps telah membantu perusahaan menetapkan alamat ke hampir tujuh juta bangunan di tempat-tempat yang sebelumnya dipetakan, seperti Armenia, Bermuda, Lebanon, Myanmar, Tonga, Zanzibar dan Zimbabwe.

    Setelah Google mengumpulkan foto, mereka menggunakan teknik yang disebut fotogrametri untuk meluruskan dan menjahit satu set gambar.

    Sulit memang, tapi sangat berguna buat kita. Terima kasih, Google!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR