Friday, 6 August 2021
More

    Latest Posts


    Jelajah Malioboro pakai dompet digital DANA, tanpa ribet!

    Dompet digital, DANA saat ini sudah bisa digunakan untuk bertransaksi nontunai digital di Pasar Beringharjo dan juga bisa digunakan untuk naik andong di Kawasan Malioboro. Dengan diwarnai nuansa digital, tradisi budaya di Malioboro menjadi suasana modern di kawasan legendaris dan ikonik di Yogyakarta.

    Memanfaaatkan dompet digital DANA telah sepenuhnya mendukung QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard), yaitu standar Kode QR Nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pengunjung kawasan Malioboro sekarang sudah dapat bertransaksi nontunai yang lebih aman, nyaman, dan praktis ketika berbelanja di Pasar Beringharjo, pasar tertua dan terbesar di Yogyakarta.

    Nah, pengunjung juga dapat memanfaatkan dompet digital DANA untuk menikmati transportasi tradisional bebas polusi, andong, di sekitar kawasan Malioboro, lho!

    Lewat DANA, pedagang pasar maupun sais andong dapat memanfaatkan dompet digital untuk transaksi pembayaran yang lebih cepat, akurat, efisien, dan tidak perlu direpotkan dengan penyediaan uang kembalian. Transaksi dengan pelanggan juga akan selalu tercatat.

    Darrick Rochili, Chief Innovation Officer DANA, mengungkapkan “Bagi masyarakat luas, kehadiran dompet digital DANA menjadi momentum yang tepat untuk memasyarakatkan keunggulan transaksi nontunai, sekaligus memberikan edukasi melalui pengalaman langsung bahwa ekonomi digital berpotensi besar dalam meningkatkan produktivitas serta kompetensi pelaku ekonomi di semua sektor dan segmentasi. Kehadiran kalangan urban pada interaksi keseharian di Malioboro juga membuat kami optimistis terhadap percepatan adopsi budaya bertransaksi nontunai secara digital di Indonesia yang diinspirasi dari kawasan ini,” tutur Darrick.

    Saat ini, masyarakat tak cuma bisa menggunakan dompet digital DANA di merchant merchant yang telah menjadi mitra bisnis DANA, tetapi juga di semua merchant yang bisa menerima pembayaran nontunai digital yang telah mendukung QRIS untuk pembayaran.

    DANA sendiri sudah 100% menerapkan standarisasi QRIS di setiap mitra merchant-nya. Dengan menggunakan DANA, masyarakat juga dapat menggunakan produk perbankan seperti kartu debit dan kartu kredit untuk bertransaksi nontunai secara digital dengan keamanan terjamin.

    Produk perbankan yang dulu hanya identik dengan merchant-merchant modern, kini dimungkinkan untuk digunakan bertransaksi di pasar-pasar tradisional dan tempat tempat usaha konvensional lainnya.

    Darrick menambahkan bahwa DANA memiliki fitur Card Binding. Dengan fitur ini, masyarakat dapat menyimpan kartu debit dan kartu kreditnya yang telah terverifikasi ke dalam dompet digital DANA. Masyarakat dapat memanfaatkan kartu kredit dan kartu debitnya sebagai sumber dana untuk pembayaran transaksi dengan DANA. Jadi, pengguna dompet digital DANA tak harus selalu repot melakukan top-up. Dengan DANA, kita bisa move on dari top up,”

    Fitur Card Binding merupakan inovasi DANA yang sangat relevan untuk menjawab salah satu tantangan terbesar masyarakat dalam mengadopsi budaya nontunai digital. Merujuk pada hasil survei Jakpat tentang Indonesia Digital Wallet Trend (2019), alasan utama masyarakat enggan untuk mengadopsi budaya bertransaksi nontunai dengan mengandalkan dompet digital adalah karena kerepotan ketika harus melakukan top up.

    Melalui pengalaman penggunaan dompet digital DANA yang makin luas dan kaya, masyarakat tradisional diharapkan makin yakin untuk melakukan transformasi menuju budaya nontunai digital yang lebih efisien, produktif, dan kompeten sehingga inklusi keuangan di kalangan masyarakat makin meningkat sesuai dengan visi DANA yang dibangun sejak awal.

    Baca juga, Pedagang tempe ini kenalkan aplikasi Dana ke pembeli emak-emak

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR