PPN 12%, Harga Layanan Smartfren Naik?

Pelanggan Smartfren Turun Jadi 35
Pelanggan Smartfren Turun Jadi 35

GadgetDIVA - Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 12% menjadi 11% telah ditetapkan oleh pemerintah. Apakah kenaikan ini akan berdampak pada harga layanan Smartfren?

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys menyatakan bahwa pihaknya akan patuh pada aturan negara. Termasuk mengikuti penerapan kenaikan PPN 12%.

“Kalau itu wajib, masa kita mau ngelawan? Aturan negara. Semua peraturan negara wajib diikuti. Nggak boleh ngebantah,” ungkap Merza dalam acara paparan publik kinerja perusahaan Smartfren di Jakarta, Juma

Advertisement

Uimg2024122067652C151F0E3 Scaled 1

t (20/12).

Dengan kata lain, Smartfren akan turut menyesuaikan tarif layanannya dengan aturan yang berlaku mulai bulan Januari 2025. Namun, kenaikan harga tersebut dipastikan ada prosesnya.

Di samping itu, menurut Merza, kenaikan tarif PPN ini akan turut berdampak pada industri telekomunikasi. Sebab, semua kenaikan harga pasti akan bergejolak.

Advertisement

Ia menganalogikan kenaikan layanan telekomunikasi ini dengan kenaikan harga telur di pasar. Meski harganya naik, namun masih ada permintaan dari masyarakat.

“Semua kenaikan harga di pasar. Pasti ada gejolak dulu,” pungkasnya.

Pemerintah sendiri telah resmi menaikkan tarif PPN dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Kenaikan tarif ini dilakukan untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2025 tentang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).

Advertisement

Kenaikan tarif PPN ini diperkirakan akan mempengaruhi sejumlah barang dan jasa. Terutama yang masuk dalam kategori mewah.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.