Saturday, 31 July 2021
More

    Latest Posts


    Tinder hadirkan fitur terbarunya, face to face video chat

    Aplikasi kencan, Tinder menghadirkan fitur terbarunya yaitu Face to Face Video Chat. Fitur ini memudahkan paradiva ketika menggunakan aplikasi disaat pandemi Covid-19 untuk bertatap muka dengan lawan jenis kamu, lho tanpa harus keluar rumah pastinya.

    Seperti yang kita tahu bahwa pemerintah sudah mengganti sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi PSBB transisi yang membuat sebagian masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa namun harus tetap mengikuti protokol kesehatan.

    Hal ini membuat kegiatan berkumpul seperti menonton konser atau ngopi bareng, telah berubah menjadi virtual di beberapa bulan belakangan ini. Hal tersebut membuat Tinder memikirkan cara  bagaimana agar para pengguna Tinder tetap bisa berkenalan satu sama lain dengan lebih baik melalui in-app video.

    Jika in-app video tersedia, apakah berkencan di malam minggu seperti makan malam, nonton di bioskop, atau ngopi bersama masih akan dilakukan? Walaupun saat ini pertanyaan tersebut belum memiliki jawabannya, satu-satunya cara untuk mengetahui hal tersebut adalah memberikan kesempatan kepada paradiva pengguna Tinder untuk mencoba in-app video.

    Tinder sendiri sudah mulai memberikan kesempatan ke beberapa pengguna di Amerika Serikat, Brasil, Australia, Spanyol, Italia, Prancis, Peru, Chili, Vietnam, Korea, Taiwan, Thailand, termasuk Indonesia, untuk mencoba fitur Face to Face Video Chat yang terdapat di aplikasi Tinder.

    “Saat ini, menghubungkan para pengguna secara face-to-face menjadi hal yang penting. Fitur video chat kami memberikan cara baru kepada para pengguna untuk tetap dapat saling berkenalan melalui tatap muka di aplikasi Tinder walaupun mereka tidak berada di tempat yang sama,” ujar Rory Kozoll, Head of Trust and Safety Product at Tinder.

    “Fitur ini memprioritaskan hak pengguna agar mereka tetap merasa nyaman ketika memutuskan untuk melangkah ke tahap lebih lanjut dari sekadar chat, jika dari masing-masing pengguna merasa waktunya sudah tepat. Kami telah membangun dasar yang kokoh, dan kami ingin mempelajari kinerja dari fitur ini dan reaksi dari para pengguna kami ketika masa percobaan fitur Face to Face Video Chat mulai berjalan di beberapa minggu mendatang,” tambah Rory.

    Berikut ini merupakan pengenalan tentang desain 1:1 video calls dari Tinder.

    Memberikan hak kendali kepada pengguna Tinder

    Tinder merupakan aplikasi cari teman pertama yang membuat aturan bisa mengobrol ketika mereka menyukai satu sama lain. Sama halnya dengan fitur video call ini: video call tersedia jika ada kesepakatan dari dua orang yang sudah match dan sudah terjadi komunikasi. Fitur ini tidak akan diaktifkan, sampai dari masing-masing individu mengaktifkan fitur ini. Pengguna tidak perlu khawatir, pasangan Anda tidak akan langsung tahu saat Anda mengaktifkannya.

    Harus mengikuti peraturan yang dibuat Tinder

    Setelah Face to Face video call diaktifkan, semua pengguna harus setuju terhadap peraturan yang ada sehingga obrolan bisa dimulai dengan niat dan keinginan yang baik dan benar. Tinder sendiri membuat piraturan agar tetap sopan seperti tidak menampilkan konten pornografi, tetap aman dan rama seperti tidak melakukan pelecehan maupun aktivitas legal lainnya, lalu tetap sesuai usia yaitu di atas 17 tahun.

    Memberikan pengalaman saat menggunakan fitur Face to Face Video Chat

    Setelah panggilan selesai, Tinder akan bertanya bagaimana pengalaman para pengguna ketika  menggunakan fitur video call. Setiap pengguna dapat mengirimkan laporan ke tim Tinder kapan saja setelah panggilan selesai.

    Fitur video call ini akan tetap ada di Tinder, dan Tinder sendiri sangat menantikan apa yang bisa dipelajari dari masa percobaan ini dan dapat menyempurnakannya agar bisa digunakan dengan sepenuhnya.

    Baca juga, Jomblo main Tinder harus punya banyak pulsa Telkomsel, ini alasannya

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR