Thursday, 17 June 2021
More

    Latest Posts


    Situs Kencan Kembali Alami Pelanggaran Data

    Aplikasi kencan kembali mengalami pelanggaran data. Aplikasi bernama Manhunt itu telah mengonfirmasi bahwa seorang peretas memperoleh akses ke basis data akunnya awal tahun ini.

    Manhunt yang memiliki enam juta anggtoa mengklaim bahwa mereka terkena pelanggaran data ini sejak bulan Februari lalu, dalam pemberitahuan yang diajukan ke kantor jaksa agung Washington.

    Pelanggaran tersebut merupakan serangkaian serangan panjang dalam situs kencan. Menjadi target menarik bagi pengguna jahat karena mereka sering menyimpan beberapa informasi paling sensitif tentang penggunanya.

    Perusahaan mengatakan bahwa pelanggaran tersebut memberi peretas ke akses database yang menyimpan kredensial akun untuk pengguna Manhunt. Penyerang memanfaatkan akses dan mengunduh nama pengguna, alamat email dan sandi. Meskipun, platform tersebut mengatakan tidak menyimpan detail pembayaran apapun.

    Sementara, pemberitauan Manhunt mengakui bahwa lebih dari 7700 penduduk negara bagian Washington terpengaruh oleh pelanggaran tersebut. Perusahaan tidak menyebutkan berapa persentase penggunanya yang datanya dicuri.

    Namun, seorang pengacara yang mewakili perusahaan mengatakan kepada TechCrunch bahwa pelanggaran tersebut berdampak pada 11% pengguna Manhunt. Pemberitahuan tersebut juga kehilangan beberapa detail penting lainnya.

    Misalnya, tidak membagikan detail apapun tentang keadaan yang menyebabkan pelanggaran data dan langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk memastikan insiden seperti itu tidak terulang kembali.

    Pemberitahuan tersebut juga gagal menyebutkan apakah password yang bocor itu dienkripsi atau tidak. Mereka mencatat bahwa begitu menyadari pelanggaran tersebut, mereka memaksa menyetel ulang password pengguna yang terpengaruh.

    Baca juga, Peretas Bocorkan 533 Juta Data dari Pengguna Facebook Web

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR