Tuesday, 11 May 2021
More

    Latest Posts


    Kenali Dahlia Malkhi, perempuan di balik proyek besar Facebook

    Pertengahan tahun lalu, Facebook mengumumkan akan membuat proyek mata uang digital yang dinamakan Libra. Ternyata ada seorang perempuan yang berperan penting dalam proyek tersebut, yaitu Dahlia Malkhi.

    Minggu lalu, ia baru diangkat menjadi Lead Maintainer untuk divisi teknis dan perkembangan teknologi oleh Libra Association. Dahlia adalah seorang programmer dan developer yang mengusulkan algoritma konsensus Scalable Byzantine Fault Tolerance (SBFT) yang unik dalam proyek tersebut.

    Sepanjang kariernya, ia telah melakukan banyak hal di bidang teknologi, termasuk banyak penelitian dan makalah. Dahlia disebut sebagai pendiri HotStuff, sebuah teknologi yang dikembangkan dan diterapkan dalam proyek Libra tersebut. Pada tahun 2018, ia dan rekan penelitinya menulis tentang SBFT  untuk blockchain. Maka dari itu saat ini ia sedang mengembangkan SBFT dalam Libra.

    Sebelum bergabung dengan Libra, Dahlia Malkhi merupakan seorang  pendiri dan kepala teknologi blockchain di perusaahaan VMware. Ia membuat salah satu teknologi Log Device, yaitu Flexible Paxos, sekaligus menjadi pendiri dan kepala teknik di CofuD yang juga milik VMware. Ia juga pernah bekerja untuk Microsoft Reaserch di California.

    Selain menjadi Developer, Dahlia juga pernah menjadi profesor di Universias Hebrew Jarusalem hingga tahun 2007. Kampus yang menjadi tempatnya meraih gelar strata 1, strata 2 (master) hingga Ph.D (doktor) di bidang ilmu komputer. Ia telah meneliti banyak terapan teknologi blockchain dan teknologi komputer, sekaligus menjadi pembicara dalam skala internasional.

    Salah satu penelitiannya pernah membahas seputar Byzantine Quorum System pada tahun 1998. Yaitu, suatu sistem konsensus dalam sistem jaringan terkait General Byzantium Problems. Penelitian ini akhirnya ‘diselesaikan’ oleh Satoshi Nakamoto melalui blockchain Bitcoin.

    Libra sendiri adalah proyek besar Facebook dalam membuat mata uang digital. Tujuannya menjadi alat pembayaran digital alternatif secara global. Proyek ini masih berlanjut setelah beberapa perusahaan ikut bergabung dalam Libra Association dan beradaptasi dengan keinginan AS.

    Baca juga, Letda Ajeng Tresna, pilot pesawat tempur wanita pertama di Indonesia

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR