Wednesday, 19 May 2021
More

    Latest Posts


    Co-Founder Canva, Melanie Perkins, jadi perempuan terkaya ketiga di Australia

    Melanie Perkins menjadi perempuan ketiga terkaya di Australia. Co-Founder dari Canva ini berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar 60 juta dollar AS selama pandemi COVID-19.

    Melanie Perkins berasal dari Perth. Ia bersama tunangannya, yaitu Cliff Obercht, mendirikan Canva. Sebuah bisnis berbasis grafis digital pada tahun 2014 di Sydney setelah drop-out dari kampusnya. Dalam waktu lima tahun, perusahaan ini dapat mengembangkan pasar mereka ke Manila dan Beijing.

    Laporan terakhir menyatakan bahwa perusahaan startup ini berhasil meraih keuntungan sebesar 8,6 milliar dollar AS. Keuntungan Canva ini dinyatakan meningkat sebanyak dua kali lipat dari valuasi sebelumnya yang dibuat pada bulan Oktober lalu sebesar 3,2 miliar dollar AS. Hal ini disebabkan oleh penggunaan Canva yang meningkat dan sebanyak 1,5 juta pelanggan yang berlangganan lewat Canva Pro selama COVID-19.

    Lonjakan tersebut sangat besar sehingga kekayaan pribadi Melanie meroket hingga 2,5 miliar. Melalui lonjakan tersebut, ia menjadi perempuan terkaya ketiga, sekaligus miliarder temuda di Australia. Melanie saat ini berusia 32 tahun.

    Kekayaan Melanie ini hanya dikalahkan oleh raja pertambangan, Gina Rinehart yang memiliki Hancock Propespecting dengan keuntungan sebesar 16,25 miliar dollar AS dan Vicky Teoh, pendiri perusahaan telekomunikasi TPG dengan kekayaan senilai 2,6 miliar dollar AS.

    Dilansir dari 7news, Canva saat ini memiliki lebih dari seribu karyawan yang beroperasi di berabgai negara di seluruh dunia. Canva sendiri merupakan platform yang memungkinkan pengguna untuk merancang grafis termasuk logo, kartu nama atau presentasi. Platform ini menyediakan berbagai template desain secara gratis maupun berbayar.

    Baca juga, Jacinda Ardern jadi pemimpin negara tersantai di dunia

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR