Sunday, 9 May 2021
More

    Latest Posts


    Petinggi Facebook Pacu Wanita untuk Tak Menyerah di Dunia Kerja

    Wanita dikabarkan berisiko kehilangan kerja kerasnya bertahun-tahun di dunia kerja. Apalagi saat pandemi berlangsung, jumlah wanita yang beresiko kehilangan pekerjaannya meningkat cukup pesat.

    Dilansir melalui Forbes.com, Selasa,13 Oktober 2020, biasanya 15 persen wanita dan pria mempertimbangkan untuk mundur dari pekerjaannya atau meninggalkan dunia kerja pada waktu tertentu. Namun akibat Covid-19, jumlah wanita yang berniat untuk mundur dari dunia kerja naik menjadi 25 persen.

    Wanita di dunia kerja
    COO Facebook, Sheryl Sandberg

    Sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja di Amerika menyebut pada bulan September saja, jumlah wanita berusia 20 tahun ke atas yang sudah tak mampu bertahan di dunia kerja mencapai angka 865 ribu. Sangat banyak jika dibanding pria yang hanya di angka 216 ribu.

    Situasi mengerikan ini adalah fokus dari laporan tahunan keenam ‘Women in the Workplace’, yang diproduksi bersama oleh McKinsey & Company dan Lean In Foundation milik direktur Facebook, Sheryl Sandberg.

    “Apa yang kami lihat dalam laporan ini seharusnya membuat takut kita semua. Kita harus segera menyadarinya dan mulai bergerak untuk memperbaikinya,” ujar Sandberg.

    Beberapa hal yang mendesak wanita untuk berhenti dari pekerjaannya di antaranya adalah,
    1. Kurangnya fleksibilitas dalam pekerjaan
    2. Merasa tertekan untuk selalu ada dan siap sedia
    3. Pekerjaan rumah tangga yang semakin banyak, ditambah mengasuh anak di rumah selama pandemi
    4. Khawatir bahwa waktu yang dihabiskan untuk mengasuh akan menyebabkan prestasi kerja dinilai negatif
    5. Ketidaknyamanan berbagi tantangan ini dengan rekan kerja atau manajer
    6. Merasa dibutakan oleh keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka
    7. Merasa tidak mampu membawa seluruh diri mereka untuk bekerja

    Memang benar bahwa beberapa tahun terakhir telah banyak kemajuan bagi wanita di tempat kerja. Namun perolehan ini tidak mencukupi. Bertahun-tahun sejak laporan ‘Women in the Workplace’ pertama kali diterbitkan, keterwakilan perempuan dalam perusahaan telah berubah dari 17 persen menjadi 21 Persen.

    Dikhawatirkan, sejak virus korona mengancam, kemajuan ini pun akan kembali menurun dan wanita tak lagi memiliki kesempatan untuk bekerja karena tuntutan beban yang semakin besar, urusan rumah dan pekerjaan dalam satu waktu.

    Para pengusaha pun diminta untuk mengubah kebijakan mereka di perusahaan yang bisa lebih fleksibel dan membuka peluang setara bagi perempuan.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR