Thursday, 17 June 2021
More

    Latest Posts


    Profil Jennifer Daniel, Kreator Emoji Google

    Yuk, kenalan dengan Jennifer Daniel, sosok wanita di balik Emoji di Google untuk platform Android. Seperti yang kita ketahui, saat ini emoji telah menjadi salah satu bagian yang penting yang kita gunakan untuk berkomunikasi secara digital.

    Jennifer rupanya memikirkan kesesuaian emoji merupakan tugasnya. Hal ini bukan berarti ia memutuskan harus meluncurkan emoji apa selanjutnya, melainkan bertanggung jawab dalam memutuskan apa dan merancangnya agar sesuai kebutuhan pengguna.

    “Saya pikir setiap emoji merupakan kelanjutan dari merek,” jelasnya pada sebuah artikel CNBC tahun 2018 lalu. “Apple sangat menyukai desain – itulah prinsip dari semua yang mereka buat – jadi tidak mengherankan jika semua emoji mereka ditampilkan dengan sangat baik dan terasa seperti objek nyata.”

    Lain halnya dengan Google yang desainnya lebih mirip kartun. Menurut Jennifer, di Google, mereka ingin membuat pengguna merasa senang hanya dengan memikirkan emoji yang mereka rancang.

    “Di Google, kami ingin kamu tersenyum saat memikirkan produk kami, jadi kota mencoba untuk lebih mengandalkan kegembiraan: Emoji kami sedikit lebih mirip kartun. Samsung lebih banyak terinspirasi oleh anime,” jelas Jennifer.

    Jennifer Daniel merupakan seorang seniman, desinger dan art director asal Amerika. Saat ini ia memimpin Emoji Subcommittee untuk The Unicode Consortium, serta bekerja untuk The New York Times dan The New Yorker.

    Saat Jennifer memikirkan seputar masa depan emoji, dirinya berharap akan lebih banyak penyesuaian. Sehingga dapat melampaui kebutuhan manusia. Bayangkan bisa membalik arah emoji atau mengubah warnanya.

    Jennifer tumbuh di Kansas. Sejak remaja, dirinya telah mencatat hidupnya dalam buku sketsa. Dimana dirinya juga mendokumentasikan momen-momen berhaga bersama keluarganya di samping gambar-gambar grid.

    Perempuan ini lulus dari Maryland Institute College of Art dan kemudian bekerja di New York Times. Ia kemudian mengajar menulis kreatif di School of Viusal Arts di New York City. Pada September 2009 hingga Juli 2011, dirinya bekerja di ruang studio, Greenpoint, Brooklyn.

    Tahun 2015, ia menerbitkan buku anak-anak pertamanya yang berjudul Space!. Dua buku lainnya menyusul dengan jdul The Origin of (Almost) Everything (2016) termasuk pengantar dari Stephen Hawking. Kemudian, How to Be Human (2017) yang juga diterbitkan.

    Jennifer sendiri merupakan anggota club Art Director. Kini karyanya telah diakui oleh Society of Illustrators. Kontribusi pertamanya untuk Unicode Standard adalah menstandarkan representasi inkusif gender dalam emoji.

    Dirinya juga menciptakan Mrs Claus, Woman in Tuxedo, Man in Veil dan 30 emoji inklusif gender lainnya. Selain bekerja untuk Unicode Consortium, Jennifer juga menjabat sebagai Expressions Creative Director untuk Android dan Google.

    Baca juga, Emoji Jabat Tangan ini Hadir Dalam Berbagai Warna Kulit

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR