Mengenal Hacker Wanita Terbaik Asal Rusia

0
361

Mendengar kata “Hacker” pasti hal pertama yang terlintas di pikiran kita adalah sosok pria menggunakan hoodie dan tinggal di bawah basement dengan sekumpulan perangkat komputer. Namun, ternyata perkiraan itu bisa saja salah karena bisa saja hacker yang dimaksud itu seorang wanita.

Nah, kali ini Gadgetdiva ingin mengajakmu berkenalan dengan hacker wanita hebat dan terbaik dunia asal Rusia. Simak daftarnya, ya!

Rusia merupakan negeri lahirnya serangan siber dunia. Dilansir dari Tirto, Vice melaporkan bahwa Rusia menjadi negerti tertuduh yang melakukan peretasan 500 juta akun Yahoo pada 2014, pencurian 160 juta data kartu kredit milik warga Amerika, sekaligus negara tempat lahirnya 75 persen dari semua ransomware yang pernah ada di dunia.

Tercatat, dua dari lima penjahat siber paling dicari AS adalah orang Rusia. Lalu, satu orang dari sisa tiga negara tersebut berasal dari Latvia, negara pecahan Uni Soviet.

Dilansir dari salah satu artikel di LinkedIn, hacker wanita sepanjang sejarah ini terus bertambah dan mendappat daya tarik lebih besar. Pasalnya, industri keamanan siber telah mengalami perubahan radikal akibat banyak wanita yang memasuki bidang ini sebagai insinyur dan manajemen senior.

Misalnya, Jennifer Sunshine Steffens, CEO IOActive, Sherry Ryan, CISO dari Juniper atau Kristin Paget, hacekr dari Lyft, saat kita sendiri belajar dan memanfaatkan keterampilan lunak unik yang dibawa untuk berpikir, bertindak dan berinovasi seperti imigran dan sejarah “under dog”.

Dilansir dari TechLog360, berikut adalah hacker terbaik asal Rusia yang harus kamu ketahui.

Kristina Vladimirovna Svechinskaya

Kristina Svechinskaya menjadi salah satu nama paling terkenal dalam dunia hacking. Hacker Rusia ini juga merupakan mahasiswa Universitas New York terkemuka, akan tetapi sebagian besar mengenalinya dari serangkaian pekerjaan hacking kelas atas yang berpotensi mengakibatkan kerugian jutaan dolar.

Ahli dalam penggunaan Trojan Zeus, Kristina telah berhasil menyerang ribuan rekening bank, sebagian besar di Amerika Serikat dan kemudian membuat serangkaian rekening palsu melalui Bank of America dan Wachovia.

Dirinya kemudian memanfaatkan semibulan orang lainnya untuk membuat paspor palsu, meski akhirnya tertangkap dan berada di bawah ancaman berbagai tuduhan.

Secara keseluruhan, beberapa pihak berwenang telah memperkirakan bahwa Kristina mencuri $3 juta hanya dalam beberapa bulan. Wanita tersebut ditangkap pada 2011, namun dibebaskan setelah menandatangani obligasi dan membayar sebesar $25.000 sebagai jaminan. Seandainya, dirinya dihukum dapat dipenjara selama lebih dari 40 tahun.

Raven Adler

Dikenal sebagai salah satu hacker paling berbakat dan cerdas di dunia, Raven Adler lulus sekolah menengah pada usia 14 tahun dan mendapatkan gelar sarjana pada usia 18 tahun. Dirinya merupakan wanita pertama yang memberi presentasi di Defcon, salah satu pertemuan paling bergengsi di antara para hacker.

Saat ditanya seputar hal tersebut, dia menyatakan bahwa seharusnya dikenal karena dirinya sendiri dalam  pekerjaannya dibidang ini, bukan karena jenis kelaminnya.

Raven dilaporkan membantu perushaaan dalam melindungi data mereka dan informasi sensitif lainnya. Ia juga merupakan seorang konsultan, dosen dan penulis yang bergelut di bidang hacking dan keamanan komputer.

Joanna Rutkowska

Joanna Rutkowska menjadi contoh sempurna bahwa tidak semua hacker merupakan orang jahat. Ia terkenal karena mendemonstrasikan kerentanan pada Windows Vista di sebuah konferensi DefCon tahun 2006.

Ia jug amengungkap teknik yang disebut “Blue Pill” dapat mengtransfer Sistem Operaasi yang berjalan pada mesin virtual. Joanna biasa memberi berbagai seminar dan bekerja dengan perusahaan keamanan besar.

Anna Chapman

Anna Chapman lahir pada 23 Februari 1982 dan tinggal di New York saat dirinya ditangkap pada 27 Juni 2010 lalu. Dirinya ditangkap akibat tuduhan bekerja untuk jaringan mata-mata Program Ilegal di bawha badan intelijen eksternal “SVR (Sluzhba Vneshney Razvedki)” dari Federasi Rusia.

Ia dinyatakan bersalah atas konsipirasi untuk bertindak sebagai agen pemerintah asing tanpa memberi tahun Jaksa Agung AS, kehilangan kewarganegaraan AS kemudian dideportasi kembali ke Rusia. Setelah kembali ke Rusia, dirinya diangkat ke dewan publik pengawal muda United Russia (partai politik Rusia).

Menurut mereka, dirinya dapat mendidik orang-orang. Selain itu, dirinya juga dituduh sebagai mata-mata KGB di Amerika Serikat.

Baca juga, Banyak Hacker Wanita di Asia, Mirip Seo Mi-Ri di Drakor Vincenzo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here