3 Founder Wanita Ini Wakilkan Indonesia di Google for Startups Women Founders Academy

0
386
Google for Startups Women Founders Academy

Google for Startups Women Founders Academy memilih tiga founder wanita asal Indonesia untuk mengikuti programnya. Mereka adalah Vanessa Geraldine dari PRIEDS Technology, Utari Octavianty dari Aruna serta Ketty Lie dari ErudiFi.

Program Google for Startups Women Foundes Academy ini sendiri merupakan bimbingan pengembangan keterampilan yang dilaksanakan selama 2 minggu untuk perusahaan rintisan yang dipimpin oleh wanita. Program ini dirancang untuk membantu para pendiri meningkatkan keterampilan kepemimpinan, memperkuat hubungan tim.

Tak hanya itu, mereka juga akan diajarkan seputar menangani tantangan unik yang dialami pemimpin startup saat membangun perusahaan melalui lokakarya kelompok dan pelatihan 1:1 yang diberikan oleh pakar Google dan pakar industri.

Nah, siapa aja sih harapan dari wanita-wanita keren asal Indonesia ini dari mengikuti program Google for Startups Women Founders Academy? Simak ya, Paradiva!

Vanessa Geraldine

Vanessa Geraldine merupakan Co-founder & Chief Commercial Officer dari PRIEDS Technology. PRIEDS sendiri merupakan perusahaan penyedia sistem ERP Indonesia yang diperuntukkan untuk mengingkatkan efisiensi bisnis dan perangkat keras (IoT) berbasis cloud yang terintegrasi.

Dirinya menyampaikan harapannya dari mengikuti program Google for Startups Women Founders Academy ini adalah untuk berkembang, baik dalam aspek startup maupun community.

“Harapan terbesar saya melalui program ini adalah growth, baik dalam aspek startup dan community. Di Indonesia, terdapat jutaan bisnis kecil, menengah dan besar yang memiliki akses yang terbatas terhadap perusahaan teknologi. PRIEDS dibangun dengan visi untuk membantu UKM Indonesia bertumbuh lewat transformasi digital dengan solusi Enterprise Resource Planning dan IoT (Internet of Things), dan kami ingin menjadi sahabat yang mendampingi bisnis dari kecil hingga besar,” jelas Vanessa. 

Utari Octavianty

Selanjutnya, adalah Utari selaku Co-fonder & CEO Aruna. Dirinya mengungkapkan bahwa menjadi pemimpin perempuan punya tantangan tersendiri, antara cita-cita, stigma dngan tanggung jawab yang unik.

“Leadership untuk perempuan memerlukan pendekatan yang berbeda juga, yang jarang dibahas di buku ataupun mentorship pada umumnya. Untuk itu saya sangat bersemangat sekali mengikuti program ini, dengan harapan bisa membantu para leader perempuan di kantor maupun di desa pesisir agar dapat memimpin dengan efektif,” cerita Utami. 

Aruna sendiri merupakan platform perikanan terintegrasi yang menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi. Perusahaan ini memiliki tujuan untuk menghubungkan nelayan skala kecil dengan eksposur global dalam mempromosikan makanan laut Indonesia yang lezat, melalui kesepakatan grosir, belanja eceran dan kemitraan bisnis.

Ketty Lie

Ketty Lie selaku Co-founder bercerita ErudieFi atau yang dikenal sebagai Danacita di Indonesia, hadir untuk membantu lebih banyak pelajar di Asia Tenggara memiliki masa depan yang lebih baik dengan membantu mereka menghadiri kampus impian mereka. ErudiFi berangkat dari pengalaman pribadi Ketty sebagai lulusan perguruan tinggi generasi pertama di keluarganya.

“Saya sangat berterima kasih atas investasi yang telah diberikan keluarga saya terhadap pendidikan saya. Peluang yang terbuka karena pendidikan yang saya dapatkan membantu membentuk masa depan yang tidak akan saya miliki sebaliknya. Namun, masih terlalu banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan peluang yang sama. Hampir 70% orang Indonesia yang seharusnya berada di bangku kuliah tidak dapat menempuh pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi,” kata Ketty. 

Baca juga, Jessica Alba Posting Video Bareng Zac Efron

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here