Dijuluki ‘Miss Independent’, Yuk Kenalan Sama 5 Perempuan Sains Ini

0
175
Perempuan Sains
Foto: Zenius

Seiring dengan perkembangan sains dan teknologi yang semakin pesat, semakin banyak juga perempuan yang tertarik masuk ke dalamnya. Contohnya adalah 5 perempuan sains ini.

Mereka dijuluki sebagai ‘Miss Independent’ di dunia sains. Yang berarti, mereka adalah perempuan yang mandiri, kuat dan berdaya. Mereka mampu mencari jalannya sendiri menuju kesuksesan dan membuktikan bahwa dirinya memiliki peran serta keinginan kuat untuk mencapai tujuannya.

Perempuan Sains
Foto: Zenius

Sama seperti artinya, 5 perempuan sains ini diberikan julukan ‘Miss Independent’ karena mereka mampu membuktikan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan yang setara dengan laki-laki. Sekaligus, mampu memberikan banyak kontribusi berharga bagi dunia.

Dikutip dari Zenius, ada 5 perempuan dalam bidang sains yang harus kamu ketahui. Dijamin bakal bikin kamu terinspirasi. Simak ulasannya ya, Paradiva.

Marie Curie

Marie Curie adalah perempuan pertama yang berhasil meraih Pneghargaan Nobel untuk dua bidang ilmu yang berbeda, yakni Kimia dan Fisika. Ia telah dikelan sebagai sosok cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sejak duduk di bangku kuliah.

Meski saat itu pendidikan untuk perempuan masih dibatasi, Marie bertekad untuk melanjutkan pendidikannya di kelas infromal bawah tanah. Hingga akhirnya, ia berhasil menemukan radioaktivitas dan meraih penghargaan Nobel bersama Suaminya, Perre dan Becquerel yang berhasil meneliti hal yang sama sebelumnya.

Berdasarkan eskperimen keduanya, Marie dan Pierre menghasilkan penemuan senyawa polonium dan radium. Kiprahnya dalam dunia sains ini menjadikan Marie sebagai ilmuwan perempuan paling populer dan produktif.

Marie meninggal akibat kanker leukimia. Kanker tersebut disebabkan oleh paparan radioaktif dan radium yang telah lama ia teliti.

Rosalind Franklin

Lahir di Inggris, Rosalind Franklin menjadi salah satu ilmuwan perempuan asal Inggris. Dalam kariernya, ia berhasil menemukan struktur molekuler DNA dan RNA.

Meski dirinya tak pernah menerima Penghargaan Nobel, Rosalind memberi banyak kontribusi dalam bidang bologi. Penemuannya menjadi salah satu pencapaian paling penting di abad ke-20.

Sejak berumur 15 tahun, Rosalind bercita-cita menjadi ilmuwan. Satu mimpi yang tak lazim bagi perempuan. Ia dikenal unggul dalam hal akademik, sering menjadi juara kelas dan cerdas dalam berpikir.

Kepintarannya tersebut membuatnya berhasil mendapatkan beasiswa di Universitas Cambridge. Hingga akhirnya ia dapat menyelesaikan studi post doktoral (PHD) dalam usia 26 tahun.

Hypatia

Pemikir klasik identik dengan pria. Contoh nyatanya adalah Phytagoras, Socrates, Aristoteles, Plato hingga Archimedes. Hypatia menjadi salah satu pemikir hebat perempuan saat itu.

Di tengah keterbatasan perempuan saat itu, Hypatia berhasil menjadi salah satu perempuan pertama ahli matematika. Ia juga dikenal sebagai pendidik dan filsuf yang sangat dihormati.

Selain ahli di bidang matematika, Hypatia juga memiliki keahlian di bidang ilmu astronomi, sastra hingga seni. Ia bahkan mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan ilmu pengetahuan di Museum of Alexandria selama 20 tahun.

Saat itu, banyak juga orang yang memohon untuk bisa mengikuti kelasnya. Hypatia melahirkan banyak karya tulis, seperti buku tentang geometri, aljabar serta astronomi.

Dorothy Hodgkin

Dorothy Crowfoot Hodgkin merupakan salah satu orang pertama yang meneleiti struktur senyawa organik dengan menggunakan kristalogi sinar-X. Ia meraih gelar sarjana di Universitas Oxford.

Lalu, Dorothy melanjutkan studinya di Universitas Cambridge. Di sana ia memperoleh gelar PhD dalam investigasi kristografi kristal steroid.

Ilmuwan kimia asal Inggris ini dikenal sebagai penemu kristalografi protein. Dengan bantu sinar-X, ia berhasil menguraikan struktur vitamin B12 serta berbagai molekul kompleks lain, seperti insulin dan penisilin.

Penemuannya dalam penentuan struktur vitamin B12 membuatnya dianugrahi Penghargaan Nobel Kimia pada tahun 1964. Dorothy juga tercatat sebagai perempuan pertama yang memperoleh Medali Copley, perempuan kedua yang memperoleh Order of Merit pada tahun 1965 dan masih banyak penghargaan bergengsi lainnya.

Rita Levi-Montalcini

Ia adalah profesor berkebangsaan Italia yang lahir pada tahun 1908. Sejak usianya 20 tahun, ia bertekad untuk mengejar cita-citanya dalam bidang riset medis.

Rita Levi-Montalcini lulus dengan predikat summa cum laude dalam bidang Kedokteran dan Bedah, kemudian melanjutkan studinya di bidang neurologi dan psikiatri. Selama hidupnya, ia kerap terlibat sebagai penulis dalam puluhan riset studi serta menerima banyak penghargaan.

Ia berhasil menemukan faktor pertumbuhan saraf sehingga ia memperoleh Penghargaan Nobel di bidang Fisiologi atau Kedokteran bersama rekannya, Stanley Cohen. Penemuan tersebut memperkaya ilmu pengetahuan khususnya dalam persoalan kedokteran, seperti penyembuhan luka, pertumbuhan bentuk yang tidak sempurna, sampai penyakit tumor.

Baca juga: Anak Perempuan Bill Gates Menikah Pakai Ijab Kabul, Masuk Islam?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here