Penelitian: Lebih dari 3 Women in Tech Berniat untuk Resign

0
303
Women in tech
Foto: Unsplash/Mimi Thian

Penelitian terbaru menyatakan bahwa lebih dari 3 women in tech atau wanita yang berkarier dalam dunia teknologi berpikir untuk resign. Hal ini ternyata merupakan dampak dari pandemi.

Mengutip dari CNET, tiga puluh delapan persen women in tech di industri teknologi berencana meninggalkan pekerjaan mereka dalam dua tahun ke depan. Data ini diambil dari sebuah survei terbaru.

Laporan dari perusahaan konsultan manajemen bisnis New View Strategies, pada 4 November, ada hal yang menjadi penyebab dari women in tech ingin meninggalkan pekerjaannya. Di antaranya adalah adanya ketidak setaraan gender di tempat kerja dan pandemi, ternyata memengaruhi lintasan karier mereka.

Women in Tech
Foto: Unsplash/Annie Spratt

Dua puluh tujuh persen dari mereka mengatakan bahwa merasa kurang optimis terkait karier mereka daripada sebelum COVID-19 melanda. Sementara, lima puluh dua persen menyatakan beban kerja mereka meningkat sejak pandemi dimulai.

“Pandemi COVID-19 telah mengubah kehidupan semua orang selama satu setengah tahun terakhir, termasuk wanita yang bekerja dalam bidang teknologi,” ungkap laporan tersebut.

Laporan tersebut berhasil melakukan survei pada 1.000 wanita yang di bidang teknologi, mulai dari gaji tahunan kurang dari $25.000 hingga $100.000 dan di berbagai lingkungan kerja. Termasuk di kantor, remote maupun hybrid.

Data tersebut memperkuat penelitian serupa baru-baru ini terkait perempuan di tempat kerja. Laporan tahunan Consultancy McKnsey & Company Women in the Workplace yang dirilis pada bulan September, menemukan bahwa 1 dari 3 wanita di berbagai industri sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan mereka atau menurunkan karier mereka.

Berdasarkan penelitian tersebut pula, ditemukan bahwa manajer wanita mengambil pekerjaan ekstra untuk membantu orang lain mengelola beban dan menavigasi tantangan kehidupan di dunia kerja.

Women in Tech
Foto: Unsplash/ Christina Wocintechchat

Dalam studi lain, dari bulan Oktober, AnitaB.org, sebuah organisasi yang mengavodkasi wanita dalam komputasi, menemukan bahwa 53% wanita merasa perlu untuk membuktikan nilai mereka kepada bos mereka selama pandemi. Takut bahwa memiliki anak atau tanggung jawab keluarga lainnya mungkin disebut produktivitas mereka dipertanyakan.

Meskipun pandemi telah memperkenalkan serangkaian rintangan baru bagi perempuan, masalah yang sedang berlangsung mendahuli COVID-19. Dari mereka yang disurvei, 43% berpikir ada kesenjangan upah pada gender di tempat kerja mereka. Sementara, 38% mengatakan mereka telah menyaksikan bias gender.

Ketika ditanya terkait tantangan terbesar yang dihadapi women in tech, responden menyebutkan beberapa jawaban. Yakni, kurangnya peluang kemajuan, panutan wanita, serta kurangnya bimbingan.

Baca juga: Lewat Samsung IntimART Talks, Dian Sastrowardoyo Bantu Sesama Melalui Karya Rupa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini