TechDiva of The Year: Dian Siswarini, CEO XL Axiata

0
350
Dian Siswarini

Gadgetdiva memberi penghargaan TechDiva of The Year di IGA 2021 untuk Dian Siswarini, CEO XL Axiata. Penghargaa ini diberikan bagi perempuan yang dinilai inspiratif dan berpengaruh di bidang ICT. 

Dian Siswarini merupakan perempuan pertama yang menjabat posisi tertinggi di perusahan telekomunikasi Indonesia. Dirinya, ditunjuk sebagai CEO XL Axiata sejak 2015 lalu. 

Tahun ini, perusahaannya terus berupaya mendorong pelaku usaha swasta untuk meningkatkan pemberdayaan pekerja perempuan guna meminimalisir dampak digitalisasi dan otomatisasi terhadap eksistensi mereka. Termasuk membuat program Sisternet dan berperan aktif dalam G20 Empower. 

Untuk menduduki posisi tertinggi di perusahaan tentunya tak mudah, banyak rintangan dan perjalanan yang harus dilewati. Sebelum menjadi CEO, Dian bahkan pernah memanjat tower BTS. Nah, siapa sih sebenarnya Dian Siswarini ini? Yuk, Gadgetdiva kenalin! 

Profil Dian Siswarini

Berlatar belakang lulusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1991, perempuan kelahiran Mei 1968 ini mengawali karier sebagai Supervisior di bidang engineering. Pada tahun 1994, ia memulai kariernya di bidang telekomunikasi saat menajdi Radio Network Design Engineer di Satelindo (sekarang dikenal Indosat Ooredoo). 

Lalu, ia pindah kantor dan bekerja di XL dengan posisi yang sama. Di sinilah keberaniannya diuji, dian harus menentukan jumlah dan posisi tower untuk mencakup luas jaringan daerah tersebut. Hal itulah yang membuatnya memanjat tower dengan tinggi hampi 50 meter. 

Berkat kerja keras dan dedikasinya, Dian diangkat menjadi Vice President Network pada tahun 2005. Dilansir dari wawancaranya dengan CNN Indonesia tahun 2015, Dian mengaku posisi inilah yang membuatnya semakin percaya dengan XL. Pasalnya, perusahaan tersebut selalu memberinya amanah berturut-turut. Hingga dapat memegang posisi Direktur Digital Services Officer di Departemen Content and New Business pada tahun 2013. 

Setahun sebelum diangkat menjadi CEO, tepatnya tahun 2014, Dian kembali diamanahkan unutk pindah ke Axiata Group di Malaysia. Di bawah jabatan Group Chief of Marketing and Operation Officer, Dian bertugas  untuk memantau pekerjaan di kantor-kantor cabang XL di Sri Langka, Malaysia, Singapura, Bangladesh dan India berjalan dengan baik. 

Dari pengalamannya tersebut, Dian mengerti bahwa bidang telekomunikasi ternyata dinamis. Pemikiran tersebut didapatkan setelah melihat perkembangan teknologi di berbagai negara ternyata sama. Hanya saja waktunya yang berbeda. 

Tahun 2015, Dian resmi menjadi CEO XL Axiata. Berkat jabatannya tersebut ia mendapat penghargaan Golden Globe Tigers Award for Women Leadership. Perempuan tersebut juga sempat masuk daftar Forbes Asia’s Power Businesswomen. 

Kiprah Dian Siswarini untuk Perempuan

Dian Siswarini telah lama berkiprah untuk perempuan. Bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugnan Anak, XL Axiata meluncurkan aplikasi Sisternet. Dimana aplikasi ini dibuat untuk memantu dan mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia. Terutama untuk meningkatkan kemampuan perempuan di era digital. 

Aplikasi tersebut diluncurkan tahun 2020 lalu, setelah sebelumnya diluncurkan pada tahun 2015 berbentuksitus web. Sisternet terdiri dari fitur utama. Yakni, Sister Berbagi, Agenda Berbagi dan Modul Pintar. 

Juni lalu, dilaporkan bahwa Sisternet telah berhasil mendampingi kurang lebih 40 ribu pelaku usaha. Dengan misi mendigitalkan kurang lebih 1 jtua UMKM perempuan Indonesia pada tahun 2025. 

Semua pelatihan yang disediakan pada Sisternet dapat diikuti secara gratis. Mulai dari penyediaan konten edukatif hingga kelas webinar mingguan.  

Dian melalui XL Axiata mendukung G20 Empowerment. Dengan menerapkan kebijakan kesetaraan gender dan dukungan kepada karyawan untuk mencapai level pimpinan perusahaan. Untuk itu, perusahaan membentuk sejumlah program untuk mendorong karyawan perempuan membangun karier hingga posisi pimpinan. Ada juga program bimbingan khusus bagi talent perempuan yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan karier.  

Kini, XL Axiata memiliki dua perempuan yang menduduki posisi sebagai direktur. Serta, 30% posisi leader dipimpin oleh perempuan. Dian sendiri berkomitmen utnuk mendukug kemepimpinan perempuan dan kesetaraan gender dengan memberikan peningkatan soft-skill dan menjadikan digitalisasi sebagai solusi dalam mendorong para perempuan untuk terus mewujudkan impiannya. 

Program yang disediakan adalah peningkatan kapasitas pegawai seperti Axiata Champion dan Xseed Program. Sementara untuk mendukung pendidikan tanpa batasan gender, XL Axiata menghadirkan XL Axiata Future Leader untuk pengembangan kepemimpinan intensif selama dua tahun untuk membina Generasi Masa Depan. 

Kiprah Dian Siswarini di Bidang Teknologi

Di bawah pimpinannya, XL Axiata mendapat banyak keuntungan. Seperti di sepanjang tahun 2019 lalu, perusahaan tersebut berhasil meraih pendapatan terbesar sepanjang sejarah perusahaan, yakni Rp 25,15 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 9% dibanding tahun sebelumnya. 

Sepanjang tahun 2019 pula, XL Axiata melakukan perluasan jangkauan dan kapasitas jaringan terutama di wilayah luar Jawa. Akhir tahun 2019, total jumlah BTS XL Axiata menngkat menjadi lebih dari 130 ribu, termasuk lebih dari 40 ribu BTS 4G. Layanan tersebut telah tersedia di 424 kota/kabupaten pada tahun 2020 lalu. 

Tak hanya itu, prestasi Dian lainnya yang perlu dicatat adalah konsistensi strategi dual brand dengan menggunakan merek “XL” dan “Axis” untuk menyasar segmen pasar yang berbeda. Perusahaan tersebut menawarkan produk-produk inovatif yang disesuaikan karakteristik masing-masing konsumen. 

Tahun ini, XL Axiata kembali berhasil meraih pertumbuhan kinerja di sepanjang kuartal kedua (Q2) 2021. Prestasi ini ditandai dengan diraihnya kenaikan total pendapatan hingga 6,73 triliun. 

Sementara itu, untuk sisi jaringan, XL Axiata juga terus melakukan perluasan jaringan data pita lebar keberbagai pelosok, terutama di luarJawa. Akhir semester 1 2021, perusahaan berhasil meningkatkan jumlah total BTS menjadi 156.709 unit atau naik 12 persen YoY. Sementara area yang terlayani 4G mencapai total 485 kota/kabupaten.   

XL Axiata berhasil mendapat Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO). Ini artinya, provider tersebut dipastikan akan menjadi operaor seluler ketiga di Indonesia yang siap menggelar layanan komersialisasi 5G. 

Agustus 2021 lalu, dirinya menyatakan bahwa setelah lolos Uji Laik Operasi (ULO), XL Axiata bersiap untuk mengggelar jaringan dan layanan 5G di seluruh Indonesia. Perusahaan tersebut sudah memperluas fiberasi. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini