Samsung Ajak Mantan Miss Jatim Jadi Young Leaders

0
108
Tamara Dewi Gondo Soerijo
Foto: Instagram/@tamarawuu

Program Generation17 garapan Samsung dan UNDP kini melahirkan enam Young Leaders baru. Salah satunya adalah Tamara Dewi Gondo Soerijo, Miss Jatim 2019.

Keenam Young Leaders tersebut nantinya akan bergabung dengan Young Leaders lainnya untuk memobilisasi komunitas global, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Global Goals dan membangun solusi yang berdampak serta inklusif yang membantu mempromosikan kesejahteraan sekaligus melindungi planet ini pada tahun 2030. Tamara Dewi Gondo Soerijo yang berhasil mewakili Indonesia dalam program ini. 

Tamara Dewi Gondo Soerijo
Instagram/@tamarawuu

 “Kami terus terinspirasi oleh para visioner muda dan inovatif yang membuktikan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk kebaikan,” jelas Stephanie Choi, EVP & CMO MX Business, Samsung Electronics. “Saya merasa terhormat dapat menyambut enam orang ini ke dalam komunitas Generation17. Mereka mewakili jenis kepemimpinan yang dibutuhkan dunia kita untuk membangun masyarakat yang lebih berkelanjutan, dan saya senang melihat bagaimana mereka menginspirasi lebih banyak orang untuk mempelajari 17 Global Goals dan bergabung dengan misi kolektif kami untuk mencapai masa depan yang lebih cerah.”

Dalam program Generation17 ini, Indonesia turut mengirimkan perwakilan. Yakni, Tamara Dewi Gondo Soerijo. Dirinya merupakan Miss Jatim 2019. Siapa sih sebenarnya Tamara ini? Yuk, kenalan.

Profil Tamara Dewi Gondo Soerijo

Menjadi Runner-up 3 dari Miss Jatim 2019, Tamara Dewi Gondo Soerijo juga sempat membuat para warganet terpana pada tiga tahun silam. Dirinya mewakili Jawa Timur sebagai Miss Jatim 2019.

Jauh sebelum mengikuti ajang kecantikan tersebut, Tamara pernah mengikuti ajang Majalah Gadis Sampul di tahun 2013 silam. Dikutip dari Liputan 6, mulai dari sini sebenarnya nama Tamara sudah dikenal oleh masyarakat.

Tamara Dewi Gondo Soerijo
Instagram/@tamarawuu

Selain berprestasi di dunia modeling, Tamara juga merupakan mahasiswa Indonesia yang berprestasi di Amerika. Dirinya merupakan alumni Universitas Biola di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia juga aktif dalam sejumlah organisasi seperti PERIMAS dan Second Chance Initiative.

Menjadi Miss Jawa Timur 2019 rupanya mengubah cara padangnya dalam melihat perempuan. Tak hanya dari fisik, namun juga kemampuan. Hal tersebutlah yang melatar belakangi tujuan Tamara dalam meluncurkan bisnis fashion Liberty Society yang digelutinya.

Liberty Society sendiri meurpakan brand fashion, beretika dan sustainable. Melalui brand ini, Tamara memberedayakan perempuan sekaligus pengungsi yang lari dari negaranya. Dimana memberi kursus menjahit, pendidikan mode dan kelas memasak untuk membekali mereka.

Tamara Dewi Gondo Soerijo
Instagram/@tamarawuu

Dikutip dari ParaPuan, Pengungsi yang diberdayakan oleh Tamara sendiri berasal dari Afganistan, Irak dan Iran yang bersuaka di Indonesia. Yang membuat Tamara tergerak untuk mengajak para pengungsi ini adalah saat mendengar cerita mereka yang telah 7 hignga 10 tahun tinggal di Indonesia namun sama sekali tak mendapat akses pekerjaan maupun mengenyam pendidikan.

Oleh karena itu, Tamara membuat nama brand tersebut Liberty Society. Lebih dari sekadar brand, namun juga menjadi wadah bagi perempuan untuk bebas berekspresi.

Tamara juga berharap bahwa Liberty Society dapat menajdi jembatan bagi perempuan dalam menggapai mimpinya. Tahun 2022 ini, Tamara terpilih sebagai perwakilan dari Indonesia untuk Young Leaders dalam program Generation17.

Young Leaders Samsung dan UNDP

Dengan enam advokat, pionir gerakan dan pengusaha grassroot, Generation17 berekspansi ke seluruh penjuru dunia, mencakup negara-negara di Afrika, Asia, CIS & Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin dan Timur Tengah. Kegiatan mereka akan meningkatkan kesadaran akan solusi global untuk masalah mendesak yang dihadapi umat manusia pada tahun 2022 dan di tahun-tahun mendatang, seiring dengan aktivitas mereka dalam memajukan inovasi digital, memberdayakan perempuan pengungsi melalui pendidikan dan pelatihan kerja, coaching bagi lansia tentang kesehatan fisik dan mental dan masih banyak lagi:

  • AY Young (Amerika Serikat): Musisi yang memproduksi album dan mengadakan konser yang berbagi macam-macam cara menarik untuk mengatasi masalah kemiskinan energi global.
  • Kristian Kampmann (Denmark): Pemimpin UNLEASH, lab inovasi yang memicu solusi-solusi kreatif dan inklusif untuk Global Goals.
  • Nora Altwaijri (Arab Saudi): Software engineer yang mengedukasi masyarakat tentang Global Goals dan menghubungkan mereka dengan sumber daya yang bermanfaat melalui platform digital.
  • Oğuz Ergen (Turki): Aktivis yang mengumpulkan LSM, akademisi dan pemerintah bersama-sama untuk membahas krisis iklim dan melindungi wilayah pesisir Aegean.
  • Tamara Dewi Gondo Soerijo (Indonesia): Pendiri social enterprise yang memberdayakan pengungsi perempuan dengan memberikan peluang peningkatan keterampilan (upskilling) dan akses ke pasar.
  • Thuy Anh Ngo (Vietnam): Wiraswasta yang meluncurkan aplikasi seluler yang membantu lansia dengan memberikan saran dan aktivitas untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. 

Tamara Dewi Gondo Soerijo

“2022 adalah tahun penentu dalam upaya kami untuk mencapai Global Goals, karena pandemi COVID-19 telah membalikkan puluhan tahun kemajuan dalam pembangunan manusia global,” jelas Achim Steiner, UNDP Administrator. “Terlepas dari kenyataan yang muram ini, saya yakin bahwa kekuatan dan ketekunan generasi muda akan membantu kita membangun sesuatu yang lebih baik dari krisis ini, dan mendorong perubahan positif pada pendidikan, inklusi, dan iklim. Keenam pemimpin muda ini dan seluruh komunitas Generation17 mengingatkan bahwa kita perlu meningkatkan upaya untuk mencapai Global Goals dan melindungi masa depan kita bersama.”

Didorong Oleh Semangat dan Untuk Kaum Muda

Sejak diluncurkan, Generation17 telah dipelopori oleh dan mendukung kaum muda. Samsung dan UNDP terus terlibat dengan Young Leaders untuk menentukan kebutuhan terbesar mereka dan menemukan sistem pendukung untuk membantu meningkatkan skala dan memajukan kegiatan mereka.

Bersama-sama, kedua organisasi menyediakan teknologi Galaxy terbaru, mengamplifikasi kisah mereka di platform global, memfasilitasi jaringan rekan dan berbagi best-practice, menawarkan peluang bimbingan dan mengundang mereka ke panggung penetapan agenda global seperti UN ECOSOC Youth Forum.

Pada tahun 2022 dan selanjutnya, Samsung dan UNDP berkomitmen untuk mengeksplorasi cara-cara baru untuk bermitra dengan para Young Leaders. Ini termasuk mengadakan “Generation17 Youth Dialogues” untuk pertama kalinya, sebuah acara untuk menggalang pendukung Global Goals dari seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan tentang bagaimana orang dapat menavigasi Global Goals dengan baik dan mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan.

Ke-14 Young Leaders ini akan menghubungkan orang-orang dengan solusi yang secara aktif berkontribusi pada Global Goals, termasuk aplikasi Samsung Global Goals. Diluncurkan pada tahun 2019 oleh Samsung dan UNDP, aplikasi ini memberikan kesempatan belajar di Global Goals dan berbagi cara mudah dan bermakna untuk membuat perbedaan. Aplikasi ini kini telah terpasang di hampir 200 juta perangkat Galaxy dan telah menghasilkan lebih dari US$4 juta dalam bentuk donasi untuk mendidik komunitas Galaxy tentang tantangan paling mendesak di dunia dan memperkuat kinerja UNDP di negara-negara pendukung untuk menerapkan solusi terintegrasi untuk Global Goals. 

Baca juga: SheHacks Indosat Klaim Berdayakan 1500 Perempuan RI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini