Jeane Phialsa Ngaku Cuma Pakai 1 Aplikasi Pembayaran di Ponselnya

0
242
Jeane Phialsa
Jeane Phialsa, drummer band Base Jam (foto: Instagram)

Gadgetdiva.id — Jeane Phialsa, perempuan berhijab yang saat ini sedang aktif menjadi drummer band Base Jam ternyata tidak pernah neko-neko menggunakan aplikasi digital di smartphone-nya. Malah dia mengaku hanya menggunakan satu aplikasi pembayaran di ponsel yang ia miliki.

Tidak heran jika perempuan yang kerap dipanggil Alsa ini juga tidak tertarik untuk ikut-ikutan artis lain bermain di cryptocurrency. Dunia Kripto sedang digemari banyak orang tak kecuali dunia artis, namun bagi Alsa drummer Base Jam ia sama sekali tidak tertarik terjun ke dunia Kripto.

Jeane Phialsa
Jeane Phialsa, drummer band Base Jam (foto: Instagram)

Apalagi ada fenomena yang terjadi di dunia Kripto di kalangan artis yang sedang rame di perbincangkan.

Baca juga: Memanfaatkan Samsung Galaxy S22 5G ala Sheila Dara

“Ga tertarik dari dulu, untuk mata uang digital. Di hape saya aja aplikasi pembayaran paling maksimal cuma gopay,” jawabnya saat ditanya Gadgetdiva melalui aplikasi WhatsApp.

Dia pun memberikan wejangan kepada para penggemarnya untuk tidak buru-buru mengikuti jejak orang lain di dunia maya. Apalagi soal token kripto. “Selama belum mengantongi izin dari lembaga pemerintah Indonesia, sebaiknya jangan dulu dipublikasikan, karena sangat beresiko, baik untuk pengusaha (artis yang bersangkutan) maupun yang bertransaksi,” kata Alsa.

Jeane Phialsa
Jeane Phialsa, drummer band Base Jam. (Foto: Instagram)

“Setiap orang punya cara nya masing-masing sih untuk mendapatkan income, tapi klo dari aku pribadi, klo semua anak muda main kripto semua, siapa dong yang akan memproduksi dan berinovasi kebutuhan sandang pangan papan kedepan? Mungkin harus diimbangi juga dengan kreatifitas untuk keberlangsungan dunia nyata,” lanjutnya.

Untuk terjun ke dunia Kripto, Alsa menyarankan untuk mempelajari dan pahami dunia Kripto sehingga tak merugikan.

“Sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia kripto, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu, dibimbing dengan orang yang berpengalaman dan cari tau resiko2 yang akan muncul. Yang paling penting, minta masukan dari ahli hukum juga, supaya secara hukum resikonya ga terlalu merugikan,” tutup Alsa.

Jeane Phialsa dan haters

Perempuan kelahiran 4 Juni 1993 ini ternyata juga tak terlalu ambil pusing dengan yang namanya haters di media sosial. Jeane Phialsa, yang pernah bergabung beberapa grup band, seperti D.o.t, Setia Band, Erwin Gutawa Orchestra, Fusion Stuff, Starlite dan beberapa band yang beraliran jazz, mengaku sempat ingin setop bermain medsos.

Rupanya, di tengah kesibukan Base Jam yang sedang mempersiapkan materi untuk karya terbaru band yang hits dengan lagu “Bermimpi” ini, dia memilih untuk memblokir saja akun haters yang mengganggunya.

“Biasa nya aku cuekin aja, tapi klo sudah mengganggu, aku block aja akunnya,” kata drummer yang memiliki hape pertama Nokia 3230 ini.

Selain Karena haters, Alsa pernah kepikiran untuk setop bermain medsos karena menurutnya membuat ia tak produktif.

“Pernah, karena buat aku terkadang medsos bikin lupa waktu dan akhirnya ga produktif di dunia nyata,” jelas penyuka fitur Kamera, Notes, File, To Do List di hapenya.

Beruntung kini Alsa sedang sibuk mempersiapkan projek baru untuk band yang cukup ternama di era 1990. Dia juga berencana untuk membuat publisher musik sendiri. Kesibukannya cukup menyita waktu dan tidak memberikannya kesempatan untuk mengurusi haters.

“Kebetulan aku lagi sibuk mempersiapkan rilisan karya terbaru bandku Base Jam. Juga sedang merintis publisher music-ku nih “Bagbeat Music” namanya, sama lawyering dikit – dikit hehe,” ujar Jeane Phialsa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini