Tokopedia Beber Jumlah Kenaikan Perempuan Pegiat Usaha Lokal

0
35
Jumlah Kenaikan Perempuan Pelaku UMKM
Studio Dapur - Mega Puspita

Gadgetdiva.id — Masih dalam rangka Hari Perempuan Internasional, Tokopedia ungkap jumlah kenaikan perempuan pelaku UMKM di 2021. Ada beberapa wilayah Indonesia yang mengalami peningkatan, yakni Pekanbaru, Palembang, Pekalongan, Denpasar dan Balikpapan.

Hari Perempuan Internasional jatuh pada 8 Maret, hari ini. Melalui sebuah acara daring, Tokopedia membeberkan jumlah kenaikan perempuan pelaku UMKM di tahun 2021. Data tersebut mencatat bahwa jumlah mereka meningkat 2,5 kali lipat dibanding tahun 2020 lalu.

Dalam acara tersebut, Tokopedia juga mengungkap bahwa jumlah kenaikan perempuan pelaku UMKM kenaikan cukup signifikan berada dalam beberapa kota di Indonesia. Yakni, Pekanbaru, Pelmbang, Pekalongan, Denpasar dan Balikpapan.

“Tokopedia juga melihat beberapa kota di Indonesia mengalami peningkatan paling tinggi dalam hal jumlah perempuan pegiat usaha lokal selama 2021. Ada Pekanbaru, Palembang, Pekalongan, Denpasar dan Balikpapan,” ujar Head of Product (Campaign) Tokopedia, Helena.

Meningkatnya jumlah kenaikan perempuan pelaku UMKM juga didorong dari banyaknya inisiatif Tokopedia bersama pegiat usaha lokal, termasuk perempuan pegiat UMKM. Mulai dari Tokopedia Beauty Awards 2021, Women in Style, insiatif Hyperlocal dan turunannya seperti Tokopedia Nyam!, Festival Fashion Lokal Jawa Barat dan lainnya.

Baca juga: Peran Perempuan RI di Posisi Senior Management Naik 38%

UMKM Besutan Perempuan di Tokopedia

Pada acara tersebut, Tokopedia juga turut mengundang beberapa UMKM besutan perempuan. Di antaranya adalah Studio Dapur dan Noesa.

Studio Dapur sendiri merupakan UMKM asal Bandung dengan omzet puluhan juta di Tokopedia. UMKM ini dibesut oleh Mega Puspita dan beberapa rekannya. Dalam usahanya ini, mereka juga turut memberdayakan pengrajin bambu dengan berbagai latar belakang di desa Padakembang, Singaparna, Jawa Barat.

“Para pengrajin ini memproduksi produk anyaman bambu ramah lingkungan, seperti tudung saji, baki, alas gelas dan piring, keranjang dan lain-lain. Kami juga rutin mengedukasi para pengrajin bambu dan warga setempat terkait pembuatan kerajinan bambu berkualitas agar bisa dijadikan mata pencarian warga sekaligus menjaga kelestarian desa,” jelas Mega.

Lebih lanjut, ada juga Noesa yang merupakan contoh UMKM lainnya yang digawangi oleh perempuan. UMKM ini juga turut memberdayakan pengrajin lokal.

Noesa sendiri dibesut oleh Annisa Hendrato dan Cendy Mirnaz. Mereka menggandeng komunitas perempuan penenun dan penjahit di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menghasilkan produk tenun ikat Flores. Produk tenun tersebut diwujudkan dalam bentuk dompet, gelang, tali kamera dan masih banyak lagi.

“Selama pandemi, Tokopedia menyumbang lebih dari 60% terhadap penjualan keseluruhan Noesa. Ini turut menjaga produktivitas perempuan pengrajin di NTT. Produk kami pun jadi bisa diakses oleh masyarakat dari Sabang hingga Merauke,” kata Annisa. 

 

Upaya Tokopedia Asah Keterampilan Perempuan Indonesia

Tokopedia juga membeberakan bahwa mereka turut mendukung keterampilan digital perempuan. Khusunya dalam mengasah keterampilan mereka lewat Tokopedia Bersama (Beraksi untuk Sesama) – yang mengusung pemberdayaan perempuan sebagai salah satu pilarnya – dan Tokopedia Academy

Tokopedia Bersama menghadirkan program Tokopedia Migrant-CARE yang membantu perempuan purna migran menciptakan peluang bisnis online. Ada juga program Edukasi dan Mentoring E-commerce bersama Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK) untuk menyediakan pelatihan bagi perempuan pegiat UMKM.

Di sisi lain, Tokopedia Academy konsisten mendorong kemajuan talenta digital perempuan, salah satunya melalui konferensi teknologi tahunan START Women in Tech. Konferensi ini melibatkan banyak perempuan ahli teknologi sebagai pembicara.

Baca juga: 6 Rekomendasi Podcast Inspiratif #PerempuanBersuara di NOICE

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini