5 Fakta Soal Rara Pawang Hujan MotoGP

0
153
Pawang Hujan MotoGP

Gadgetdiva.id — Setelah berkenalan lewat profilnya, Paradiva juga perlu tahu nih 5 fakta Rara Pawang Hujan MotoGP. Apa aja sih? Simak terus ya, Paradiva.

Nama Rara Isitati Wulandari atau dikenal dengan Rara Pawang Hujan MotoGP ini kerap diperbincangkan oleh netizen setelah aksinya meredakan hujan di perhelatan MotoGP hari Minggu (20/3) kemarin jadi sorotan. Ia bahkan disebut sebagai The Master oleh akun resmi Twitter MotoGP.

Pawang Hujan MotoGP
Foto: Instagram/@rara_cahayatarotindigo

Sebelumnya, Rara juga pernah menjadi pawang hujan di beberapa perhelatan besar. Salah satunya adalah Opening Asian Games 2018.

Berkat profesinya tersebut, dara 39 tahun ini digadang mendapatkan bayaran hingga tiga digit rupiah dalam waktu 21 hari. Nah, lantas apa aja sih fakta Rara Pawang Hujan yang mesti Paradiva ketahui?

Rara Pawang Hujan
Foto: Facebook/ Rara Istiati Wulandari

Rara pawang hujan MotoGP keturunan Jawa

Rara Istiati Wulandari adalah seorang indigo keturunan Solo-Yogyakarta. Dirinya lahir di Jayapura pada 22 Oktober 1983 silam dan saat ini berdomisili di Bali.

Sejak kecil memang dirinya sudah didekatkan dengan dunia spiritual. Pasalnya, kakek dan ayahnya merupakan kepercayaan menangani acara Keraton Solo.

Pawang Hujan MotoGP
Foto: Instagram/@rara_cahayatarotindigo

Dalami ilmu pawang sejak belia

Ternyata keahliannya menjadi pawang hujan telah didapat sejak kecil. Oleh karena itu, sejak 9 tahun dirinya sudah mendalami ilmu tersebut.

“Umur sembilan tahun saya sudah cari uang sendiri dari acara wayang. Waktu itu saya belum menggunakan menyan untuk menjadi pawang hujan. Saya bilang ke dalangnya kalau saya bisa bantu agar tidak hujan,” ungkap Rara yang dikutip dari artikel Nova.

Pawang Hujan MotoGP
Foto: Facebook/ Rara Istiati Wulandari

Selama bertugas di MotoGP perintah untuk dirinya bisa datang satu jam sekali lewat telepon. Selain meredakan hujan, pawang hujan MotoGP ini juga sempat diperintahkan untuk menurunkan hujan.

“Kemarin (Kamis) aspal sempat dinilai sedikt panas. Suhunya mencapai 60 derajat celsius. Di sini, saya diminta untuk menurunkan suhu agar lembap dan sejuk dengan sedikit hujan,” ujar Rara yang dikutip dari salah satu artikel milik Kompas TV.

Punya ‘Gerbang Hijau’ di Perhelatan MotoGP

Dilansir dari Kompas.com, Rara memiliki basecamp yang digunakan untuk memantau hujan. Basecamp tersebut berada di bagian utara sirkuit dekat dengan pintu masuk utama yang bertuliskan ‘Gerbang Hijau’.

Di Gerbang Hijau, Rara menyimpan berbagai peralatan serta sesajennya di dalam kotak. Kotak tersebut diletakkan di belakang pagar Gerbang Hijau.

Pawang Hujan MotoGP
Foto: Instagram/@rara_cahayatarotindigo

Rekomendasi Erick Thohir

Sebagai pawang hujan MotoGP, Rara pawang hujan MotoGP ditugaskan untuk memodifikasi cuaca. Menurut keterangannya yang dikutip dari Kompas TV, Rara mengaku direkomendasikan oleh Erick Thohir.

“Saya sebagai tim doa pawang hujan yang direkomendasikan Pak Erick Thohir,” ujar Rara. Ia bahkan telah dipercaya oleh pejabat-pejabat negara untuk menghalau cuaca yang tak diinginkan dalam suatu acara besar.

“Sering mengawal event-nya Presiden Jokowi dan event kenegaraan lain, bersama dengan tim ITDC dan Pak Hadi Tjahjanto sebagai koordinator lapangan melakukan modifikasi cuaca dengan kekuatan doa,” katanya.

Pawang Hujan MotoGP
Foto: Instagram/@rara_cahayatarotindigo

Tak Boleh Makan Selama Ritual

Di MotoGP, Rara pawang hujan MotoGP ditugaskan untuk menghalau hujan. Pada hari Minggu (20/3) kemarin, ia diminta untuk membantu meredakan hujan deras dengan intensitas tinggi. Akibat hujan tersebut, start MotoGP terpaksa tertunda selama satu jam 15 menit.

Saat beraksi dalam sirkuit yang belangsung selama setengah jam tersebut, Rara menggunakan mangkok emas sambil memutar-mutarkan dan memukul pengaduk pada wadah tersebut. Ia juga merapal doa.

Pawang Hujan MotoGP
Foto: Instagram/@rara_cahayatarotindigo

Rara pawang hujan MotoGP mengungkap selama ritual dirinya tak boleh lapar dan tak ingin ada intervensi. Dalam artian, tak ada pihak lain yang bekerja untuk menghentikan hujan selain dirinya.

Menurut Rara, hal tersebut dapat menggagalkan upaya yang dijalankannya. Ia juga hanya akan menuruti perintah dari yang memitna jasanya, MGPA.

“Saya ga banyak makannya, tapi butuh kasih sayang. Perhatian. Makanan yang dikasih ini makanan tanda kasih sayang atau perhatian ke saya. Kalau saya sukanya makan kurma dan cokelat,” ujar Rara yang dikutip dari sebuah wawancara oleh CNN Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini