ShopeePay Talk Bagikan Strategi Bisnis dengan Brand Purpose

0
310
ShopeePay Talk
Sumber Foto: Sabine Blog

Shopee kembali menggelar ShopeePay Talk hari ini (21/7). Pada acara talk show kali ini, mereka membagikan stragegi berbisnis dengan menggunakan brand purpose.

Dengan mengangkat tema Gak Cuma Cuan, Bisnis Juga Bisa Bawa Perubahan, ShopeePay Talk eposide ini mengundang dua pebisnis sukses, yaitu Audrey Maximillian Herli, Wendy Pratama dan dr. Shirley Oslan. Ketiga founder dan co-founder ini berdiskusi seputar strategi membangun brand purpose yang dapat menjanga kelangsungan bisnis, memberi dampak positif bagi masyarakat sampai menciptakan komunitas pelanggan yang loyal.

ShopeePay Talk
Foto: Shopee

Pada pembuka acara, Eka Nilam Dari, selaku Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay menyampaikan, “Di tengah era digital, persaingan bisnis dalam meraih perhatian konsumen kini menjadi semakin ketat. Tidak lagi terpusat pada fungsi sebuah produk maupun jasa, namun salah satu hal terpenting yang mempengaruhi cara pandang konsumen adalah konsistensi bisnis dalam mewujudkan brand purpose yang bermakna dan dapat membawa perubahan bagi masyarakat secara jangka panjang.”

Ia berharap, melalui ShopeePay Talk ini, pelaku bisnis dapat meningkatkan semangat mereka untuk bersama-sama memulai. Sekaligus, mengembangkan bisnis bermakna sebagai upaya pemulihan perekonomian Indonesia menyambut tahun 2022 mendatang.

Brand purpose sendiri merupakan fondasi esensial yang mampu mengarahkan dan mendorong sebuah bisnis untuk terus berkembang. Tujuan akhir yang ingin dicapai brand purpose tidak berfokus pada profit bisnis, tapi bagaimana sebuah bisnis juga dapat mengemban tujuan mulianya sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Dalam acara talk show kali ini, Audrey Maximillian Herli membangun Riliv melawan stigma negatif isu kesehatan mental dan dr. Shirley Oslan yang vokal mendobrak standar kecantikan dengan bisnisnya Mad for Makeup, berikut dua strategi jitu mereka yang dapat menginspirasi perumusan brand purpose dalam sebuah bisnis:

Lahir sebagai solusi, bukan ikut tren semata

Saat mendirikan bisnis, umumnya pelaku bisnis terlena mencari ide bisnis yang sedang tren di masa itu, tanpa mempertimbangkan faktor penting yang harus dipersiapkan, yakni merumuskan tujuan mulia (brand purpose) apa yang ingin mereka capai dengan bisnisnya. Akibatnya, bisnis yang dibangun dapat kehilangan relevansinya seiring berjalannya waktu.

ShopeePay Talk
Foto: Shopee

Audrey Maximillian Herli, Co-Founder & Chief Executive Officer of Riliv mengatakan, “Kunci utamanya adalah fokus pada masalah yang ada, bukan hanya sekadar mengikuti tren terutama di tengah dinamisnya perubahan industri bisnis. Lebih dari sekadar menciptakan bisnis, jadilah sebuah bisnis yang dapat menghadirkan solusi bagi masalah yang ada. Ketika kita berhasil memecahkan masalah yang ada, bisnis kita akan menjadi semakin sustainable dan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Itulah mengapa sejak awal berdiri, Riliv selalu berupaya memegang teguh brand purpose kami untuk terus melawan stigma negatif tentang kesehatan mental di Indonesia. Kehadiran Riliv diharapkan dapat menciptakan sebuah tempat yang aman bagi masyarakat yang butuh pertolongan profesional terkait isu kesehatan mental.”

Sentuh sisi emosional target audiens yang mau disasar

Tak dapat dipungkiri bahwa brand purpose memainkan peranan penting dalam membantu sebuah bisnis membangun ikatan emosional yang lebih kuat dengan target audiens mereka. Hal tersebut akhirnya mendorong pelaku bisnis menjadi lebih aktif menciptakan brand purpose yang dapat menyentuh sisi emosional para target audiens yang mau mereka sasar.

“Sebagai dokter estetik, saya ingin merangkul para perempuan Indonesia untuk dapat lebih menerima dan mencintai diri mereka sendiri. Brand purpose tersebut kami sampaikan salah satunya lewat produk make-up yang sehat bagi kulit, mudah digunakan untuk sehari-hari dan pemula, dan harga yang terjangkau. Sejak awal, kami berusaha untuk tampil beda dengan menyuarakan brand purpose yang otentik dan menyasar sisi emosional maupun personal para target audiens kami. Kami secara aktif mengimplementasikan brand purpose tersebut di semua aspek yang kami lakukan. Dengan begitu, kami dapat membangun hubungan yang lebih personal dengan para konsumen kami dan meningkatkan loyalitas mereka terhadap brand kami. For the people of tomorrow, that we called Rebels!,” jelas dr. Shirley Oslan, Co-Founder of Mad for Makeup.

Menutup acara ShopeePay Talk: Gak Cuma Cuan, Bisnis Juga Bisa Bawa Perubahan, Wendy Pratama, Founder & Chief Executive Officer of Lingkaran menambahkan bahwa, “Dalam industri bisnis, kehadiran brand purpose menjadi salah satu bagian esensial yang tidak dapat disamakan dengan strategi marketing maupun slogan bisnis. Brand purpose merupakan janji atau komitmen jangka panjang sebuah bisnis kepada para konsumennya yang harus selalu mereka jaga secara konsisten. Walaupun bisnis tersebut mengalami pivot, pergantian produk maupun jasa, bisnis tersebut harus berupaya mewujudkan janjinya sehingga bisnis tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Secara jangka panjang, brand purpose juga dapat membangun komunitas konsumen yang lebih loyal, hingga pada akhirnya juga akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis tersebut.”

Baca juga: ShopeePay Talk Himbau Pebisnis Pemula Hindari Kesalahan Umum Berbisnis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini