Tips Memaksimalkan Perlindungan Data Pribadi di Aplikasi Telegram

0

Pemerintah Indonesia baru saja mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang telah lama dinanti. Hal ini merupakan langkah tepat dalam upaya memastikan perlindungan yang maksimal terhadap data pribadi. Namun, para warga dan platform digital juga perlu memainkan perannya masing-masing guna mencapai perlindungan data pengguna yang maksimal.

Telegram, sebagai salah satu aplikasi pesan singkat yang paling banyak digunakan di Indonesia, memahami perannya dalam melindungi data penggunanya dan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan, serta menyediakan fitur keamanan yang ekstensif sehingga pengguna dapat melindungi data mereka.

Berikut adalah cara Telegram bekerja untuk melindungi datamu, serta tips tentang bagaimana kamu dapat menjalankan peran untuk meningkatkan keamananmu.

"Perlindungan Data"

Telegram & Enkripsi

Telegram menyimpan pesan dari obrolan cloud pengguna di server mereka sehingga pengguna dapat mengakses data dari perangkatnya kapan saja. Namun, untuk memastikan keamanan data pengguna, data ini terenskripsi sehingga teknisi lokal atau penyusup tidak dapat mengaksesnya.

Selain itu, fitur Secret Chats menggunakan enkripsi end-to-end sehingga hanya pengirim dan penerima yang dapat mengetahui isinya. Bahkan Telegram tidak memiliki akses ke isi pesan di Secret Chats tersebut.

Tidak Ada Pengumpulan Data yang Tidak Diperlukan

Salah satu prinsip dasar Telegram dalam hal pengumpulan dan pemprosesan data adalah hanya menyimpan data yang diperlukan agar dapat berfungsi sebagai layanan pengiriman pesan yang aman.

Selain nomor ponsel kamu (yang disembunyikan dari pengguna lain), Telegram tidak mengharuskanmu untuk memberikan nama asli, jenis kelamin, usia, atau preferensimu. Kamu juga tidak perlu membagikan alamat email kamu dengan Telegram, kecuali jika kamu memilih untuk membagikan emailmu untuk keperluan pemulihan kata sandi atau log in dengan email.

Tidak Ada Iklan yang Dipersonalisasi Berdasarkan Data Pengguna

Prinsip privasi dasar lainnya yang dipegang oleh Telegram adalah tidak menggunakan data kamu untuk menampilkan iklan yang sudah disesuaikan dengan dirimu (personalized ads). Tidak seperti platform sosial lainnya, Telegram tidak menggunakan data kamu untuk penargetan iklan atau tujuan komersial lainnya.

Ada fitur di mana pengiklan dapat mempromosikan pesan mereka di saluran publik (Telegram Ad Platform), tetapi pesan ini hanya ditampilkan berdasarkan topik saluran publik tersebut, sehingga tidak akan ada data pengguna yang dianalisis untuk menampilkan iklan.

Seperti yang dapat dilihat dari Kebijakan Privasi Telegram, Telegram menghargai kebebasan berbicara dan keamanan.

Telegram memahami bahwa memegang kendali dan menjaga keamanan data pribadi bisa menjadi sulit dilakukan secara online ketika ada banyak pihak yang berlomba-lomba agar datamu dapat digunakan untuk keuntungan ekonomi.

Inilah mengapa Telegram memprioritaskan untuk menjadi platform yang mengutamakan keselamatan dan keamanan penggunanya sekaligus memastikan pengalaman pengguna yang optimal dengan berbagai fiturnya.

Baca juga : Huawei Cloud Mulai Eksis di RI Garap Startup, UKM, sampai Enterprise

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini