UMKM

14 Tahun di Singapura, Pulang Ke Indonesia Ingin Lukis Wajah Orang

post-img

Source : gadgetDiva

Gadgetdiva.id — Di gang sempit itu, kursi-kursi berselimutkan kain putih telah berjejer dengan rapi. Tenda selebar 2 meter berwarna biru dan putih pun terpasang dan seolah siap melindungi para tamu undangan dari teriknya matahari. Penghuni rumah yang terlihat tergesa-gesa meletakkan makanan di meja lebar dengan hiasan indah itu, mempersilakan saya untuk masuk dan berbelok ke kanan di dalam rumah.

Ruangan kecil. Kamar tidur. Dindingnya sudah ditutup oleh kain berwarna emas. Kasur di atas ranjang tidur itu pun sudah diselimuti seprei emas. Sekumpulan bunga mawar putih disematkan di dinding atas kasur. Sedangkan tepat di atas kasur berjejer kado-kado pemberian teman dan kerabat untuk kedua mempelai.

Kisah Sukses Perempuan Indonesia yang Mencari Peluang Bisnis di Lazada

Namun tujuan saya ke sini bukan untuk kondangan, bukan pula untuk mewawancarai pengantin. Saya hendak bertemu perempuan berpakaian hitam dengan jilbab hitam berhias renda emas itu. Dandanan perempuan itu tidak kalah cantik dengan sang pengantin. Hanya saja, bedaknya lebih tebal si pengantin. Bibir wnaita itu pun tidak lebih menor dari si pengantin, lengkap dengan bulu mata yang tidak lebih panjang dari pengantin wanita itu.

Pulang ke IndonesiaNurfitri. 14 Tahun di Singapura, Pulang ke Indonesia Ingin Jadi MUA.

Kuas lipstik ditangan kanannya, sedangkan lipstiknya sendiri ada di tangan kirinya. Tangannya lihai memainkan kuas di atas bibir si pengantin. Pemilik tangan lihai dalam memainkan kosmetik dan melukis wajah itu adalah Nurfitri. Perempuan berusia 44 tahun yang sudah memiliki 3 orang anak. Menariknya, dia baru beberapa hari pulang dari Singapura.

Usai melukis wajah pengantin wanita dan memakaikan bajunya, pengantin pun menuju pelaminan untuk menerima selamat dari para tamu. Fitri duduk sambil menghela nafas. Pekerjaannya tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga, namun cukup menguras energi karena harus menerapkan make up secara detil. Fitri bilang, “Make up artist itu seniman juga. Pelukis. Tapi kanvasnya adalah wajah”.

Fitri mengaku, ini adalah klien pertamanya sejak dia pulang merantau ke Singapura. Iya, dia meninggalkan Indonesia sejak 14 tahun lalu. Ingin mencari keberuntungannya di negara kecil itu. Di sanalah kemudian dia mengenal dunia rias merias.

“Saya belajar makeup pertama kali di Singapura, di Gayatri Beauty Academy selama 1 tahun. Seneng aja belajar ngerias karena hobbi, makeup-in orang menjadi lebih cantik,” jelas Fitri menjawab pertanyaan pertama saya.

Pulang ke IndonesiaNurfitri saat beraksi dengan kuas dan pensil alis.

Kemudian, kata dia, 14 tahun dirasa sebagai waktu yang cukup untuk merantau di negeri orang. Sudah cukup bekal materi dan keahlian, sehingga dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

“Ingin kumpul juga dengan keluarga makanya pulang. Lagipula bisa buka usaha sendiri, sambil terus meningkatkan skill rias di Indonesia,” katanya.

Berawal dari melihat postingan Instagram para make-up artist, Fitri kemudian tertarik dengan akun milik ahli make-up artist bernama Arman Armano. Pria ini pernah didapuk menjadi perias pengantin influencer Sarah Gibson. Arman Armano juga memiliki sekolah rias bernama Arman Armano Academy. Pria asal Semarang itu belajar rias secara otodidak namun memiliki ciri khas yang disukai banyak wanita, yaitu make-up bold.

“Di Arman Armano Academy itu aku ikut kelas online untuk upgrade skill dan bisa kenal juga dengan para MUA hits Indonesia dan ikutan belajar bersama mereka karena setiap MUA terkenal pasti punya signature dan teknik makeup yang berbeda,” ujar Fitri.

Fitri mengaku, usahanya ini masih tergolong kecil dengan tarif masih ratusan ribu per wajah. Namun dia ingin mengembangkan bisnisnya ini menjadi wedding organizer yang lengkap dengan tarif terjangkau.

Salah satu hasil karya Nurfitri.

Fitri mengatakan jika dirinya sangat bergantung pada perangkat komunikasi dan jaringan data yang dimilikinya. Misalnya untuk menerima order rias, dia akan mendapatkannya dari WhatsApp dan Instagram. Dia pun sampai berlangganan IndiHome demi mendapatkan sinyal internet yang stabil di rumah, sekaligus hiburan tontonan yang beragam dari produk milik Telkom itu. Sedangkan saat berada di luar, dia akan mengandalkan jaringan Telkomsel, meski kadang dia gunakan untuk menonton IndiHome TV saat sedang menunggu pengantin berganti baju untuk resepsi, atau saat berada di atas kereta untuk menuju ke lokasi pernikahan.

IndiHome, UMKM dan Konten Medsos

Dia juga mengandalkan internet IndiHome untuk memposting konten-konten hasil riasannya. Awalnya, dia akan merekam dulu semua video yang akan dipostingnya. Kemudian, saat di rumah, dia mulai berganti jaringan dari selular Telkomsel ke broadband IndiHome. Lalu proses pengeditan pun dilakukan dengan jaringan IndiHome yang bisa dilakukannya dengan cepat karena kapasitas speednya 40Mbps. Kemudian dia akan mempostingnya di Instagram dan TikTok, juga Facebook agar semua orang bisa melihat hasil karyanya dan tertarik dengan riasannya.

Fitri mengakui jika layanan IndiHome cukup membantu dirinya untuk bisa membuat dapur ngebul. Tak hanya soal komunikasi tapi juga hiburan yang menarik. Misalnya, saat sedang me time di rumah, dia bisa menonton Netflix atau saluran televisi lokal. Apalagi dengan adanya aplikasi IndiHome TV, Fitri bisa menghabiskan waktu seharian penuh untuk menonton drama Korea favoritnya.

“Saya langganan juga baru, pas sebulan mau pulang ke Indonesia, saya searching di Google layanan internet yang bagus dan stabil untuk di rumah. IndiHome ada di urutan paling atas. Saya baca, pelanggannya udah banyak, hampir 10 juta. Kalau udah banyak gini, berarti kan layanannya bagus. Itu yang saya pikirkan dulu,” ujar Fitri.

Fitri tidak salah. Apalagi saat ini IndiHome akan terintegrasi dengan Telkomsel, perusahaan telekomunikasi selular besar di tanah air. Dipastikan layanan dan fiturnya akan semakin baik di bawah bendera Telkomsel.

Memang, konsolidasi ke Telkomsel dipercaya bisa membuat IndiHome menjadi lebih baik lagi. Apalagi saat ini kecepatan internet IndiHome minimal berada di 40Mbps, bukan lagi 30Mbps atau 20Mbps. Kecepatan ini dipercayai cukup ideal, apalagi bagi UMKM seperti bisnis yang dimiliki Fitri.

Apalagi Menteri BUMN Erick Thohir sempat mengucap dalam postingan di Instagramnya jika pengalihan IndiHome dari Telkom ke Telkomsel salah satunya bermanfaat melindungi UMKM.

“Kita ingin memperbaiki dan merefokuskan, salah satunya yaitu business model dan tentunya meningkatkan kinerja. Seperti yang kita lihat sekarang hasilnya maksimal, untuk mengonsolidasikan bagaimana Telkom menjadi B2B, kita menggabungkan IndiHome kepada Telkomsel sehingga menjadi integrated internet solution, termasuk turunannya, digital content, dan startup-startup lainnya, yang bisa menjadi bagian dari ekosistem tersebut,” ujar Erick.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, salah satunya dari ekonomi digital. Seperti ChatGPT sekarang menjadi sesuatu yang baru, AI Roboting. Walau Indonesia belum sampai ke sana tapi paling tidak, ekosistemnya sudah disiapkan supaya menguntungkan untuk bangsa Indonesia, membuka kesempatan lapangan pekerjaan, dan memproteksi small medium enterprise (UKM).

“Jadi saya mengucapkan terima kasih atas hasil kerja kerasnya. Ini sejarah yang luar biasa untuk saya, untuk semua, kita bisa menciptakan legacy,” katanya.

IndiHome sendiri tahun ini menargetkan penambahan pelanggan sampai 10,2 juta di akhir tahun. Mereka optimistis karena pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Bahkan survei McKinsey dan AT Kearney yang memproyeksikan pangsa pasar fixed broadband di Tanah Air baru tergarap 15 persen.

Penetrasi jangkauan IndiHome yang hingga akhir tahun sudah mencapai 97% nasional misalnya akan terus diperluas hingga bisa mencapai 100 persen menyentuh 415 titik

kota/kabupaten. Dari sisi produk juga akan terus diperbanyak sesuai dengan kebutuhan masyarakat ke depannya. Begitu juga kestabilan koneksi yang akan diperkuat dengan teknologi fixed wireless hingga satelit.

 

Layanan broadband IndiHome memang banyak diandalkan oleh para pelanggan, terutama pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM). Seperti Fitri yang selalu menunggu orderan melalui WhatsApp atau DM Instagram. Dia juga kerap mempromosikan usaha WO-nya tersebut di kedua platform itu dengan mengirimkan foto dan video hasil karyanya melukis wajah orang.


author-img_1

Jundi Amrullah

Reporter

Artikel Terkait

Kisah Inspiratif Kreator Affiliate TikTok Aisyah dari Jabar
UMKM

Kisah Inspiratif Kreator Affiliate TikTok Aisyah dari Jabar

Gadgetdiva.id – Aisyah, seorang Kreator Affiliate TikTok yang berasal dari Jabar, telah mem..

Kisah Sukses Perempuan Indonesia yang Mencari Peluang Bisnis di Lazada
UMKM

Kisah Sukses Perempuan Indonesia yang Mencari Peluang Bisnis di Lazada

Gadgetdiva – Di tengah maraknya perkembangan bisnis industri kecantikan dan fesyen yang d..

LPEI Dorong Produk Home Decor dan Kerupuk Asal Jawa Timur Tembus Pasar Ekspor
UMKM

LPEI Dorong Produk Home Decor dan Kerupuk Asal Jawa Timur Tembus Pasar Ekspor

Gadgetdiva.id – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama pemerintah Provinsi Jawa..

Foodizz Membersamai UMKM Kuliner Bertumbuh dan Naik Kelas
UMKM

Foodizz Membersamai UMKM Kuliner Bertumbuh dan Naik Kelas

GadgetDiva.id — Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) pada tahun 2022 mengungkapkan i..


;