More
    BerandaE-commerceMengenal Modul Perempuan Maju Digital untuk UMKM Lokal

    Mengenal Modul Perempuan Maju Digital untuk UMKM Lokal

    Gadgetdiva.id — Kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan UPRINTIS merilis Modul Perempuan Maju Digital hari ini (12/5). Modul ini diluncurkan untuk membantu digitalisasi para UMKM perempuan lokal di Indonesia.

    Modul Perempuan Maju Digital ini sendiri berangkat dari data pemerintah Indonesia yang menunjukkan bahwa sebanyak 65,5 juta UMKM Indonesia, 64 juta di antaranya adalah pemilik usaha mikro.

    Sedangkan, perempuan pemilik usaha menengah sebanyak 34 persen, 50,6 persen usaha kecil dan 52,9 persen pemilik usaha makro.

    - Advertisement -

    Di dalam Modul Perempuan Maju Digital, ada berbagai macam topik terkait memajukan UMKM yang dibahas. Mulai dari kiat 10 langkah awal pemberdayaan bisnis milik perempuan, fungsi e-commerce dalam ekonomi digital, cara memajukan bisnis mikik perempuan hingga hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi perempuan pengusahan di era digital.

    “Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia dengan marketplace yang terdiri dari lebih dari 14 juta penjual dan hampir 100%-nya UMKM – terus berupaya mendorong kemajuan perempuan pelaku UMKM agar makin mendapat panggung dan menjadi pilihan masyarakat. Salah satunya dengan berkolaborasi bersama KemenPPPA RI dan meluncurkan Modul Perempuan Maju Digital,” pungkas Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia dalam acara konferensi pers yang berlangsung hari ini (12/5).

    Tujuan dibuatnya Modul Perempuan Maju Digital ialah mampu mendukung pengentasan masalah akses digital bagi perempuan pelaku usaha di Indonesia. Sekaligus, menghadapi tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM perempuan ini.

    Setidaknya ada enam tantangan yang dihadapi oleh wirausaha perempuan Indonesia. Pertama ialah beban rumah tangga yang tinggi. Wirausaha perempuan turut berperan untuk menambah pendapatan sekaligus berperan untuk mengurus rumah tangga dan keluarga.

    - Advertisement -

    Kedua ialah terbatasnya akses pada pelatihan kewirausahaan. Minimnya pemahaman penggunaan teknologi digital dan kesulitan perempuan dalam mendapatkan akses permodalan dari lembaga formal.

    Selanjutnya, kurangnya kemandirian dalam pengambilan keputusan. Perempuan memilih usahanya tetap berskala kecil termasuk ragu memperkerjakan pegawai selain anggota keluarga dan juga memperluas usaha ke pasar baru.

    Pencatatan keuangan juga turut menjadi tantangan bagi para wirausaha perempuan. Hal tersebut disebabkan karena minimnya pengetaguan pencatatan keuangan sehingga berdampak pada pengelolaannya yang tidak baik. Perempuan cenderung mencampur adukkan keuangan usaha dan rumah tangga.

    Terakhir, kesulitan dalam mengakses bantuan dari pemerintah. Terdapat, 15 persen wirausaha perempuan yang mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah sepanjang 2020. Keterbatasan informasi dan tidak memenuhi syarat menjadi faktor utama.

    Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News

    Suka dengan artikel di atas? Click to DONATE

    Nadhira Aliya Nisriyna
    Nadhira Aliya Nisriynahttps://letterboxd.com/nadddss/
    Bergabung di Gadgetdiva.id sejak Maret 2020. Gemar menonton film, drama dan series. Pernah jadi Editor di deCODE Magazine.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Latest Stories