Review Samsung Galaxy A13: Entry Level yang Naik Kelas

0
382
Produksi Ponsel

Gadgetdiva.id — Ponsel entry level tidak selalu low expectation. Seperti Samsung Galaxy A13 yang menjadi ponsel low-end dari vendor smartphone asal Korea Selatan ini. Meski masuk sebagai ponsel entry level namun spesifikasinya justru tak seperti ponsel low-end lainnya.

Samsung Galaxy A13 memiliki dua varian RAM yang cukup besar dengan storage yang luas pula. Meski belakangnya dibalut bodi plastik namun layarnya sudah dilindungi Gorilla Glass generasi ke-5. Belum lagi empat kamera yang diusungnya dan baterai 5000 mAh.

samsung galaxy a13

Gadgetdiva berkesempatan untuk memegang ponsel Samsung Galaxy A13 ini selama beberapa pekan. Kami cukup terkesan dengan warnanya yang glowing dan desainnya yang tipis. Belum lagi rumah kamera yang tidak terlalu menonjol sehingga bodi belakangnya cukup rata dan tidak merosot saat diletakkan di permukaan datar.

Desain Samsung Galaxy A13

Kesan pertama akan terlihat dari bagian bodi belakang Samsung Galaxy A13. Material bodinya sudah pasti menggunakan plastik, namun dengan finishing touch yang glowing. Warna peach yang kami pegang ini terkesan sangat ‘muda’. Artinya, smartphone ini memang ditujukan untuk anak muda yang stylish dan enerjik karena warna-warnanya sangat cerah, termasuk warna peach ini.

Terdapat lima bulatan yang menghiasi bagian belakang ponsel ini. Ternyata empat bulatan ditempatkan sebagai sensor kamera, sedangkan satu bulatan kecil untuk lampu flash LED. Sekilas desainnya cukup familiar, mirip dengan Galaxy S22 Ultra yang lahir lebih dulu di awal tahun. Rumah kameranya sama-sama rata, hanya saja S22 Ultra memiliki enam bulatan. Empat bulatan untuk sensor kamera, satu laser autofocus dan satu lampu flash LED.

samsung galaxy a13

Permukaan plastik dengan finishing mengkilap ini memang tidak bersahabat dengan tangan saya karena sidik jari kerap menempel di bodi. Namun di Galaxy A13, meski sidik jari menempel tapi tidak terlihat dari kejauhan. Mungkin karena warna terang yang diusung membuat sidik jari yang menempel terlihat samar.

Bodinya memang tidak tipis-tipis amat, tapi untuk ukuran kelas entry level, bisa dibilang Galaxy A13 paling tipis, walau saat digenggam cukup berat karena bobotnya 100 gram kurang 5 gram. Berat tersebut masih tergolong dimaafkan.

Di sisi kiri ada slot untuk tempat SIM card. Di seberangnya terdapat tombol volume dan on/off. Namun untuk tombol on/off atau aktivasi bisa berfungsi juga sebagai sensor sidik jari. Jika ingin menggunakan kunci layar berupa sidik jari, bisa dipindai lebih dulu dengan menyentuh tombol tersebut. Sensor sidik jari ini juga cukup responsif.

Lubang earphone ada di bagian bawah tapi jangan harap bisa menemukan earphone kabel dalam kemasan karena tidak akan ada. Lubang earphone ini berdampingan dengan port charger USB Type C dan enam lubang speaker.

Layar

Meski tidak mengusung teknologi layar AMOLED tapi entah mengapa kami selalu terkesima dengan kecerahan layar yang diusung oleh Samsung. Galaxy A13 sendiri panelnya menggunakan PLS LCD yang setara dengan IPS. Resolusinya bisa menampilkan sampai full HD+ karena dimensi layarnya juga cukup besar, berukuran 6,6 inci dengan lapisan pelindung layar Gorilla Glass 5. Tapi tak ada screen protector saat ponsel keluar dari kemasan, jadi upayakan layar langsung diberi proteksi ya.

samsung galaxy a13

Samsung Galaxy A13 sudah mendukung sertifikasi Widevine L1. Sehingga pengguna bisa menonton film di Netflix dengan kualitas HD, melengkapi panel layarnya yang kini lebih tajam. Buka kunci layar sepertinya tidak terlalu responsif karena ada jeda sedikit untuk beralih dari layar aktif sampai terkunci, begitu juga sebaliknya. Resolusinya menampilkan gambar dengan ukuran 1080×2402 piksel dengan aspek rasio 20:9 dan kerapatan piksel 400ppi.

Namanya juga ponsel entry level, wajar jika desain layarnya masih mengusung pola old school dengan waterdrop notch. Untungnya, ikon notifikasi tidak menggunakan posisi tengah sehingga notch-nya masih terlihat rapi saat layar dinyalakan. Namun lagi-lagi, bezel smartphone seri A ini terlihat tidak simetris, khususnya di bagian bawah layar yang terlihat lebih besar ketimbang di sisi atas dan kanan kiri.

Kamera Samsung Galaxy A13

Sensor kamera Samsung Galaxy A13 hampir sama dengan yang dimiliki A23, namun tanpa bantuan OIS. Tak ada fitur night mode di sini, dan mode Pro nya pun memiliki fitur yang terbatas. Selain ISO, ada EV dan juga WB.

samsung galaxy a13

Sensor utamanya kini meningkat secara resolusi menjadi 50MP f/1.8 dan didukung PDAF. Lalu ada sensor 5MP f/2.2 ultra wide-angle, dan dua sensor 2MP masing-masing untuk depth dan makro.

samsung galaxy a13
Portrait mode
samsung galaxy a13
portrait mode
samsung galaxy a13
Portrait Mode

Fitur untuk kamera utama bisa digunakan untuk mode potret, video dengan resolusi FHD 30 fps atau HD 30 fps juga. Jangan remehkan ponsel entry level ini karena di kameranya dibekali dengan fitur zoom in sampai 5 kali dan fitur zoom out sampai 10 kali. Mode lainnya selain potret dan pro adalah panorama, makanan, dan mode makro. Karena tak ada mode malam maka kamu bisa menggunakan kamera utama biasa untuk memotret malam hari atau saat di ruangan kurang cahaya. Namun jangan berharap hasil foto yang jernih di malam hari.

samsung galaxy a13
Photo
samsung galaxy a13
Photo
samsung galaxy a13
Photo 10x zoom
samsung galaxy a13
Foto malam hari
samsung galaxy a13
Foto malam hari

Sedangkan kamera selfie-nya mengusung resolusi sampai 8 MP yang bisa menghasilkan foto dengan baik. Bukan yang paling tinggi secara besaran piksel, namun berkualitas bahkan dalam kondisi kurang cahaya tanpa mode malam. Efek portrait-nya pun bekerja optimal, meski hanya mengandalkan software.

samsung galaxy a13
Selfie Mode
samsung galaxy a13
Selfie Portrait Mode
samsung galaxy a13
Makro mode
samsung galaxy a13
Food Mode

Performa

Samsung Galaxy A13 dipersenjatai prosesor produksi sendiri, yakni Exynos 850 Octa-core. Prosesor ini memang masih menggunakan proses fabrikasi 8nm dengan clock speed 2GHz dan GPU Mali-G52. Kapasitas RAM-nya 4GB yang bisa diekspansi lebih besar lagi. Bahkan bisa sampai 6 GB, serta internal storage sampai 128GB.

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, meski buka tutup aplikasi lancar namun ada jeda sedikit saat transisi berlangsung dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Intinya, perpindahannya kurang halus baik saat beralih antaraplikasi maupun antarmenu.

samsung galaxy a13

Meski begitu, chipset chipset bawaan Samsung Galaxy A13 sudah hemat daya berkat proses fabrikasi 8nm. Dikombinasikan dengan kapasitas baterai besar, tentunya membuat smartphone Samsung terjangkau satu ini awet dalam pemakaian satu hari penuh. Baterai Samsung Galaxy A13 berkapasitas 5,000 mAh, dan untuk penggunaan sehari-hari, sangat mudah meraih screen on-time lebih dari 5 jam. Juga bisa mencapai lebih dari 1,5 hari untuk penggunaan yang lebih ringan. Pengisian dayanya juga sudah gunakan port USB-C. Kecepatannya sendiri bisa dibilang standar. Teknologi pengisian daya Galaxy A13 hanya 15W saja. Kemampuannya mengisi daya bisa memakan waktu dua jam lebih untuk bisa meng-charge dari 0 persen ke 100 persen.

Kesimpulan

Meski disebut entry level, Samsung Galaxy A13 memiliki keunggulan dari sisi kamera selfie yang masih bisa diandalkan. RAM-nya pun sudah meningkat menjadi 4GB atau 6GB serta memori internal yang mengusung di atas 100GB. Tidak heran jika harganya masih dibanderol di atas Rp2 jutaan. Sekali lagi, warna warni bodi Galaxy A13 merupakan daya tarik tersendiri untuk bisa menggaet segmen pengguna dari Gen Z.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini