Sunday, 17 January 2021

Generasi Ke-3 iPhone SE akan diluncurkan Bulan April

Bagi kamu yang merupakan penggemar iPhone SE, sebelumnya telah dilaporkan bahwa Apple tidak akan menyegarkan perangkat secepat ini. Kita telah mendengar bahwa ponsel tersebut...
More

    Latest Posts


    Kode QR pertama kali dibuat pada tahun 1994

    Kode QR atau kepanjangan dari Quick Response merupakan sebuah kode yang pertama kali dibuat pada tahun 1994. Kode ini dibuat oleh mantan anak perusahaan Toyota Denso Wave untuk melacak kendaraan.

    Awalnya, perusahaan Toyota Denso Wave pertama kali membuat kode QR sebagai cara untuk melacak kendaraan dan suku cadang dengan cepat. Versi awal dari sistem kode ini dibuat dalam versi 2-D, berukuran 21×21 modul dan beirisi hanya empat karakter data. Kode tersebut disimpan baik secara horizontal maupun vertikal.

    Sementara untuk kode 1-Dnya hanya menyimpan data secara horizontal, seperti kode UPC yang kamu temukan pada kartu ucapan di toko yang melacak inventaris atau penjualan, barcode Postnet yang digunukan kantor pos untuk menunjukkan dimana surat akan berada. Sedangkan untuk versi terbesar saat ini (40), mencakup 177 xx 177 modul dan dapat menampung 1.264 karakter teks ASCII atau hingga maksimal 7.089 angka.

    Saat ini, mereka telah membuat teknologi ini menjadi gratis dan dapat digunakan oleh siapa saja. Kode QR digunakan lebih umum saat ini untuk masuk ke situs web atau jaringan Wi-Fi, berbagi informasi kontak, melakukan pembayaran seluler atau menyimpan data untuk tiket pesawat dan kereta api di ponsel kamu.

    Bagaimana QR Code dapat bekerja?

    Kode dapat produksi ulang pada permukaan apapun dengan kontras yang memeadai. Istilah hardlinking mengacu pada tindakan memindai kode pada objek dunia nyata untuk mengakses informasi online. Sebagian besar kode QR berwarna hitam dan putih. Namun, tetap bisa berwarna dan diberi merek.

    Kode QR hanyalah tautan/pintasan ke URL, nomor telepon atau alamat email. Hal positifnya adalah media yang dicetak dapat rusak dan sering kali masih dapat dibaca, bahkan hingga 30 persen dari pola QR hilang atau menurun.

    Semua pembaca kode QR dapat mendekode URL situs web yang disematkan, namun fitur pembaca bervariasi dan beberapa tidak mendukung opsi lanjutan seperti entri otomatis kalender dan informasi kontak. Beberapa pembaca memecahkan kode lebih baik dari yang lain. Kualitas ponsel, kamera, pencahayaan dan kestabilan tangan juga memengaruhi kemampuan membaca kode QR dengan benar.

    Baca juga, Ponsel pertama yang pakai kamera Selfie

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR