Thursday, 17 June 2021
More

    Latest Posts


    Aplikasi Premom tertangkap menjual data pelanggan ke Perusahaan Cina

    Premom adalah salah satu aplikasi kehamilan yang paling popular di Android dan Google Play. Aplikasi ini mengklaim bahwa ia dapat membantu penggunanya “hamil dengan cepat dan alami”.

    Premom merupakan sebuah aplikasi yang menawarkan pelacakan kesuburan dan ovulasi. Selain itu, aplikasi ini akan meminta individu untuk mengunggah informasi terperinci tentang kesehatan seksual mereka untuk memberikan saran tentang waktu terbaik dalam sebulan untuk mencoba dan hamil.

    Aplikasi Premom diketahui menjual data ke beberapa perusahaan Cina. Untungnya, data medis Premom tampaknya bukan bagian dari apa yang berpindah tangan.

    Premom menjual informasi seperti data lokasi, informasi tentang aplikasi lain apa yang dipasang pada ponsel seseorang dan pengenal perangkat unik yang dapat digunakan untuk melacak pengguna individu di beberapa situs web, seperti MAC.

    Riset tersebut dilakukan oleh International Digital Accountability Council, sebuah organisasi nirlaba independen. Mereka menyatakan bahwa organisasi tersebut berdedikasi untuk emmastikan pasar aplikasi dan digital yang adil dan dapat dipercaya bagi konsumen di seluruh dunia. IDAC membagikan penelitian tersebut kepada Washington Post.

    Aplikasi Premom ini berbasis di Illinois yang memiliki undang-undang privasi data yang cukup ketat. Perusahaan tersebut mugnkin telah melanggar undang-undang negara bagian dengan mengumpulkan dan menjual jenis informasi ini tanpa persetujuan pelanggan.

    Premom bukanlah satu-satunya aplikasi kehamilan yang terlibat dalam perilaku semacam ini. Consumer Reports menemukan lima aplikasi pelacakan periode taratas yang berbagi data dengan pengiklan.

    Salah satunya adalah Ovia. Aplikasi Ovia ditemukan telah berbagi data dengan pemberi kerja dan perusahaan asuransi sebagai bagian dari program kesehatan.

    Premom memiliki tiga mitra Cina yaitu, Jiguang, Umeng dan UMSNS. Akeses Jiguang terputus pada 6 Agustus setelah IDAC menghubungi perusahaan, sementara Umeng dan UMSNS memiiki akses hingga 19 Juni.

    Salah satu kekhawatiran peneliti privasi ini adalah bahwa Jiguang mentransmisikan data menggunakn enkripsi khusus. Mirip dengan yang dilakukan TikTok sebelumnya. Hal ini juga terungkap pada November 2019 lalu.

    Pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul ialah mengapa perusahaan Cina secara acak membeli lokasi dan data pribadi secara khusus tentang wanita hamil? Mengapa para pemimpin di Premom percaya bahwa dengan menjual lokasi dan melacak data tentang pelanggannya ke perusahaan Cina merupakan hal etis untuk dilakukan? Mengapa ada orang yang ingin membelinya?

    Jawabannya adalah kerena semua data ini berharga bagi seseorang. Psalanya, kita telah dikondisikan untuk memperlakukan data ini sebagai ambiguitas yang tidak berharga dan tidak berdimensi dan merasa nyaman untuk berpura-pura bahwa informasi ini tidak pernah digunakan untuk merugikan orang.

    Serta, data geografis tentang lokasi wanita yang ingin hamil dapat dengna mudah digabungkan dengan Google Maps untuk menonaktifkan informasi tersebut. Meskipun begitu, kemungkinan besar penggunaan data seperi ini adalah untuk iklan. Walaupun juga tidak meyakinkan.

    Baca juga, Aplikasi Triller mirip TikTok

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR